< Previous1000guru.net 16 | Rubrik Biologi | Mikroba Ekstrem 1000guru Edisi ke-21 | November 2012 Salah satu adaptasi penting yang dilakukan bakteri termofilik adalah pada membran sel. Kita tahu bahwa penyusun utama membran sel adalah fosfolipid, semacam lemak. Fluiditas atau tingkat kecairan dari lemak sangat ditentukan oleh suhu serta sifat asam lemak penyusunnya: jenuh (saturated) atau tidak jenuh (unsaturated). Kita bisa menganalogikan dengan minyak goreng dan mentega. Minyak goreng bersifat cair pada suhu ruangan karena tersusun dari asam lemak tak jenuh sedangkan mentega berwujud padat karena tersusun dari asam lemak jenuh. Agar dapat bertahan pada suhu tinggi, membran sel mikroba termofilik harus didominasi oleh fosfolipid dengan asam lemak jenuh. Dengan demikian, bakteri termofilik pada suhu tinggi akan memiliki fluiditas membran sel seperti organisme lainnya pada suhu normal. Adaptasi lainnya adalah pada struktur protein yang ditemukan dalam sel. Suhu dapat mengganggu struktur protein sehingga juga mempengaruhi fungsinya. Contoh yang paling gampang adalah saat kita merebus telur. Protein albumin dalam putih telur yang awalnya cair dan kental, menjadi putih dan memadat saat dipanaskan. Pada tahap ini, protein mengalami denaturasi, yaitu rusaknya struktur alami protein. Kerusakan tersebut umumnya bersifat irreversible (tidak dapat kembali). Untuk menghindari ini, bakteri termofilik memproduksi protein dengan struktur khusus, memiliki lebih banyak ikatan hidrogen, ikatan ionik, atau interaksi kimia lainnya sehingga lebih kokoh dan stabil pada suhu tinggi. Di samping membran sel dan protein, suhu tinggi juga mempengaruhi DNA, informasi genetik yang berperan vital dalam mengatur seluruh aktivitas sel. Pada suhu di atas 70 oC, heliks ganda DNA akan memisah, peristiwa yang disebut denaturasi DNA. Bakteri termofilik mengatasi hal ini dengan memiliki kadar garam yang tinggi dalam selnya (misalnya KCl dan MgCl2) karena garam meningkatkan kestabilan molekul DNA pada suhu tinggi. Selain itu, DNA pada bakteri termofilik juga memiliki rasio pasangan nukleotida G-C lebih tinggi dibanding A-T. Pasangan nukleotida G-C dihubungkan oleh tiga ikatan hidrogen sehingga untuk memutuskannya dibutuhkan suhu lebih tinggi daripada A-T yang hanya memiliki dua ikatan hidrogen. Bagaimana dengan lingkungan dingin? Bakteri psikrofilik melakukan adaptasi pada aspek yang kurang lebih serupa dengan bakteri termofilik, namun tentunya berlawanan. Fosfolipid pada bakteri psikrofilik memiliki lebih banyak asam lemak tidak jenuh sehingga membran selnya tetap fleksibel pada suhu rendah. Untuk mencegah pembekuan air dalam sel, bakteri psikrofilik memproduksi protein anti-beku (antifreeze). Selain itu, enzim-enzim dalam selnya memiliki modifikasi khusus sehingga hanya aktif bekerja pada suhu rendah. Dengan begitu, bakteri psikrofilik dapat melakukan metabolisme secara normal walau kondisi lingkungan sekitarnya sangat dingin. Potensi Ekonomis Mikroba termofilik dan psikrofilik memiliki potensi ekonomis yang sangat besar. Mulai dari bidang industri kimia dan obat-obatan, bioteknologi, hingga menangani pencemaran lingkungan. Proses-proses tersebut umumnya membutuhkan kondisi fisik dan kimiawi tertentu yang hanya disanggupi oleh mikroba ekstrem atau enzim-enzim yang mereka hasilkan. Salah satu enzim termofilik yang telah digunakan secara luas adalah Taq Polimerase. Enzim ini pertama kali diisolasi tahun 1969 dari bakteri Thermus aquaticus yang hidup dalam mata air panas Mushroom Spring di Yellowstone National Park, Amerika Serikat oleh tim peneliti yang dipimpin Thomas D. Brock. Taq Polimerase berperan krusial dalam PCR (Polymerase Chain Reaction), teknik perbanyakan DNA yang sering dilakukan pada penelitian biologi molekuler atau analisis forensik. Mushroom Spring, Yellowstone National Park, Amerika Serikat (Rothschild, 2001). 1000guru.net | 17 Rubrik Biologi | Mikroba Ekstrem 1000guru Edisi ke-21 | November 2012 PCR memisahkan heliks ganda molekul DNA dengan bantuan suhu tinggi (94-96oC) agar bisa direplikasi. Setiap organisme sebenarnya memiliki enzim DNA Polimerase untuk mereplikasi DNA-nya sendiri agar sel-selnya dapat membelah dan bereproduksi. Namun hanya DNA Polimerase dari organisme termofilik seperti Thermus aquaticus yang sanggup bekerja optimal pada suhu tinggi sehingga cocok untuk PCR. Enzim termofilik lainnya seperti katalase dari bakteri Thermus brockianus, mampu menguraikan hidrogen peroksida yang dihasilkan selama berbagai proses industri, misalnya pemutihan pulp dan kertas, pemutihan tekstil, pasteurisasi, serta dekontaminasi kemasan produk makanan. Katalase tersebut bekerja dengan baik pada pH 6-10 dan temperatur 30-94 oC. Sementara bakteri psikrofilik seperti Vibrio marinus dan Vibrio psychroerythurs memproduksi enzim protease netral yang bermanfaat dalam industri olahan susu (misalnya keju) dan bahan deterjen cuci. Ilmuwan dari NASA juga telah berhasil mengidentifikasi sejumlah protein dari bakteri termofilik penghuni mata air panas yang dapat direkayasa menjadi komponen elektronika melalui proses nanoteknologi. Ukuran komponen yang dihasilkan protein tersebut jauh lebih kecil daripada yang biasa kita gunakan saat ini sehingga berpotensi untuk dikembangkan lebih jauh. Tidak hanya dalam proses industri, mikroba yang hidup pada suhu ekstrem juga merupakan sumber bahan makanan yang potensial. Beberapa spesies bakteri yang hidup di Antartika menghasilkan asam lemak tidak jenuh rangkap (polyunsaturated fatty acids) dalam jumlah besar untuk beradaptasi di lingkungan dingin, seperti yang telah kita bahas sebelumnya. Asam lemak ini dapat diisolasi untuk diolah menjadi zat aditif atau suplemen makanan. Selain itu, bakteri psikrofilik dapat digunakan dalam proses bioremediasi di perairan dingin, misalnya di sekitar kutub, saat terjadi tumpahan minyak atau kasus pencemaran lainnya. Mikroba Ekstrem dan Pencarian Kehidupan di Luar Bumi Mempelajari kehidupan bakteri termofilik dan psikrofilik tentunya tidak sekedar untuk memuaskan keingintahuan belaka atau menggali Adaptasi mikroba ekstrem di lingkungannya memberi kita gambaran bagaimana bentuk kehidupan awal saat bumi baru terbentuk dan bagaimana mereka berkembang. Para ilmuwan memprediksi, kondisi bumi seperti yang kita nikmati saat ini tidaklah sama dengan keadaannya miliaran tahun lalu: suhu lebih tinggi, oksigen atmosfer lebih sedikit, dan daratan lebih gersang, kurang lebih seperti yang dihadapi mikroba ekstrem pada habitatnya sekarang. Kondisi serupa sebenarnya ditemukan pula di berbagai anggota tata surya, misalnya planet Mars dan Europa, salah satu satelit Jupiter. Oleh karena itu, pengetahuan yang kita peroleh dari kehidupan mikroba ekstrem dapat digunakan untuk memprediksi dan mencari bentuk kehidupan di sana dan tempat-tempat potensial lainnya. Mungkin suatu saat nanti kita bisa mengirim berbagai mikroba ekstrem ke lokasi-lokasi tersebut, membiarkan mereka berkembang kemudian mengkolonisasi berbagai habitat, sampai akhirnya mengubah kondisi lingkungan di sana agar menjadi tempat yang nyaman untuk dihuni manusia. Bahan Bacaan: http://en.wikipedia.org/wiki/Extremophile http://serc.carleton.edu/microbelife/extreme/ M. Ferrer et al., Mining Enzymes from Extreme Environments, Current Opinion in Microbiology 10, 207–214 (2007). M. T. Madigan et al., Brock Biology of Microorganisms, 13th edition, San Francisco: Benjamin Cummings (2012). L. J. Rothschild & L. R. Mancinelli, Life in Extreme Environments. Nature 409, 1092-1101 (2001). http://www.spaceref.com/news/viewnews.html?id=463 T. Satyanarayana et al., Extremophilic Microbes: Diversity and Perspectives, Current Science 89, 78-90 (2005). Ilustrasi astronot meneliti sampel batuan di Mars untuk mencari bentuk kehidupan potensial (Rothschild, 2002). 1000guru.net Mahluk hidup tersusun dari berjuta-juta sel terdiferensiasi yang berasal dari pertemuan sel sperma dan sel telur yang membentuk zigot. Sel telur yang telah dibuahi hingga awal pembentukan zigot bersifat totipotent (bahasa Latin totus = seluruh; potent = memiliki kekuatan), artinya sel tersebut dapat membentuk semua tipe sel pada embrio maupun jaringan penunjang embrio seperti plasenta. Seiring dengan perkembangan kandungan, sel mulai dapat dibedakan antara inner cell mass sebagai cikal embrio yang berkembang menjadi janin dan jaringan tropoblas pembentuk plasenta. Sel-sel di dalam inner cell mass bersifat pluripotent (bahasa Latin plurimus = sangat banyak) yang selanjutnya akan berkembang menjadi sel somatik atau pembentuk sel tubuh dan sel benih berupa sperma atau sel telur. Sel-sel yang bersifat totipotent maupun pluripotent termasuk ke dalam sel yang tidak terdiferensiasi. Berbeda dengan sel pada inner cell mass yang memiliki kemampuan untuk membentuk sel lain, sel tubuh pada umumnya bersifat terdiferensiasi. Sebagai contoh, sel saraf akan tetap menjadi sel saraf dan tidak bisa berubah menjadi sel usus. Sel terdiferensiasi bersifat stabil dan tidak bisa berubah menjadi tipe sel lain. Pertumbuhan sel dari fase tidak terdiferensiasi hingga menjadi sel terdiferensiasi diibaratkan oleh Conrad Hal Waddington pada 1957 seperti menggelindingkan batu besar dari puncak gunung menuruni lembah. Batu besar yang berada di puncak gunung adalah sel yang belum terdiferensiasi, yang terus bergerak menuruni sisi gunung dan melambat ketika mencapai lembah. Ketika batu tersebut mencapai lembah, dalam hal ini berarti sel sudah memasuki fase terdiferensiasi, maka dibutuhkan energi yang sangat besar untuk mengembalikan batu tersebut kembali ke puncak gunung. Paradigma lama mengenai perkembangan sel dipatahkan oleh peraih nobel kedokteran tahun 2012, Sir John B Gurdon dan Shinya Yamanaka. Kedua ahli tersebut, dengan cara dan rentang waktu yang berbeda berhasil membuktikan bahwa sel terdiferensiasi memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi bentuk sel lain. Penelitian dimulai terlebih dahulu oleh Sir John B Gurdon, peneliti berkebangsaan inggris yang lahir pada tahun 1933. Dalam penelitiannya, Gurdon mengambil inti sel epitel usus (intestinal) dari kecebong spesies Xenopus laevis yang kemudian dipindahkan ke dalam sel telur dari spesies yang sama yang “dikosongkan” dengan menggunakan radiasi. Dalam penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Journal of Embryology & Experimental Morphology pada tahun 1962 ini, Gurdon menyimpulkan bahwa nukleus dari sel somatik memiliki kemampuan untuk kembali memiliki sifat pluripotent. Mas Rizky A.A Syamsunarno (mahasiswa S3 di Gunma University dan dosen Fakultas Kedokteran UNPAD Bandung) Kontak: masrizkyanggun@gmail.com 18 | Rubrik Kesehatan | Sel Punca 1000guru Edisi ke-21 | November 2012 (A)Perjalanan sel dari zigot hingga menjadi manusia (B)Ilustrasi perkembangan sel dari fase yang tidak terdiferensisasi menjadi terdiferensiasi Sel Punca dan Nobel Kedokteran 2012 1000guru.net | 19 Rubrik Kesehatan | Sel Punca 1000guru Edisi ke-21 | November 2012 Meski penelitian Gurdon berhasil membuktikan bahwa inti sel yang terdiferensiasi dapat kembali ke fase tidak terdiferensiasi, namun penelitian tersebut belum menjawab apakah fase tidak terdiferensiasi dapat diinduksi (dihasilkan) dari sel terdiferensiasi yang masih utuh. Shinya Yamanaka, peneliti asal Osaka yang lahir pada tahun 1962, bersama timnya merancang penelitian untuk menjawab pertanyaan tersebut. Yamanaka mengawali penelitian dengan mengidentifikasi 24 faktor transkripsi (faktor yang berperan dalam ekspresi DNA) yang diduga berperan dalam perkembangan embriyonic stem cell. Satu per satu kombinasi dari 24 faktor transkripsi tersebut diujikan kepada sel fibroblas (jaringan ikat yang tersusun dari sel tidak terdifensiasi). Dari 24 faktor transkripsi tersebut, diperoleh empat faktor transkripsi yang dapat menginduksi sifat pluripotency, yakni Myc, Oct3/4, Sox2 dan Klf4. Dalam serangkaian penelitian, pada tahun 2007, Yamanaka dan koleganya kemudian berhasil mengembangkan iPS (induced Pluripotent Stem cells / sel punca terinduksi) pada sel manusia. Mengapa kedua peneliti tersebut layak mendapat penghargaan Nobel Kedokteran 2012? Kemudian muncullah pertanyaan kita sebagai orang awam, mengapa penelitian mereka dijuluki “penelitian revolusioner abad ini?” Seperti yang telah disampaikan di awal artikel, kedua peneliti tersebut berhasil mematahkan paradigma yang telah bertahan sekian lama. Selanjutnya, penelitian tersebut memiliki dampak yang luar biasa khususnya di bidang kedokteran. Pada tahun 1997, berdasarkan penelitian Gurdon, telah lahir domba hasil kloning, yang diberi nama Dolly. Penelitian Yamanaka sendiri membuka peluang kemungkinan penyembuhan penyakit seperti Alzheimer dan diabetes mellitus. Sebagai contoh, pada pankreas, sel eksokrin dapat dirubah menjadi sel endokrin penghasil insulin. Pada jantung, sel fibroblas dapat diubah menjadi sel jantung normal. Kedua contoh di atas baru dapat diaplikasikan secara invitro (di luar tubuh), namun tidak menutup kemungkinan suatu saat dapat diaplikasikan kepada manusia. Oleh karena itu, sangatlah layak bila Sir John Gurdon dan Shinya Yamanaka mendapat hadiah Nobel Kedokteran tahun 2012. Semoga semangat penelitian mereka pun bisa menginspirasi kita berkarya bagi umat manusia. Bahan Bacaan: The 2012 Nobel Prize in Physiology or Medicine - Advanced Information: http://www.nobelprize.org/nobel_prizes/medicine/laureates/2012/advanced.html (Tulisan ini disadur dari sumber tersebut) Spesies Xenopus laevis Skema penelitian Sir John Gurdon: (1) Inti sel telur dihancurkan dengan cara radiasi ultraviolet, (2) nukleus sel epitel intestinal kecebong dikeluarkan dan dimasukkan kembali ke dalam sel telur, dan (3) telur tersebut kemudian tumbuh menjadi dewasa. Skema penelitian Shinya Yamanaka: (1) Empat faktor transkripsi (Myc, Oct3/4, Sox2 dan Klf4) di dalam tabung diinduksi ke (2) sel fibroblas tikus. Sel tersebut (3) kemudian menjadi iPS dan dapat tumbuh menjadi tikus dewasa. 1000guru.net Selain bernilai ibadah, puasa juga memiliki manfaat yang lain, termasuk dalam aspek kesehatan. Dari kajian ilmiah yang selama ini telah dilakukan, didapat sebuah fakta yang menarik untuk kita kaji. Puasa ternyata dapat memberikan kesehatan jiwa. Hal ini ditulis oleh Alan Cott dalam bukunya yang berjudul Fasting as a Way of Life dan Fasting the Ultimate Diet. Di dalam buku itu disebutkan, gangguan jiwa yang parah dapat direduksi dengan berpuasa. Gangguan mental lain seperti susah tidur, rendah diri, dan cemas berlebihan dapat pula dikurangi dengan terapi puasa. Hal ini dibuktikannya melalui sebuah penelitian di Rumah Sakit Grace Square, New York. Penelitian lain dilakukan oleh Dr. Nicolayev, seorang guru besar di The Moscow Psychiatric Institute. Beliau membandingkan dua kelompok penderita gangguan kejiwaan, dengan satu kelompok mendapat terapi medis sedangkan kelompok yang lain mendapat terapi puasa yang dilakukan masing-masing selama tiga puluh hari. Dari eksperimen itu disimpulkan bahwa pasien yang tidak dapat disembuhkan dengan terapi medis dapat disembuhkan dengan terapi puasa. Selain itu, orang-orang tersebut tidak mengalami kekambuhan selama enam tahun kemudian. Menurut beberapa penelitian yang lain, puasa dapat memperbaiki kolesterol darah. Kadar kolesterol darah yang tinggi dalam jangka panjang akan menyumbat saluran pembuluh darah dalam bentuk aterosklerosis (pengapuran atau pengerasan pembuluh darah). Hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa puasa dapat meningkatkan kolesterol darah HDL, yang dikenal sebagai kolesterol darah baik karena dapat mengurangi risiko terjadinya aterosklerosis, sebesar 25 mg persen dan menurunkan lemak trigliserol sekitar 20 mg persen. Lemak trigliserol merupakan bahan pembentuk kolesterol LDL yang dikenal sebagai kolesterol jahat karena memiliki sifat yang berlawanan dengan HDL. Dengan mekanisme tersebut puasa dapat mengurangi risiko terjadinya stroke. Menurut Prof. Rochmad Romdoni dari Rumah Sakit Umum Haji Surabaya, orang yang memiliki tekanan darah tinggi ringan sampai sedang yang disertai kelebihan berat badan dianjurkan berpuasa karena puasa dapat membantu menurunkan tekanan darah. Akan tetapi, mereka yang mengidap hipertensi berat atau sakit jantung diharapkan tidak berpuasa, atau dapat berkonsultasi dengan dokter ahlinya. Manfaat puasa yang juga dapat dibuktikan secara alamiah adalah peremajaan kembali dan perpanjangan harapan hidup. Metabolisme yang lebih rendah, produksi protein yang lebih efisien, meningkatnya sistem kekebalan, dan bertambahnya produksi hormon berkontribusi terhadap manfaat puasa. Hormon antipenuaan juga dihasilkan dengan lebih efisien selama berpuasa. Beliau melanjutkan, bagi orang sehat, puasa dapat mengurangi risiko terkena penyakit diabetes mellitus tipe 2 yang disebabkan oleh kurang sensitifnya hormon insulin dalam mengontrol kadar gula darah. Sebab, pengurangan konsumsi kalori secara fisiologis akan mengurangi sirkulasi hormon insulin dan kadar gula darah. Selanjutnya, sensitivitas hormon insulin dalam menormalkan kadar gula darah akan meningkat. Dengan demikian, puasa memberikan kesempatan kepada kelenjar pankreas untuk beristirahat. Saat ini banyak dilakukan usaha pengobatan diabetes mellitus dengan mengikuti "sistem puasa" selama 10-20 jam. Setiap kelompok mendapatkan pengaruh sesuai keadaan. Kemudian, para penderita mengonsumsi makanan ringan secara berurutan kurang dari tiga minggu. Metode ini telah mencapai hasil yang menakjubkan dalam pengobatan diabetes mellitus tipe 2 tanpa menggunakan obat kimiawi. 20 | Rubrik Kesehatan | Puasa Menyehatkan 1000guru Edisi ke-21 | November 2012 Puasa itu Menyehatkan Eko Fuji Ariyanto (Staf Pengajar FK UNPAD Bandung) Kontak: ekofujiariyanto1985(at)gmail.com 1000guru.net | 21 Rubrik Kesehatan | Puasa Menyehatkan 1000guru Edisi ke-21 | November 2012 Probosuseno, dr., Sp.PD, seorang dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Dr. Sardjito menjelaskan, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan puasa juga memiliki beberapa manfaat yang lain. Di antaranya adalah membantu penyembuhan maag yang fungsional serta meningkatkan volume semen, persentase spermatozoa hidup, dan jumlah total spermatozoa. Selain itu, penyakit kulit khususnya jamur akan lebih cepat membaik dengan berpuasa. Agar memberikan manfaat yang optimal, puasa yang kita laksanakan haruslah sesuai dengan kaidah agama dan kesehatan. Oleh sebab itu, mari kita simak beberapa tip dari Probosuseno, dr., Sp.PD berikut ini. •Minumlah dengan cukup, sekitar 8-10 gelas per hari. •Untuk kebutuhan kalori, biasanya wanita membutuhkan kalori sekitar 1.900 kalori, sedangkan pria 2.100 kalori. Kalori sebanyak ini dapat dipenuhi dari makanan dan minuman yang disantap selama sahur dan berbuka puasa. Akan tetapi, tentu saja makanan dan minuman tersebut harus memenuhi standar gizi, yaitu 50 persen karbohidrat, 25 persen lemak, 10-15 persen protein, serta vitamin dan mineral secukupnya. •Saat berbuka puasa, hendaknya tidak makan sekaligus banyak, tetapi secara bertahap. dimulai dengan menikmati makanan ringan atau minuman yang manis. Jika Anda suka kurma, makanlah buah yang berasa manis ini. Selain berguna untuk menyuplai energi, kurma juga kaya zat gizi seperti kalium, magnesium, niasin, dan serat. •Walaupun kurang bernafsu atau masih mengantuk, hendaknya kita tetap menyantap sahur. Akan tetapi perlu diingat bahwa sebaiknya makan sahur tidak terlalu kenyang, kira-kira sepertiga dari kebutuhan kalori sehari. •Jika tidak bisa makan nasi dalam jumlah yang cukup banyak (karena ada perubahan pada lambung dan gerakan usus) cobalah untuk makan makanan ringan. Untuk mencegah sembelit, sebaiknya sayur dan buah dikonsumsi setiap hari. •Beristirahatlah pada siang hari. Hal ini berguna untuk menghindari keluarnya keringat yang sangat banyak. •Jika ingin berolahraga, lakukanlah pada sore hari sekitar satu atau setengah jam sebelum berbuka. Catatan: Artikel ini pernah juga diterbitkan di harian Kompas pada 8 September 2008 dan sekarang dimuat ulang di majalah 1000guru dengan izin penulis. 1000guru.net Nobel Kesastraan 2012 diraih Mo Yan, seorang sastrawan dari negeri China. Dua tahun sebelumnya, Nobel Perdamaian juga diraih oleh warga China, Liu Xiabo, seorang pejuang pro-demokrasi yang hingga kini masih dalam kurungan penjara di negerinya. Namun demikian, dalam dunia Sastra, Mo Yan menjadi warga China pertama yang berhasil mengukir nama dalam anugerah Nobel yang ke-111 ini. Sebenarnya nama negeri China juga telah dikenal lama dalam perolehan Nobel Sastra, namun Gao Xingjian yang menang pada tahun 2000 dan dilahirkan di negeri China kini telah beralih warga kenegaraan menjadi warga Perancis; dan walaupun Pearl Buck yang memenangkan Nobel tahun 1938 dengan penghargaan atas karyanya yang luar biasa indah menggambarkan kehidupan petani di China sekaligus juga penghargaan atas kisah hidupnya, Pearl Buck adalah penulis berkebangsaan Amerika. Mo Yan adalah nama samaran dari penulis bernama asli Guan Moye. Mo yan dalam bahasa China bisa diartikan ‘diam’ atau ‘jangan bicara’. Dilahirkan pada tahun 1955 dari keluarga petani, sang penulis meninggalkan sekolah pada usia 12 tahun untuk bekerja dan menjalankan pendidikan sebagai tentara. Masa kecilnya dihabiskan di Gaomi, provinsi Shandong, di belahan timur laut China. Bukunya pertama kali terbit tahun 1981, dan mulai menuai kesuksesan menulis sejak tahun 1987 dengan karya berjudul Hong gaoliang jiazu (Sorghum Merah), sebuah novel yang juga difilmkan, berkisah tentang kejadian yang menyedihkan saat invasi Jepang ke China tahun 1930-an. Karya-karya tulisnya menyuguhkan kehidupan petani di pinggiran desa, orang-orang yang berjuang untuk bertahan hidup dan memperjuangkan martabat diri, yang terkadang menang namun juga kerap gagal, demikianlah penilaian dari Swedish Academy perihal kemenangan Mo Yan. Mo Yan dinilai berhasil mengangkat dan memadukan ‘cerita rakyat, sejarah, dan masa kekinian’ dalam aliran ‘realisme halusinasi’. Sekilas tentang Nobel Sastra Sejak tahun 1901, Nobel Kesastraan diberikan sekali dalam setahun kepada penulis terpilih dengan persyaratan utama, sebagaimana amanah dari Alfred Nobel, sang penulis terbukti menghasilkan karya sastra luar biasa dengan kecenderungan ideal. Karya sastra yang dimaksudkan adalah rangkaian karya sastra sang penulis secara keseluruhan. Istilah pesan yang mencantumkan kata ‘ideal’ inilah yang selanjutnya memicu kontroversi Nobel Sastra. Pada awal abad duapuluhan, panitia Penghargaan Nobel menafsirkan kata ideal tersebut sebagai curahan keinginan semata. Karena alasan inilah, Panitia Nobel tidak memberikan penghargaan kepada sejumlah penulis besar pada masa mereka seperti James Joyce, Leo Tolstoy, Anton Chekhov, Marcel Proust, Henrik UIbsen dan Henry James. Seiring perjalanan waktu, pesan tersebut pun menjadi ditafsirkan secara lebih terbuka. Akhirnya, penghargaan Nobel pun dimaksudkan sebagai prestasi abadi sekaligus bukti dari keteguhan ideaslime sang penulis. Pada kurun waktu belakangan ini, penghargaan Nobel Sastra dimaknai sebagai hasrat memperjuangkan hak asasi manusia. Oleh beberapa pengamat, anugerah Nobel kini pun dinilai lebih sarat bermuatan politis. Akademi Swedia sebagai pihak panitia telah banyak dihujani kritik terkait proses pemberian penghargaan ini, seperti banyak penulis terkenal yang tidak diberi penghargaan, atau bahkan masuk sebagai nominasi. Sementara itu, ada banyak penerima penghargaan yang justru dinilai tidak 22 | Rubrik SosBud | Mo Yan 1000guru Edisi ke-21 | November 2012 Mo Yan dan Nobel Sastra 2012 Triyoga Dharmautami (mahasiswi S3 di University of Auckland, Selandia Baru, serta staf pengajar UNNES Semarang) Kontak: dear_yoga@yahoo.com 1000guru.net | 23 Rubrik SosBud | Mo Yan 1000guru Edisi ke-21 | November 2012 layak untuk meraih penghargaan ini. Kontroversi lainnya juga terkait dengan kepentingan politik dalam proses pengajuan nominasi dan seleksi akhir penerima Nobel. Prosedur pemilihan penganugerahan dilakukan oleh Swedish Academy setiap tahunnya dengan mengirimkan permintaan nominasi calon penerima Anugerah Nobel Sastra. Yang berhak mengajukan adalah para anggota Akademi, para anggota kelompok masyarakat sastra, para professor bidang bahasa dan sastra, para penerima anugerah sebelumnya, dan para pimpinan organisasi dunia penulis. Tapi tidak diizinkan untuk mengajukan atas nama pribadi. Ribuan pengajuan diterima menjelang 1 Februari dan diseleksi. Bulan April, Akademi mengumpulkan dua puluh nama calon. Bulan Mai, lima nama diperoleh dan dalam waktu sekitar empat bulan, karya-karya para penulis ini dibaca dengan seksama. Bulan Oktober, para anggota Akademi mengambil suara dan calon yang mendapatkan lebih dari separuh suara dinyatakan sebagai pemenang anugerah Nobel. Akademi memiliki kemampuan memahami tigabelas bahasa. Jika ada calon yang terdaftar dengan bahasa di luar dari ketiga belas bahasa tersebut, panitia meminta sejumlah penerjemah dan pakar tersumpah untuk menyimak karya-karya sang penulis. Mo Yan dan Kritik Anugerah Nobel 2012 pun tak lepas dari hujan kritik. Beberapa pihak memandang Mo Yan belum pantas menyandang penghargaan dunia ini. Para kritikus menilai karya-karya Mo Yan lebih condong menyuarakan pidato-pidato Mao Zedong, tokoh pimpinan kaum komunis. Sejumlah jurnalis dari dunia Barat juga mempertanyakan posisi Mo Yan dalam organisasi komunis. Kritik juga datang dari penulis asal China, Liao Yiwu, yang berusia 54 tahun. Liau Yiwu yang mendapatkan Anugerah Perdamaian tahun ini dari German Book Trade menilai karya Mo Yan belum layak mendapatkan Nobel karena cenderung berpihak kepada pemerintahan. Keberatan tersebut disanggah oleh seorang anggota Akademi, Goran Malmqvist, yang menerangkan keberatan serupa sebenarnya juga telah terjadi saat pengambilan suara. Namun demikian, panitia berhasil meraih konsensus dan memilih Mo Yan dari lima finalis dengan cara yang ‘sangat damai’. Sanggahan juga datang dari seorang profesor yang menekuni studi tentang bangsa China, Michael Hockx, yang tidak berpendapat bahwa penulis dari bangsa China dinilai berhasil jika mereka menyerang pemerintahannya. Menurutnya, penulis yang baik tetaplah seorang penulis dengan kekuatan dan kemampuannya menyuarakan idealisme dalam tulisan. Bagi Hockx, Mo Yan lihai menuangkan ceritanya tentang masyarakat pinggiran dengan ‘atmosfir yang mempesona tanpa malu-malu memaparkan kekejaman dan kekerasan kenyataan yang dia saksikan’. Seorang professor lainnya, Howard Goldblatt, yang juga telah menerjemahkan karya-karya Mo Yan ke dalam bahasa Inggris, berkeyakinan bahwa karya Mo Yan dan Charles Dickens (penulis ternama asal Inggris dari masa Victoria dengan karya-karya besar dengan kritik sosial) dapat disandingkan karena keduanya terbukti menulis ‘karya besar yang sarat dengan daya imaginasi luar biasa dan pesan moral yang kuat’. Karya-karya Mo Yan antara lain adalah novel Jiuguo (Republik Anggur) yang dinilai satir, Shengsi pilao (Kehidupan dan Kematian Tak Menakutkanku), Tanxiangxing (Kematian Cendana), dan yang terbaru Wa (Kodok),yang mengisahkan konsekuensi dari kebijakan satu anak yang dijalankan di China dengan setting cerita orang pinggiran. Bahan Bacaan: http://en.wikipedia.org/wiki/Hallucinatory_realism http://www.nobelprize.org/nobel_prizes/literature/laureates/2012/ 1000guru.net Setelah proses perjuangan yang panjang, akhirnya pada Selasa 18 Oktober 2011 pukul 11.40 WIB, ketokan palu Pramono Anung pada Sidang Paripurna DPR yang dihadiri seluruh fraksi dan Komisi VIII menjadi pertanda disahkannya Convention on the Right of Persons with Disabilities (CRPD/Konvensi mengenai Hak Penyandang Disabilitas) menjadi undang-undang. Ratifikasi tersebut bermakna Indonesia menyepakati isi dari CRPD, yang termasuk di dalamnya tercantum Pasal 1 tentang Tujuan dari Konvensi, yakni: “Tujuan dari Konvensi ini adalah untuk memajukan, melindungi dan menjamin penikmatan semua hak asasi manusia dan kebebasan mendasar secara penuh dengan setara oleh semua orang penyandang disabilitas, dan untuk memajukan penghormatan atas martabat yang melekat pada diri mereka.” Salah satu hak yang wajib dipenuhi negara adalah, sebagaimana termaktub pula pada Pasal 21, kebebasan berekspresi dan berpendapat serta akses terhadap informasi. Berikut rincian dari pasal tersebut: (a): (Negara) Menyediakan informasi yang dimaksudkan untuk konsumsi masyarakat umum kepada penyandang disabilitas dalam bentuk yang dapat diakses dan teknologi yang tepat bagi berbagai jenis kecacatan pada waktu yang tepat dan tanpa adanya biaya tambahan; (b) (Negara) menerima dan memfasilitasi penggunaan bahasa isyarat, Braille, komunikasi augmentatif dan alternatif, serta semua sarana, cara dan bentuk komunikasi lain yang dapat diakses, berbagai yang dipilih oleh penyandang disabilitas dalam interaksi formal. Barangkali, istilah penyandang disabilitas terbilang asing bagi khalayak umum. Yang biasa kita dengar adalah ‘cacat’. Bagi kalangan yang peduli atas kesetaraan di antara sesama istilah ini dirasa menyiratkan ketimpangan karena membeda-bedakan antara yang dianggap sempurna dan yang tidak. Disabilitas (disability) berakar dari kata (adjektif) ‘able’ yang berarti ‘mampu’ atau ‘bisa’ yang menjadi kata benda ‘ability’ dengan tambahan awalan ‘dis-‘ yang mengandung makna berlawanan (opposite). Pada intinya, setiap manusia mampu melakukan sesuatu untuk bertahan hidup. Namun demikian, di antara kita ada yang dikarunia dengan keterbatasan fisik. Sekali lagi, keterbatasan fisik bukan berarti kendala yang tidak ada jalan keluarnya. Mereka mampu beraktivitas, dengan alat bantu sekaligus tentu dengan kepedulian kita untuk saling menerima dan berbagi. Berbagi informasi juga merupakan salah aktivitas penting, terutama di zaman serba digital ini. Namun, perlu diketahui bahwa kebutuhan informasi tentang sejarah masa lalu juga penting untuk mengembangkan kehidupan yang lebih baik di masa sekarang dan masa depan. Museum merupakan salah satu ruang terbuka yang berperan memfasilitasi masyarakat umum belajar mengenal dan mengingat kembali sejarah negeri, sekaligus tempat berekreasi tentunya. Ada banyak museum yang sebenarnya dapat kita singgahi dengan kekhasan koleksi benda-benda yang dipajang. Di kotak pencarian Google di internet, sebagai salah satu sumber informasi paling cepat saat ini, dengan mengetik satu kata ‘museum’ saja, segera akan kita dapati berderet pilihan jenis dan lokasi museum di layar komputer. Sebut saja, museum Fatahillah di Jakarta, museum geologi di Bandung, hingga museum kereta api di Ambarawa. 24 | Rubrik SosBud | Museum Mpu Tantular 1000guru Edisi ke-21 | November 2012 Catatan Kecil dari Museum Mpu Tantular Transpiosa Riomandha (Aktivis BOL BRUTU – Gerombolan Pemburu Batu, alumnus Antropologi UGM) Kontak: http://ziarah-visual.blogspot.com/ 1000guru.net | 25 Rubrik SosBud | Museum Mpu Tantular 1000guru Edisi ke-21 | November 2012 Tentu terlintas pendapat bahwa bila pergi ke museum-museum semacam itu, kita tentu saja harus mengandalkan indera penglihatan yang berfungsi dengan baik. Mari sejenak kembali kepada kutipan berita di awal tulisan ini. Bila di Indonesia telah ada kesepakatan pengesahan CPRD untuk menghargai dan menyediakan fasilitas umum termasuk untuk warga dengan keterbatasan fisik, pertanyaan yang mucul adalah bagaimana dengan saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan panca indera. Apakah sudah ada fasilitas agar mereka juga dapat menikmati informasi yang disuguhkan dalam sebuah museum? Di Sidoarjo, sekitar 20 kilometer dari Surabaya, tersebutlah Museum Mpu Tantular dengan beragam koleksi peninggalan sejarah. Pelajaran Sejarah telah mengenalkan kita kepada nama Mpu Tantular sebagai seorang pujangga yang mengukir karya besar dari zaman Majapahit, Kitab Sutasoma. Cikal bakal museum ini awalnya didirikan di Kota Surabaya pada tahun 1937 oleh Godfried Hariowald von Faber. Kepedulian warga Surabaya yang berkebangsaan Jerman ini menunjukkan betapa pentingnya nilai sejarah dalam kehidupan suatu bangsa. Berbagai perkembangan dilalui hingga keberadaan museum ini ditangani oleh pihak pemerintah daerah dan diresmikan dengan nama Museum Negeri Jawa Timur Mpu Tantular pada tahun 1974. Lokasi museum kemudian berpindah ke Sidoarjo pada tahun 2004. Di Museum Mpu Tantular inilah kita dapat kunjungi Ruang Tuna Netra. Seperti bagian dari museum pada umumnya, Ruang Tuna Netra juga menyajikan replika beberapa artefak. Pengertian umum dari artefak adalah barang peninggalan bersejarah. Dalam arkeologi, artefak dapat berupa benda maupun bahan alam yang dibuat oleh (tangan) manusia atau yang dengan jelas menampakkan jejak-jejak buatan manusia. Artefak menjadi salah satu bukti kecakapan manusia untuk mempertahankan hidup dalam kurun waktu tertentu. Koleksi Museum Mpu Tantular yang dapat kita saksikan mencakup peninggalan dari zaman purba, zaman peninggalan Hindu-Budha, zaman Islam, zaman kolonial, perkembangan teknologi modern dan yang terkait dengan kesenian. Jadi, mulai dari bebatuan, fosil, benda-benda yang digunakan pada zaman purbakala seperti kapak, nekara, dan manik-manik hingga sejumlah bukti perkembangan iptek seperti telepon meja, sepeda kayu, sepeda motor uap, dan instrumen musik klasik yang diputar dengan tangan, Shimponion, dapat kita simak wujud dan kisah perjalanannya masing-masing. Yang terbilang istimewa dari Museum Mpu Tantular sekaligus alasan dinamakan Ruang Tuna Netra, selain artefak-artefak yang ada bisa dijamah dan diraba oleh pengunjung, ada tambahan keterangan untuk tiap koleksi yang disajikan, dengan menggunakan huruf Braille. Bahkan, kita dapat temukan pula replika sejumlah prasasti yang direka ulang dalam bahasa Indonesia, juga tertulis dalam huruf Braille. Namun demikian, ketersediaan Ruang Tuna Netra masih perlu dikembangkan sebagai bangunan yang bisa diakses oleh seluruh penyandang disabilitas. Masih banyak tata ruang yang harus dibenahi agar penyandang disabilitas dapat lebih nyaman Telepon zaman dulu, sebagai salah satu koleksi dengan keterangan dalam huruf Braille. Lempengan berisi keterangan salah satu koleksi, replika patung Durga Mahesasuramardhini yang bertangan delapan, ditulis dalam huruf Braille. Next >