< Previous405 2) Untuk memperkuat batang rambut, dengan cara membuatnya menyusut lebih padat. 3) Untuk membersihkan secara lebih sempurna sisa shampo, yang pada dasarnya bersifat lindi. 4) Untuk membuat hydrogen peroksida stabil dalam penyimpanan. Dalam keadaan stabil hydrogen peroksida dapat disimpan lebih lama. b. Basa dan penggunaanya Senyawa atau alkali juga banyak digunakan dalam proses penataan rambut, meskipun dapat menjadi penyebab utama berbagai kerusakan rambut, jika pemakaiannya kurang hati-hati Larutan dan kosmetika rambut yang bersifat lindi digunakan untuk mencapai beberapa tujuan sebagai berikut: 1) Untuk membuka dan memperbesar imbrikasi rambut, yang menutup terlalu rapat. Misalnya imbrikasi rambut pelawan atau resistan hair. 2) Untuk membuat batang rambut mengembang dan menjadi lebih lunak, sehingga mudah dibentuk. Berbagai molekul kosmetika rambut seperti larutan pengeriting, kosmetika penglurus dan pewarna rambut dapat mudah masuk ke dalam kulit rambut. 3) Untuk membersihkan minyak lemak alami, terutama yang berada dicelah-celah antara sisik selaput rambut secara lebih bersih dan mudah. 4) Untuk membuat larutan hidrogen peroksida menjadi tidak stabil. Sehingga larutan itu siap digunakan. c. Penggolongan asam Asam dapat dibedakan dalam 2 golongan yaitu: 1) Asam inorganik Asam inorganik atau asam mineral merupakan asam keras yang banyak digunakan dalam industri pupuk, pewarnaan, obat-obatan dan tidak digunakan untuk penataan rambut, yang termasuk dalam golongannya adalah asam sulfat, asam clorida, asam fosfat, dan asam nitrat. 2) Asam organik Asam organik adalah asam yang berasal dari hewan dan tumbuh-tumbuhan, seperti asam sitrik dari buah jeruk, asam asetat dari cuka, asam laktat dari susu. Kesemuanya merupakan asam lemah yang banyak digunakan sebagai pembilas rambut lotion kulit dan sebagainya. d. Basa atau alkali Basa atau alkali yang banyak digunakan dalam salon penata rambut antara lain adalah ammonium hidroksida NH4OH4 guna mengaktifkan hydrogen peroksida H2O2 dalam proses bleacing. Kalsium oksida CaO sebagai sumber panas eksatormik dalam keriting panas, kalium hidroksida KOH untuk membuat sabun lunak atau sabun hijau (green soap) dan natrium hidroksida NaOH untuk menghilangkan lemak dan 406 minyak serta juga digunakan sebagai bahan bahan dasar kosmetika pelurus rambut. Dalam keadaan murni kalium hidroksida dan natrium hidroksida merupakan basa keras yang dapat menimbulkan luka bakar dikulit. D. Penggunaan Kosmetika Pewarnaan Rambut Jika proses suatu jenis perawatan rambut dikehendaki hanya berlangsung dilapisan selaput rambut saja, maka baik digunakan kosmetika yang bersifat asam. Misalnya dalam menghadapi rambut kusut dan sulit diatur, kekusutan ini biasanya terjadi akibat penyasakan yang intensif, oleh penyasakan, sel-sel selaput rambut mencuat keluar dan menjadikan rambut bertautan satu dengan yang lain. Penggunaan pembilas yang bersifat asam akan menutup kembali imbrikasi rambut dan menghilangkan kekusutannya. Sebaliknya, jika dalam suatu perawatan rambut, prosesnya dikehendaki terjadi di dalam kulit rambut, maka perlu digunakan kosmetika rambut yang bersifat lindi. Misalnya dalam pewarnaan rambut yang bersifat permanen. Untuk keperluan tersebut dapat digunakan pewarna dari tumbuh-tumbuhan atau dari garam logam. Kedua-duanya akan melapisi batang rambut secara permanen. Tetapi rambut akan kehilangan kecemerlangannya yang wajar, karena selaput rambut terlapisi oleh bahan pewarna. Dengan menggunakan pewarna rambut jenis para yang bersifat lindi, proses pewarnaan akan dapat berlangsung dikulit rambut. Pemilihan kosmetika harus senantiasa didasarkan kepada kondisi rambut dan tujuan yang hendak dicapai. Penggunaan kosmetika rambut yang bersifat lindi, harus dilakukan dengan lebih hati-hati, karena sering menjadi penyebab utama terjadinya kerusakan rambut. E. Teknik Tes Kepekaan Kulit Sebelum melakukan pewarnaan rambut, terlebih dahulu melakukan tes kepekaan kulit, tujuannya agar tidak terjadi kesalahan kesalahan seperti: gatal-gatal atau alergi pada kulit. Caranya pertama-tama kulit belakang daerah telinga selebar bulatan telur dibersihkan dengan kapas, cara membersihkan jangan ditekan agar kulit tidak lecet, cukup digosok pelan saja sekali gasok atau 2 kali. Kemudian oleskan cat rambut yang telah diseduh air bersih, lalu oleskan pada kulit yang telah dibersihkan tadi. Biarkan selama 24 jam, jangan dicuci atau dibersihkan. Bagi kulit yang peka maka reaksi alergi akan dapat terlihat, yaitu kulit merah disekitar cat rambut yang menempel pada kulit ditengah atau daerah yang ditempelkan cat akan timbul bintik-bintik seperti biang keringat (meliaria) dan bila digaruk bintil-bintil akan pecah dan mengeluarkan air. Alergi akibat cat rambut rasanya sangat gatal. Hasil Patch-test di atas adalah positif, karena menimbulkan reaksi alergi, berarti pengecatan rambut tidak dapat dilakukan. Patch-test yang tidak menimbulkan reaksi alergi pada kulit disebut negatif, sebab pada kulit tidak terjadi perubahan-407 perubahan apapun setelah 24 jam, maka pengecatan rambut dapat dilanjutkan. F. Alat, Lenan dan Kosmetika Pewarnaan 1. Alat, Lenan dalam Pengecatan/Pewarnaan Rambut Dalam melaksanakan pengecatan/pewarnaan rambut, diperlukan alat dan lenan sehingga pekerjaan yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar. Alat dan lenan yang dibutuhkan diantaranya adalah: a. Plastik untuk alas lantai, biar lantai tidak terkena cat. b. Cape plastik sebaiknya yang pendek dan hitam. c. Cape pencucian. d. Handuk kecil 3 buah warna hitam, serta baju cat/schort warna hitam. e. Sarung tangan hitam. f. Sikat atau kuas cat. g. Tissue dan tutup telinga. h. Mangkok cat dari plastik atau melamin dapat juga dari kaca atau porselin. i. Jepit bergerigi. j. Sisir biasa. k. Kapas bersih yang telah dibuat bulatan-bulatan atau kapas dipotong berbentuk persegi. 2. Kosmetika Pewarnaan Adapun kosmetika yang diperlukan dalam pewarnaan adalah sebagai berikut: a. Shampo, sebaiknya shampo khusus untuk mencuci rambut setelah dicat. b. Color ex, berguna untuk menghilang cat yang menempel pada kulit, color ex ini tidak akan melunturkan cat yang sudah menyerap ke dalam kulit rambut, sebab color ex tidak mempunyai daya tembus pada kulit rambut. c. Cat rambut tergantung selera masing-masing produk cat yang akan dipergunakan. d. Cream kolesterol untuk menghilangkan cat yang menempel pada kulit. x Menerapkan tertib kerja berdasarkan peraturan kesehatan dan keselamatan kerja Semua alat, lenan dan kosmetika pewarnaan tersebut di atas disusun sesuai dengan tertib kerja berdasarkan peraturan kesehatan dan keselamatan kerja. x Melakukan persiapan kerja Agar semua pekerjaan di dalam pewarnaan dapat berjalan lancar dibutuhkan persiapan yang matang, sebagai contoh semua peralatan 408 yang dibutuhkan, kosmetika dan lenan sudah disusun sesuai urutan kerja. G. Prosedur Pewarnaan x Mendiagnosa kulit kepala dan rambut Sebelum proses pewarnaan dilakukan, maka diagnosalah kulit kepala dan rambut dengan teliti. Jangan sampai terjadi kesalahan, karena akan berefek tidak baik terhadap hasil pewarnaan rambut. Untuk itu perhatikan cara mendiagnosa rambut seperti pada lembaran rambut seperti pada lembaran diagnosa berikut ini. Tabel 6. Lembaran Diagnosa Pewarnaan Rambut LEMBAR ANALISA/DIAGNOSA PEWARNAAN RAMBUT 1. Nama : 2. Tanggal : 3. Oleh : 4. Warna yang diinginkan : 5. Warna dasar rambut : 6. Jumlah uban : 7. Jenis pewarnaan : a. Pewarnaan uban b. Pemudaan warna rambut c. High light d. Bleaching e. Lain-lain 8. Aplikasi a. Cat ulang b. Langsung c. Virgin d. Lain-lain 9. Persiapan kosmetik : a. Bleaching ……………… gram b. Hidrogen peroksida …... gram c. Cat warna ……………... gram 409 10. Waktu proses : a. Dengan climazon menit b. Tanpa climazon menit x Menyarankan model pewarnaan Model pewarnaan rambut pada dasarnya terdiri dari bermacam-macam warna, seperti coklat, coklat kekuningan, perak, biru dan sebagainya. Karena model pewarnaan tersebut bermacam-macam perlu disarankan pada pelanggan warna apa yang sesuai/cocok dengan warna rambut aslinya, jenis rambut, bentuk rambut dan umur. x Melakukan tes kepekaan kulit Bila telah selesai memberi saran model pewarnaan yang cocok dengan pelanggan, lanjutkan dengan melakukan tes kepekaan kulit, seperti telah dijelaskan pada halaman 404. Berikut adalah proses pewarnaan: 1. Menyisir rambut kemuka ke belakang, samping kiri dan kanan, setelah itu melakukan analisa kulit kepala dan rambut, agar tidak terjadi kesalahan dan kecelakaan sewaktu melakukan proses pengecatan. 2. Melakukan pencucian rambut sampai bersih dengan menggunakan shampo sesuai dengan jenis kulit kepala dan rambut. 3. Setelah itu rambut dikeringkan dengan alat pengering (hair dryer). 4. Setelah rambut kering, lakukan parting atau bagi seluruh rambut menjadi 4 bagian yang terdiri dari 2 bagian depan dan 2 bagian belakang membentuk garis simetris. 5. Pasangkan handuk kecil untuk penutup pundak dan pasangkan cape plastik hitam lalu pasangkan tisu disekeliling leher. 6. Oleskan cream cholesterol pada sekeliling luar garis rambut, untuk menghindari bagian lain terkena cat. 7. Kemudian persiapkan untuk mengaduk cat rambut, jangan lupa baca petunjuk penggunaan cat terlebih dahulu. Berikut adalah beberapa petunjuk cara menggunakan cat pewarnaan: a. Powder cat dicampur dengan air hangat kuku + H2O2 (Hidrogen peroxida). b. Cat bigen, kimis, peacock yang berbentuk powder dan di dalam kemasannya tidak terdapat H2O2, maka air yang digunakan air dingin biasa, biasanya cat ini telah dicampur dengan H2O2, karena H2O2 ini bentuknya bermacam-macam berupa cairan ada yang berupa liquid, berupa tablet atau berupa powder. c. Cat rambut berupa cream terdapat di dalam kemasan tube, cara menggunakannya menurut kebutuhan, H2O2 dari cat berupa powder, cream dalam kemasannya. d. Cat rambut berupa cairan, kemasannya botol berupa application. 410 Yang perlu diingat, bila cat rambut sudah dicampur dengan air atau yang berupa cream sudah dicampur hydrogen peroxide, maka segera dicat atau dipakai, sebab apabila cat tersebut tidak segera dipakai maka molekul cat akan membesar, sehingga molekul cat tidak dapat menembus imbrikasi rambut, akibatnya bila rambut dicuci, maka akan terlihat rambut akan menjadi putih (kembali ke warna semula). Jadi molekul cat rambut adalah kecil/halus dan lebih kecil daripada imbrikasi rambut, sehingga cat rambut dapat menembus imbrikasi rambut dan masuk ke dalam cortex (kulit rambut) hingga pada bagian terdalam dari kulit rambut. Sisa cat rambut yang telah dipakai tidak dapat disimpan, kecuali cat yang berupa cairan maka sisanya masih dapat dipergunakan asalkan botol catnya ditutup yang rapat dan disimpan dalam dusnya kembali/ditempat yang sejuk. 8. Setelah cat rambut dipersiapkan, mulailah mengecat rambut model untuk memudahkan pengecatan pelaksanaannya dimulai pada rambut bagian depan tengah/atas dan rambut yang telah dicat dapat dilepaskan ke arah sampingnya agak ke belakang, setelah satu bagian selesai dicat gulunglah rambut dan beri jepitan agar tidak mengenai kulit lainnya. 9. Setelah semua rambut selesai dicat, lepaskan jepitan, biarkan lepas dan jangan disisir karena akan mengakibatkan cat rambut akan terdorong keluar dari kulit rambut. x Melakukan pembilasan dan memeriksa hasil pewarnaan x Tunggu proses selama 30-40 menit tergantung kondisi rambut. x Setelah itu rambut dicuci/dibilas dengan air hangat kuku, yang sebelumnya bersihkan cat yang menempel pada kulit kepala dengan menggunakan ex color. x Gunakan shampo yang berwarna hitam atau ege shampoo medicated, shampo untuk rambut berketombe. Guna mendapatkan warna yang sesuai dengan permintaan pelanggan maka untuk mengaplikasikan produk pewarnaan harus mengikuti petunjuk yang ada pada kemasan serta sesuai dengan prosedur pewarnaan. Pada saat pembilasan perlu diperhatikan kebersihannya, jangan sampai tertinggal sisa-sisa pewarnaan dan sisa shampo. Terakhir periksa hasil pewarnaan, tanyakan pada pelanggan apakah sudah sesuai dengan keinginannya dan adakah ia merasa puas. H. Pewarnaan Dalam Penataan 1. Perkembangan Pewarnaan Pada mulanya pewarnaan ini hanya berfungsi untuk menutupi rambut yang putih, karena faktor usia atau hal lain, tetapi dalam lingkungan masyarakat tradisional atau yang sedang berkembang, tindakan mewarnai rambut diluar tujuan seperti di atas hampir tidak pernah dilakukan. 411 Sebaliknya di negara-negara industri, khususnya di negara barat, mewarnai rambut merupakan suatu hal yang bisa memperindah rambut mereka, dengan menambahkan warna-warna yang tidak jauh beda dengan warna rambut aslinya, sesuai dengan mode yang sedang berkembang. Dalam penelitian tentang pemakaian pewarna rambut di dunia Barat yang didasarkan atas motivasi penggunaan pewarna, Ralph G. Harry pada tahun 1975 menyimpulkan bahwa: a. Sektor warna mode (fashion shade market) Penggunaan pewarna rambut untuk tujuan memperindah warna asli dan mengikuti mode mencapai 66% dari penggunaan pewarna rambut secara keseluruhan. b. Sektor anti kelabu (anti grey market) Penggunaan pewarna rambut untuk tujuan menutupi warna kelabu rambut karena ketuaan usia dan faktor-faktor lain yang menyebabkan rambut kehilangan pigmen warna aslinya mencapai 33% dari penggunaan pewarna rambut secara keseluruhan. c. Sektor rambut putih (white hair market) Penggunaan pewarna rambut oleh mereka yang memiliki rambut putih dan ingin nampak bewarna pastel, mencapai 1% saja dari penggunaan pewarna rambut secara keseluruhan. 2. Istilah Teknis Pewarnaan Dalam Pewarnaan artistik dan korektif khususnya digunakan berbagai istilah teknis yang sudah berlaku secara umum diantaranya: a. Hue Hue adalah warna spectrum yang belum dicampur dengan warna lain. Hue merupakan warna-warna primer dan sekunder yang terdapat dalam spectrum warna. b. Tint Tint adalah warna spectrum yang telah dimudakan dengan mencampurkan warna putih. c. Shade Shade adalah warna spectrum yang dibuat menjadi lebih tua dengan memberi campuran warna hitam. d. Tone Tone adalah derajat kedalaman atau intensitas suatu warna. e. Lift Lift adalah tindakan mengurangi kedalaman atau intensitas warna sehingga hasilnya lebih muda dari warna sebelumnya. 412 f. Cover Cover adalah tindakan melapisi batang rambut dengan zat pewarna yang bertujuan membuat warna rambut lebih tua. g. Warm colors Warm colors adalah warna-warna dengan dominasi warna merah, jingga dan kuning. h. Cool colors Coll colors adalah warna-warna dengan dominasi unsur hijau, biru dan ungu. i. Netral colors Netral colors adalah warna-warna netral seperti putih, kelabu dan hitam. j. Natural base color Natural base color adalah warna pigmen rambut asli sebelum dilakukan pewarnaan. k. Artificial base color Artificial Base Color adalah pewarna rambut yang telah ada dalam kulit rambut sebelumnya. l. Dye colors Dye Colors adalah nama-nama warna yang bersifat deskriptif bagi produk pewarna yang ada. Misalnya Dark Warm Brown, Beigi, blonde, Platinum Blonde Biru, Merah, Hitam dan sebagainya. m. Fashionable names of colors Nama-nama warna yang sengaja dibuat berlainan oleh pabrik seakan-akan berbeda dengan produk lain, meski pada dasarnya sama. Nama-nama tersebut biasanya bersifat romantis dan tidak deskriptif. Misalnya Sahara Light atau Shocking Pink dan sebagainya. n. Drabbing action in colors Drabbing action in colors adalah proses yang saling menetralisir pada warna. Istilah pewarnaan di atas akan masih terus berkembang dan bertambah, sejalan dengan perkembangan teknik dan variasi dalam pewarnaan. 3. Estetika Dalam Pewarnaan a. Perwarnaan artitistik Pewarnaan artitistik atau artistic coloring bertujuan untuk menciptakan efek keindahan tertentu dengan menciptakan kontras wakewaHasuwada1) ramPra) b) c) d) e) f) arna antaraseluruhan raKontras warna, melaianya pada radah sulit dilaarna. Pewarnaanan bagian ramFrosting. Frosting ambut secaraoses kerja dRambut tedrayer. Pemakaianlubang dapenjapit dadengan meBagi ramb(pemudaanpada rambBiarkan ramenit. Cuci rambhingga berapuh. Rambut di Untuk lebih a suatu bambut lainnywarna dimankan melalambut tertenakukan lagi,n artistik dibmbut yang dadalah tindaa penuh, ydari frosting ierlebih dahuln topi khusan melalui luan dilakukanenggunakanbut yang bern warna), unbut yang akaambut yang but dengan ersih, beri ckeringkan deh jelasnya bGamSbagian ramya. aksud dibualui penghilantu yang pe, kontras wabedakan daldimudakan wakan memudyang dilakukini adalah: lu dicuci bersus untuk ubang topi n frosting pan sikat cat. rwarna hitamntuk mempean di frostingakan di frosair hangatconditionerengan blow isa dilihat pambar. 10.5. Pewumber : DEPDmbut tertenat bukan mangan ataumudaan waarna dibuat dam 6 macawarnanya, didakan warnkan pada rarsih dan dikefrosting yanitu rambut ada rambut m sebaiknyaermudah masg. sting terbukat tanpa meagar rambdraying. ada gambar warnaan FrostiDIKBUD (1999)ntu denganmelalui pena pemudaanrnanya secadengan penam berdasariantaranya: na beberapaambut warneringkan denng memilikidikeluarkanyang keluara dilakukan bsuknya warna, biarkan seenggunakan ut tidak kedi bawah inng 413 n warna ambahan n warna. ara teknis ambahan kan letak a untaian na hitam. ngan hair i lubang-n dengan r tersebut bleaching na terang elama 30 shampo ering dan ni. 414 2) Tipping Tipping adalah tindakan memudakan warna beberapa untaian rambut yang hanya dibagian ujung-ujung saja. 3) Streaking Streaking adalah tindakan memudakan warna beberapa untaian rambut yang berada dibahagian depan. 4) Halo lightening Halo lightening adalah tindakan memudakan warna rambut yang berada di daerah mahkota. 5) Echoing (bonde on bonde atau mutation blonding) Echoing adalah tindakan memudakan warna rambut seperti dalam frosting, tetapi dilakukan pada rambut pirang, jika tingkat kepirangan tidak memungkinkan lagi dimudakan, kontras warna dapat dibuat dengan penambahan warna. 6) Spotting. Spotting adalah tindakan memudakan warna rambut secara terputus-putus atau dalam bentuk bercak-bercak tidak teratur. b. Pemudaan warna Praktek pemudaan warna di atas dapat digunakan satu-satu atau dipadukan dengan serasi. Selain itu juga dikenal pewarnaan yang disebut bayangan warna 3 dimensi atau three dimensional shading. Rambut dibagi dengan pembagian mendatar (horizontal sectioning), dengan ketentuan bagian bawah diberi warna paling tua, bagian tengah dengan warna lebih muda dan bagian teratas dengan warna paling muda, garis batas antar tingkat warna dibuat mejadi membaur. Bisa dilihat pada gambar ini. Next >