< Previous83Proses Sosialisasi dalam Pembentukan Kepribadiandalam masyarakat. Selain itu, sekolah juga memberikanpandangan yang lebih konkret tentang nilai-nilai,norma-norma, aturan-aturan yang ada, berikut menjadimedia penyaluran pewarisan nilai-nilai dan sikapmasyarakat. Selain itu, sekolah juga mempunyaiperanan penting terhadap pembentukan nilai-nilai danaturan yang ada dalam masyarakat.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwaterdapat dua fungsi penting sekolah dalam prosessosialisasi, yaitu:1)Memberikan pengetahuan dan keterampilan yangdiperlukan untuk mengembangkan daya intelek-tual, agar siswa dapat hidup layak dalam masya-rakat.2)Membentuk kepribadian siswa agar sesuai dengan nilai-nilaidan norma-norma yang ada di dalam masyarakat.c.Kelompok PergaulanCoba ingat kembali masa kecilmu. Saat itu kamumempunyai banyak teman dalam satu kelompokbermain. Dalam hal ini, kelompok pergaulan berupakelompok bermain, kelompok persahabatan, dan ke-lompok kerja, di mana setiap anggota memiliki ke-dudukan dan peran yang relatif sama serta ikatan yangerat.Dalam interaksi biasanya setiap anggota mulaimeniru pola-pola tingkah laku kelompok. Individumulai mengubah pola-pola perilakunya disesuaikandengan pola perilaku kelompok tersebut. Denganmaksud supaya ia tetap diterima oleh kelompoknya.Kelompok ini menjadi penting dalam sosialisasi karenadalam kelompok seperti ini anak atau remaja dapatmempelajari bagaimana berinteraksi dengan orang laintanpa pengawasan langsung dari orang tua, guru, atau orang-orangterhormat lainnya. Pada usia remaja, kelompok pergaulanberbentuk kelompok persahabatan yang lebih luas. Perkembanganselanjutnya, dapat menuju ke terbentuknya sebuah geng atau klik.Geng adalah kelompok sosial yang memiliki kegemaran melanggarnorma dan menerjang nilai-nilai yang baku, misalnya berkelahi,membuat keributan, merusak fasilitas umum, dan lain-lain.Sedangkan klik adalah kelompok kecil tanpa strukturformal yang mempunyai pandangan atau kepentinganbersama.d.Media MassaCoba catat berapa banyak kamu menonton tayangantelevisi dalam sehari. Lalu, identifikasi apa saja yangkamu tirukan dari tayangan tersebut. Mungkin modelbaju, cara bicara atau gaya-gaya hidup yang lain. Me-dia massa merupakan alat sosialisasi yang pentingkarena dapat membantu memberikan pengetahuankepada masyarakat tentang norma-norma dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Media massa sepertitelevisi, radio, surat kabar, majalah, tabloid, film, danlain-lain dapat memberikan model peranan jati dirinya.Sumber:Dokumen PenulisGambar 4.7Kelompok bermain sangat efektif dalamsosialisasi.Sumber:Tempo, 3 Juni 2001Gambar 4.8Media massa ikut berperan dalamsosialisasi anak.Sumber:Dokumen PenulisGambar 4.6Sekolah memberikan pengetahuan dankeahlian.SOSIOLOGI Kelas X84Glamoritas dan Kekerasan dalam Sinetron Indonesia”Orang terhadap televisi sudah tidak hanya melihat atau menontonlagi, tetapi sudah terlibat di dalamnya” (McLuhan).Pernyataan di atas mengukuhkan betapa kuatnya pengaruh televisibagi kehidupan para penontonnya. Jelas, separuh hidup kita dibenamkandalam tayangan-tayangan yang membuai imaji, ilusi, dan impresi kita. Nikmatmemang menjalani hidup dengan ”si kotak ajaib” ini, ia membantu kitamelepaskan realitas yang terjadi pada diri kita. Bius program-programnyamengantarkan kita ke alam antah berantah yang tidak pernah kita sentuh,bahkan kita bayangkan. Lihat saja si Clara dalam sinetron ”Dara Manisku”yang ditayangkan di RCTI setiap Rabu pukul 08.00 malam yang hidupdalam limpahan materi, bergaya hidup bak putri raja yang keinginannyaselalu bisa dipenuhi. Ini memang sengaja dihadirkan televisi hanya untukmeraih rating yang tinggi, tanpa melihat dampaknya yang luas bagi generasibangsa ini. Akibatnya, tidak jarang kehidupan remaja saat ini terpengaruh.Kehidupan glamor, merebaknya hp, hedonisme, konsumerisme menjadipaham yang dipegang teguh. Terlebih budaya shooping menjadi hobi utamapara remaja saat ini.Selain program-program sinetron glamor yang mencengangkan di atas,tayangan kekerasan (violence) berupa pembunuhan, perkelahian, perkosaan,pelecehan seksual, dan sejenisnya yang mengandung adegan-adeganantisosial meneror anak-anak yang masih labil dan berpotensi tinggimelakukan peniruan terhadap adegan-adegan tersebut. Coba saja kita tengoksejenak tayangan sinetron ”Tangisan Anak Tiri” yang diperankan Dea Imutdi SCTV. Sinetron tersebut memang berkategori anak-anak, tetapi sangattidak layak dikonsumsi anak-anak, bahkan cenderung mengarah padapraktik-praktik kekerasan pada anak-anak (child abuse). Adegan-adegankekerasan, yang tersaji di layar kaca kita selama ini tampaknya memangsengaja mengeksploitasi ketegangan dan kengerian kepada parapenontonnya. Imbasnya, pada tahun lalu kita dikejutkan oleh sebuah beritakriminal dari program ”Sergap” di RCTI yang menyiarkan tragedi memilukantentang seorang bocah yatim berumur 5 tahun yang babak belur, bahkanbeberapa tulangnya patah akibat ”dismack-down” oleh dua kakak angkatlaki-lakinya gara-gara meniru adegan perkelahian di sinetron.Sumber:http//www.kpi.id/index.php? Categoryid = 10&P 2000_articleid = 22Himmelewipert dalam Televi-sion and Child menyatakan,siaran televisi mengajarianak untuk mengenal ke-hidupan masyarakatnya danmasyarakat lain. Siarantelevisi berfungsi sebagaiwahana proses sosialisasi.Anak-anak diajari mengenalnilai-nilai luhur tetapi merekajuga disuguhi nilai-nilai buruk.Oleh karena itu, hendaknyakita selalu menyeleksitayangan-tayangan apayang harus ditonton danyang tidak perlu ditonton?5.Macam-Macam SosialisasiProses sosialisasi dilakukan oleh setiap individu sejak ia lahir dimuka bumi. Bahkan, seorang bayi yang baru lahir melakukansosialisasi, belajar membuka mata untuk melihat dunia, belajarmemegang sesuatu dan belajar merasakan sesuatu. Bersamaan denganberjalannya waktu, pembelajaran bayi mengenai dunia terusNamun di lain pihak, media massa dapat pula mengubah perilakumasyarakat. Iklan-iklan yang ditayangkan media cetak danelektronik mempunyai potensi untuk mengubah pola konsumsiatau bahkan gaya hidup masyarakat. Media massa dapat puladipergunakan untuk memengaruhi bahkan mengubah pendapatumum.85Proses Sosialisasi dalam Pembentukan Kepribadianberlangsung. Belajar berjalan, belajar berbicara, belajar makan, belajarmengenal sesuatu. Pada intinya, sosialisasi tidak mungkin terhentiselama individu tersebut masih hidup. Berdasarkan tahapannya,sosialisasi dapat dibedakan menjadi dua tahap, yaitu sosialisasiprimer dan sekunder (Mayor Polak: 1979).a.Sosialisasi PrimerSosialisasi primer terjadi pada anak berusia di bawahlima tahun. Pada saat sosialisasi primer, seseorang akandapat mengenal lingkungan terdekatnya, misalnya ibu,bapak, kakak, adik, paman, bibi, nenek, kakek, temansebaya, tetangganya, dan bahkan dirinya sendiri.Dengan demikian, proses sosialisasi primer adalahproses sosialisasi di lingkungan keluarga. Pada prosesini, seorang anak akan melakukan pengenalan akandirinya sendiri, yang pada akhirnya si anak akan me-miliki jati diri yang berbeda dengan orang lain.b.Sosialisasi SekunderSosialisasi sekunder terjadi setelah sosialisasi primerberlangsung, namun sosialisasi primer merupakandasar dari sosialisasi sekunder. Sosialisasi iniberlangsung di luar keluarga. Dalam proses sosialisasisekunder, anak akan mendapat berbagai pengalamanyang berbeda dengan keluarga. Jika dalam sosialisasiprimer yang berperan adalah orang tua dan keluargadekatnya, maka dalam sosialisasi sekunder yangberperan adalah orang lain seperti teman sepermainan,teman sekolah, dan teman sebaya. Hal ini terlihatsetelah anak berumur lebih dari 5 tahun, anak akanmemperluas pergaulan. Ia mulai mengenal guru disekolahnya, teman bermain, tetangganya, dan lain-lain.Sumber:Dokumen PenulisGambar 4.10Teman bermain berperan besar dalamsosialisasi sekunder.Sumber:quasar.net.idGambar 4.9Keluarga berperan penting dalam so-sialisasi primer.SosialisasiMenurut Hasan Mustafa, sosialisasi adalah sebuah proses di manakita belajar melalui interaksi dengan orang lain, tentang cara berpikir,merasakan, dan bertindak, di mana kesemuanya itu merupakan hal-halyang sangat penting dalam menghasilkan partisipasi sosial yang efektif.Peran sosialisasi dalam kehidupan manusia sangat penting, antara lainmampu memberikan dasar bagi manusia untuk berpartisipasi dalamkehidupan bermasyarakat dan mampu melestarikan kehidupan masyarakatitu sendiri. Tanpa adanya sosialisasi, mustahil manusia untukmengembangkan kehidupan sosial dengan sesamanya. Sementara itu, tanpaadanya sosialisasi nilai-nilai budaya maka generasi penerus akan kesulitanmenemukan identitas budayanya.Ada beberapa syarat terjadinya sosialisasi, antara lain sebagai berikut.Pertama, secara biologis memungkinkan manusia untuk selalu mengadakanpembelajaran. Ia lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan yangsenantiasa berubah dari waktu ke waktu. Sosialisasi manusia senantiasaberkembang seiring dengan perkembangan biologisnya. Kedua, lingkunganyang baik juga akan mempermudah manusia dalam bersosialisasi.Sosialisasi dilakukan manusia sejak ia dilahirkan di dunia. Semenjakbayi, manusia telah hidup dalam lingkungan sosial. Oleh karena itu, fungsiSOSIOLOGI Kelas X86Dikenal dua pola sosialisasi,yaitu:•Sosialisasi represif, dimana kebijakan orangtua berupa hukuman ter-hadap kesalahan anakserta lebih menekankankepada kepatuhan anakkepada orang tua dan ke-inginan orang tua ter-hadap anak.•Sosialisasi partisipatif, dimana akan menjadipusat sosialisasi, keutuh-an anak menjadi penting.sosialisasi adalah mengalihkan segala macam informasi yang ada dalammasyarakat tersebut kepada anggota-anggota barunya agar mereka dapatsegera dapat berpartisipasi di dalamnya. Artinya, yang disosialisasikanoleh manusia adalah kebudayaan yang berintikan nilai yang berkaitandengan hal baik dan buruk serta norma yang berkaitan dengan aturan bakuyang harus dipatuhi manusia. Sosialisasi bisa berlangsung karena peraninstitusi, media massa, individu, dan kelompok.Ada tiga teori yang menjelaskan proses pembelajaran dalam sosialisasi.1.Teori pembelajaran sosial (social learning theory)Menurut B.F. Skinner (1953), proses pembelajaran sosial bisa dilakukandengan mengkondisikan. Orang tua yang menginginkan anaknya taatdan patuh, bisa mengkondisikan keadaan di lingkungan rumahnyadengan memberi contoh, menasihati, memuji, atau memberi hukuman.Menurut Albert Bandura, proses pembelajaran dalam sosialisasi bisadilakukan dengan meniru perilaku orang lain. Anak bisa berperilakudisiplin dengan meniru kedisiplinan yang diterapkan kedua orang tuanya.2.Teori perkembangan individu (developmental theory)Menurut Erik Ericson (1950), dalam sosialisasi ada delapan tahapperkembangan: rasa percaya pada lingkungan, kemandirian, inisiatif,kemampuan psikis dan pisik, identitas diri, hubungan dengan oranglain secara intim, pembinaan keluarga/keturunan, penerimaankehidupan.3.Teori interaksi simbolis (symbolic interaction theory)Inti dari teori ini adalah memusatkan pada kajian tentang bagaimanaindividu menginterpretasikan dan memaknakan interaksi-interaksisosialnya. Menurut Herbert Mead (1934) ada tiga proses tahapanpengembangan diri: preparatory stage saat anak mencoba memberikanmakna pada perilakunya, play stage saat anak mulai belajar berperanseperti orang lain, dan game stage saat anak melatih ketrampilansosialnya.Sumber: dikutip secara bebas dari tulisan Hasan Mustafa dalamhttp://home.unpar.ac.id/~hasan/SOSIALISASI.docB.Faktor-Faktor Pembentuk KepribadianPada dasarnya, kepribadian diartikan sebagai suatu kebiasaan dansikap yang bersifat tetap serta menjadi karakteristik dalam diriseseorang. Kepribadian menentukan bagaimana seseorang berpikir,merasa dan bertindak dalam kehidupan sehari-harinya. Sedangkanmenurut Koentjaraningrat, kepribadian adalah beberapa ciri watakyang diperlihatkan seseorang secara lahir, konsisten, dan konsekuenSetiap manusia melakukan proses sosialisasi, tidak terkecuali dirimu.Proses sosialisasi berlangsung selama manusia masih hidup di dunia ini.Melalui proses sosialisasi, kepribadian seseorang individu dapat terbentuk.Untuk memahami lebih jauh mengenai proses sosialisasi, cobalah lakukanpengamatan sederhana terhadap proses sosialisasi yang ada di lingkungansekitarmu. Temukan pula kepribadian yang dapat terbentuk dalam sosialisasitersebut. Tulislah hasilnya dalam bentuk tulisan dengan gaya bahasa yangmudah dipahami. Selanjutnya, kumpulkan pada guru.87Proses Sosialisasi dalam Pembentukan Kepribadiandalam bertingkah laku, sehingga individu memiliki identitas khususyang berbeda dengan orang lain. Adanya kepribadian dalam diri sese-orang tidaklah semata-mata diperoleh sejak lahir, namun lingkungansosial ikut berperan dalam pembentukannya. Dalam hal ini,kepribadian seseorang diperoleh karena adanya proses sosialisasi dimana individu belajar dari lingkungan sosial sedikit demi sedikit,bagaimana bertingkah laku dan mengenal kebudayaan masyarakat.Misalnya, anak belajar bergaul, menghormati orang tuanya, meng-hormati hak milik orang lain, berlaku jujur, rajin beribadah, dan lain-lain.George Herbert Mead menyatakan bahwa kepribadian manusiaterjadi melalui perkembangan diri. Perkembangan kepribadian dalamdiri seseorang berlangsung seumur hidup. Menurutnya, manusia yangbaru lahir belum mempunyai diri. Diri manusia akan berkembangsecara bertahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat. Meadmengemukakan pengembangan diri atau kepribadian seseorangberlangsung melalui beberapa tahap sebagai berikut.1.Imitation Stage (Tahap Peniruan)Tahap ini merupakan tahap permulaan di mana seorangbayi menanggapi orang lain hanya sebagai bentukimitasi atau peniruan. Mereka mengikuti perilaku-perilaku tertentu tanpa mengetahui maksud perilakutersebut. Mereka belum mampu menggunakan simbol-simbol sehingga Mead menyimpulkan bahwa padatahap ini seorang bayi belum memiliki diri.2.Play Stage (Tahap Bermain)Pada tahap ini, seorang anak kecil mulai belajarmengambil peran orang yang berada di sekitarnya.Misalnya, menirukan peranan yang dijalankan orangtuanya atau orang dewasa lain yang sering berinteraksidengannya, seperti kakak, nenek, polisi, dokter, sopir,dan lain-lain.3.Game Stage (Tahap Bermain Peran)Pada tahap ini, seorang anak mengetahui peran yangharus dijalankan bahkan mengetahui peran yang harusdijalankan oleh orang lain. Hal ini terlihat pada seoranganak yang tengah bermain kasti. Anak tersebut tahuperanannya sendiri dalam permainan, misalnyasebagai pelempar bola. Ia mengetahui pula bagaimanaperanan temannya yang menjadi pemukul bola,penangkap bola, pemain tengah atau pemain belakang.4.Generalized Others (Tahap Umum Lainnya)Pada tahap ketiga ini, seorang anak telah mampumengambil peranan yang ada di dalam masyarakat. Iamampu berinteraksi dengan orang lain karena telahmemahami peranannya sendiri serta peran orang lainyang menjadi mitra interaksinya. Contoh: sebagai se-orang siswa, ia mengetahui peranan gurunya atau sebagaiseorang cucu, ia pun memahami peranan neneknya.Sumber:Dokumen PenulisGambar 4.12Pada peristiwa inilah anak telah memasukitahap bermain peran.Sumber:id.wikipedia.orgGambar 4.11Semua bayi mengalami imitation stage.SOSIOLOGI Kelas X88Setiap individu satu dengan individu lainnya memiliki kepribadi-an yang berbeda-beda dan khas. Walaupun ada beberapa kepribadianyang tampak sama, namun secara keseluruhan mereka berbeda pula.Lalu, bagaimana dengan anak kembar? Perbedaan ini pun berlaku padaanak kembar. Walaupun secara fisik mereka tampak sama, namun sifat-sifat khas dalam dirinya berbeda.Perbedaan kepribadian terjadi karena dipengaruhi oleh beberapafaktor. Faktor-faktor tersebut antara lain warisan biologis, lingkunganalam, dan lingkungan sosial. Warisan biologis biasanya berupa bawaandari ayah, ibu, nenek, dan kakek. Pengaruh ini tampak pada inteligensidan kematangan fisik. Seperti ciri-ciri fisik, tingkat IQ, bakat seseorang,dan sifat-sifat khas yang diturunkan oleh orang tuanya. Namun,warisan biologis mempunyai potensi untuk berkembang yangdipengaruhi oleh pengalaman sosialnya. Misalnya, seorang yangberbakat bermain musik. Didukung dengan rasa cinta terhadap musikdan latihan keras, ia berhasil menjadi seorang pemetik gitar yang hebat.Perbedaan kepribadian dapat pula disebabkan oleh faktorlingkungan alam. Perbedaan iklim, topografi, dan sumber daya alammenyebabkan manusia harus menyesuaikan diri terhadap alam. Olehkarena itu, kepribadian orang yang hidup di daerah kutub berbeda dengankepribadian orang yang tinggal di daerah tropis ataukepribadian penduduk yang tinggal di daerah pegunungan,serta kepribadian orang Indonesia tentu berbeda dengankepribadian orang Amerika.Selain kedua hal di atas, kelompok tempat bergabungpun dapat memengaruhi kepribadian seseorang, sepertilingkungan keluarga, sekolah, kerja, dan masyarakat luas.Hal ini disebabkan setiap kelompok mempunyai nilai dannorma yang disosialisasi secara terus-menerus olehanggotanya. Oleh karenanya, sebagian besar kepribadianseseorang dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Misal-nya, kepribadian seorang tukang becak tentu berbedadengan kepribadian seorang guru atau kepribadian anakrumahan berbeda dengan kepribadian anak jalanan.Hidup Tanpa SosialisasiTahun 1938, tepat di musim dingin, seorang pekerja sosial denganrasa ingin tahu berjalan ke sebuah pintu di rumah pertanian daerah pedesaanPennsylvania. Dalam upaya menyelidiki kemungkinan terjadinya kasuspenyiksaan anak, pekerja sosial itu segera menemukan seorang anakberusia lima tahun yang disembunyikan di gudang lantai kedua. Anak itubernama Anna yang terjepit di atas sebuah kursi tua dengan tangan terikatdi atas kepalanya sehingga ia tidak dapat bergerak. Begitu pun kakinyaterlihat begitu lemah sehingga ia tidak dapat menggunakannya.Anna dilahirkan tahun 1932 dari seorang wanita berusia 26 tahun yangmenikah dan terganggu secara mental yang tinggal bersama ayahnya.Sedangkan ayahnya sendiri tidak bisa menerima cucu tidak sah dari anakperempuannya itu di rumah. Sebab itu, Anna menghabiskan enam bulanpertamanya di berbagai klinik perawatan. Karena ibunya tidak mampumembayar biaya perawatan, Anna kembali ke rumah kakeknya yang tidakmenyukainya.Sumber:Dokumen PenulisGambar 4.13Seorang tukang becak memiliki ke-pribadian tersendiri.Pembentukan kepribadianseseorang dipengaruhi oleh:•Warisan biologis.•Lingkungan alam.•Lingkungan sosial.89Proses Sosialisasi dalam Pembentukan KepribadianC.Pengaruh Sosialisasi Nilai (Budaya)terhadap Pembentukan KepribadianKepribadian tidak akan tumbuh jika seorang individu tidakmemiliki pengalaman-pengalaman sosial. Di dalam kelompok sosialseorang individu akan mempelajari berbagai nilai, norma, dan sikap.Dengan mengetahui dari mana lingkungan sosial seseorang berasal,dapat diketahui kepribadian seseorang tersebut. Dengan kata lain,sosialisasi berperan dalam membentuk kepribadian seseorang. Jikaproses sosialisasi berlangsung dengan baik, maka akan baik pulakepribadian seseorang. Begitu sebaliknya, jika sosialisasi berlangsungkurang baik, maka kurang baik pula kepribadian seseorang. Misalnya,seorang anak yang berasal dari keluarga yang broken home tentunyasi anak mengalami sosialisasi yang kurang baik, akibatnya anaktersebut menjadi nakal. Dengan demikian, proses pembentukankepribadian dimulai dari proses sosialisasi baik di lingkungankeluarga, teman sepermainan, lingkungan sosial, lingkungan kerja,maupun lingkungan masyarakat luas. Lebih jelasnya, dapat dilihatpada bagan berikut ini.Dari bagan di atas, kita bisa melihat bahwa kepribadian seseorangbanyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan media massa. Tidakaneh apabila ada anak yang telah dibekali oleh orang tuanya dengan Sumber:Dokumen PenulisGambar 4.14Bagan pengaruh sosialisasi.Untuk mengurangi kemarahan ayahnya, ibu Anna memindahkannyake loteng di mana ia hanya menerima sedikit perhatian dan sususecukupnya. Di sanalah ia tinggal hari demi hari, bulan demi bulan, tanpaberhubungan dengan manusia lain selama lima tahun lamanya.Kondisi Anna sangat kurus dan lemah dalam berpikir. Dia tidak dapattertawa, tersenyum, bicara atau bahkan tidak dapat menunjukkankemarahannya. Dia sama sekali tidak mampu memberikan tanggapan apa-apa, seolah-olah hidup sendiri di dunia yang kosong.Sumber:Sociology, John C. Macionis, 6th edition, Prentice Hall Inc., New Jersey, 1997Kaji dan analisislah kasus di atas! Dari kasus di atas terlihat betapa penting-nya proses sosialisasi bagi individu. Sebagai seorang calon sosiolog, apayang dapat kamu tangkap dari kasus di atas berdasarkan materi yang telahkamu peroleh, apabila dilihat dari proses sosialisasinya dan faktor pem-bentukan kepribadian Anna? Kerjakanlah kegiatan ini dengan temankelompokmu. Hasilnya tulislah dalam selembar kertas dan kumpulkan padaguru.SOSIOLOGI Kelas X90beragam nilai dan norma, menjadi berantakan karena bergaul denganlingkungan yang tidak sehat. Apalagi di era globalisasi ditandai denganpergaulan bebas. Nilai dan norma yang telah ditanamkan oleh keduaorang tua seakan-akan menjadi absurd dan ketinggalan zaman.Benarkah?Selain itu, kepribadian seseorang dipengaruhi pula oleh kebudaya-an yang berlaku di lingkungan sekitar. Kebudayaan merupakan pola-pola tindakan yang sering diulang-ulang yang akhirnya menjadi sebuahkebiasaan. Kebiasaan-kebiasaan ini digunakan untuk memberikan arahkepada individu ataupun kelompok, bagaimana seharusnya iaberhubungan atau berinteraksi dengan orang lain bahkan, telahmenjadi tuntutan masyarakat di mana pun dan dalam kurun waktukapan pun. Oleh karena itu, kebiasaan-kebiasaan melekat dalam dirimasyarakat, diperkenalkan dan dipelajari oleh individu-indivitu secara terus-menerus. Dalam proses yang panjanginilah, kepribadian terbentuk seiring dan sesuai dengankebudayaan setempat. Oleh karena itu, kebudayaanantarsatu daerah dengan daerah lain berbeda, maka dapatdipastikan kepribadian dari dua kebudayaan tersebutberbeda pula. Misalnya, seorang yang berasal dari sukuJawa tentu memiliki kepribadian yang berbeda denganseorang yang berasal dari suku Batak. Orang yang berasaldari suku Jawa terkesan lebih halus dan lembut. Namun,orang Batak terkesan tegas dan keras. Perbedaan inimenunjukkan adanya pengaruh kebudayaan terhadap pem-bentukan kepribadian seseorang.Selain proses sosialisasi, kebudayaan setempat dapat memengaruhikepribadian seseorang. Misalnya, orang asing yang berasal dari budayaBarat akan memiliki kepribadian yang berbeda dengan orang yang berbudayaTimur. Sebagai tugas terakhirmu dalam bab ini, cobalah bersama temansekelompokmu membuat sebuah kliping yang menunjukkan adanyapengaruh kebudayaan terhadap kepribadian individu. Selanjutnya, berikankesimpulan sederhana mengenai isi kliping yang telah kalian buat. Hasilnyakumpulkan kepada guru tepat pada waktu yang telah ditentukan. Selamatbekerja!Sumber:Indonesian Heritage 9, halaman 76Gambar 4.15Melakukan upacara adat merupakan satuwujud nilai budaya yang mampu me-mengaruhi kepribadian seseorang.Pada dasarnya, pembentukankepribadian seorang individudipengaruhi oleh prosessosialisasi individu tersebutdan juga kebudayaan di manaindividu tinggal dan menetap.Sosialisasi merupakan suatu proses di mana individu mulai menerimadan menyesuaikan diri dengan unsur-unsur kebudayaan (adat istiadat,perilaku, bahasa, dan kebiasaan-kebiasaan) masyarakat, mulai darilingkungan keluarga sampai pada masyarakat luas. Proses sosialisasi yangdialami oleh individu mampu membentuk kepribadian diri individu tersebut.Dengan kata lain, sosialisasi merupakan salah satu proses dalampembentukan kepribadian.Untuk memahami lebih lanjut, salin dan lengkapilah beberapa pengertiandi bawah ini ke dalam buku catatanmu dengan menggunakan beragamsumber pustaka.91Proses Sosialisasi dalam Pembentukan Kepribadian1.Faktor yang Memengaruhi Proses Sosialisasia.Sifat dasarb.Lingkunganc.. . . .d.. . . .e.Motivasi2.Media-Media Sosialisasia.Keluargab.Sekolahc.. . . .d.Media3.Faktor-Faktor Pembentukan Kepribadiana.Warisan biologisb.. . . .c.Lingkungan sosial4.Tahap Pengembangan Diri/Kepribadian Menurut Meada.Imitation stageb.. . . .c.. . . .d.Generalized OthersA.Jawablah pertanyaan dengan tepat!1.Jelaskan pengertian sosialisasi menurut Hasan Shadily!2.Sebutkan dan jelaskan dua cara terjadinya sosialisasi!3.Jelaskan fungsi umum sosialisasi!4.Sebutkan faktor-faktor pembentuk kepribadian!5.Jelaskan peranan sosialisasi dalam membentuk kepribadian!6.Jelaskan mengapa keluarga disebut tempat pertama ber-langsungnya sosialisasi!7.Sebutkan fungsi penting sekolah dalam proses sosialisasi!8.Sebutkan tujuan dari proses sosialisasi itu sendiri!9.Bilamana proses sosialisasi dikatakan berhasil?10.Jelaskan hubungan antara sosialisasi dengan kepribadian!B.Belajar dari masalah.Tika anak terakhir keluarga Dahlan. Ayah Tika seorangpengusaha yang hebat. Bisnisnya ada di segala bidang mulai daribisnis otomatik, bahan bangunan, oli dan gas, bahkan tekstil.Perusahaannya tersebar di seluruh Indonesia. Oleh karenanya,ayah Tika jarang berada di rumah. Interaksi antarkeluarga punjarang terjadi. Hal ini mengakibatkan kebersamaan keluarga Tikaterenggut oleh kesibukan keluarga. Sebagai seorang pemimpin,ayah Tika bersikap keras serta otoriter. Sayang, sikap ini puladiterapkan dalam keluarganya.SOSIOLOGI Kelas X92Memaksakan keinginan, memarahi setiap anak-anaknyaselalu dilakukan ayah Tika. Tidak dapat dimungkiri ibu Tika punmenuruti apa yang menjadi keinginan suaminya. Walaupunterkadang tidak sesuai dengan hati nuraninya.Keadaan ini membuat Tika merasa tidak nyaman berada dirumah. Tidak jarang sebagian waktunya dihabiskan bersenang-senang dengan teman-temannya. Tekanan, paksaan, dan marahandari Pak Dahlan selalu menghiasi telinganya setiap kali bertemu.Padahal, dalam lubuk hatinya ia merindukan sikap lembut,perhatian, serta dukungan dari sang ayah. Namun, apa yangdidapatkan hanyalah sebaliknya. Hal inilah yang membuat Tikaserasa ingin lari dari keluarganya. Bersenang-senang bersamateman-teman adalah jalan satu-satunya mengusir segalakepenatannya. Menurut Tika, hanya kehidupan luar rumahlahyang mengerti masalahnya. Lambat laun Tika menjadi anak nakal.Mengonsumsi minuman beralkohol, selalu pulang malam, bahkanobat-obatan terlarang merupakan hal yang biasa bagi Tika.Sebagai seorang calon sosiolog, cobalah analisis kasus di atasapabila dilihat dari sudut pandang sosiologi. Untuk memudah-kanmu dalam menganalisisnya, jawablah pertanyaan-pertanyaanberikut ini.a.Bagaimana proses dan pola sosialisasi yang diterapkan dalamkeluarga Tika?b.Bagaimana pengaruhnya terhadap kepribadian Tika?c.Dalam kasus di atas terlihat betapa pentingnya peran keluargadalam proses sosialisasi yang akhirnya membentukkepribadian, pertanyaannya mengapa keluarga berperanpenting?d.Apa yang akan kamu lakukan, seandainya kamu adalah Tika?Ketika bayi dilahirkan, dia tidak tahu apa-apa tentang diri dan lingkungannya.Walaupun begitu, bayi tersebut memiliki potensi untuk mempelajari diri danlingkungannya. Apa dan bagaimana dia belajar, banyak sekali dipengaruhioleh lingkungan sosial di mana dia dilahirkan. Kita bisa berbahasa Indonesiakarena lingkungan kita berbahasa Indonesia, kita makan menggunakansendok dan garpu, juga karena lingkungan kita melakukan hal yang sama.Demikian pula apa yang kita makan, sangat ditentukan oleh lingkungankita masing-masing. Setelah dewasa pun lingkungan sosial memengaruhikehidupan kita. Kita berbuat baik atau buruk karena lingkungan yangmembentuknya. Jika kita bergaul di lingkungan yang buruk, secara otomatisperilaku yang kita lakukan pun menjadi kurang baik. Hal ini dikarenakan,kita telah mensosialisasi nilai-nilai yang ada di lingkungan tersebut. Namun,berbeda apabila kita bergaul di lingkungan yang sehat, maka hasilnya akanbaik pula. Nilai dan norma yang telah disosialisasi akan terpatri dalam hati,yang pada akhirnya menjadi sebuah kepribadian diri yang baik. Lingkunganyang buruk akan merusak kepribadian yang baik.Next >