< Previous19Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik Tahapan orientasi merupakan struktur yang berisi pengenalan latar cerita berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen. Latar digunakan pengarang untuk menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca. Dengan kata lain, latar merupakan sarana pengekspresian watak, baik secara fisik maupun psikis. Selanjutnya, kalian menginjak komplikasi. Apa yang dimaksud dengan komplikasi? Komplikasi berisi urutan kejadian, tetapi setiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat. Peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain. Pada tahapan struktur ini, kalian akan mendapati karakter atau watak pelaku cerita yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu dan hal itu diekspresikan dalam ucapan dan tindakan tokoh. Dalam komplikasi itulah berbagai kerumitan bermunculan. Kerumitan tersebut bisa saja terdiri lebih dari satu konfik. Berbagai konflik ini pada akhirnya akan mengarah pada klimaks, yaitu saat sebuah konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi. Klimaks ini merupakan keadaan yang mempertemukan berbagai konflik dan menentukan bagaimana konflik tersebut diselesaikan dalam sebuah cerita. Untuk mencapai sebuah selesaian atau leraian, diperlukan evaluasi. Pada tahapan evaluasi ini, konflik yang terjadi diarahkan pada pemecahannya sehingga mulai tampak penyelesaiannya. Setelah itu, kalian akan mengenal struktur berikutnya, yaitu resolusi. Pada resolusi, pengarang akan mengungkapkan solusi dari berbagai konflik yang dialami tokoh. Resolusi berkaitan dengan koda. Ada juga yang menyebut koda dengan istilah reorientasi. Koda merupakan nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari sebuah teks. Sama halnya dengan tahapan abstrak, koda ini bersifat opsional. Sekarang kalian sudah memahami struktur sebuah teks cerita pendek. Struktur rangkaian kejadian dalam cerita pendek sering disebut dengan alur atau plot. Rangkaian kejadian ini disusun sebagai sebuah interrelasi fungsional yang sekaligus menandai urutan bagian dalam keseluruhan cerita. Dengan demikian, alur itu merupakan perpaduan antara unsur-unsur yang membangun cerita sehingga merupakan kerangka utama cerita. Dalam pengertian ini, alur merupakan suatu jalur tempat lewatnya rentetan peristiwa yang merupakan rangkaian pola tindak-tanduk yang berusaha memecahkan konflik yang terdapat di dalamnya. Menurut Nurgiyantoro (1988), terdapat dua teknik penyampaian cerita, yaitu alur progresif atau alur lurus, yang mengisahkan rangkaian peristiwa secara kronologis, dan alur regresif (flashback) atau sorot balik, yang urutan peristiwa ceritanya tidak kronologis atau tidak berurutan. Menurut kalian, bagaimana cara Damhuri Muhammad menyajikan rangkaian peristiwa dalam cerpen “Juru Masak” tersebut? Apakah ia menggunakan alur lurus ataukah alur regresif? Uraikan jawaban kalian di bawah ini.____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________20Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK Semester 1____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________Tugas 3 Memahami Kaidah Kebahasaan Teks Cerpen “Juru Masak”Selain struktur cerpen yang sudah kalian pahami, sekarang kalian harus mengenal aspek kebahasaan dalam sebuah cerpen. Berbicara tentang bahasa dalam karya sastra, tidak terlepas dari gaya atau stilistik. Akan tetapi, dalam perkembangannya, pengertian gaya juga dilihat di luar hubungan sastra. Paling tidak dibedakan dengan bahasa sastra dan bahasa nonsastra, misalnya bahasa teknik atau bahasa hukum. Gaya memang dihubungkan dengan pemakaian atau penggunaan bahasa dalam karya sastra. Gaya bahasa merupakan bahasa indah yang digunakan untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan serta membandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum. Penggunaan gaya bahasa ini dapat mengubah serta menimbulkan konotasi tertentu. Gaya bahasa merupakan bentuk retorik, yaitu penggunaan kata dalam berbicara dan menulis untuk meyakinkan atau mempengaruhi penyimak dan pembaca.Terdapat sekitar 60 gaya bahasa. Namun, Gorys Keraf membaginya menjadi empat kelompok, yaitu gaya bahasa perbandingan (metafora, personifikasi, depersonifikasi, alegori, antitesis, dan sebagainya), gaya bahasa pertentangan (hiperbola, litotes, ironi, satire, paradoks, klimaks, antiklimaks, dan sebagainya), gaya bahasa pertautan (metonimis, sinekdoke, alusi, eufemisme, elipsis, dan sebagainya), dan gaya bahasa perulangan (aliterasi, asonansi, antanaklasis, anafora, simploke, dan sebagainya). Agar kalian lebih mengetahui gaya bahasa ini secara mendalam, sebaiknya kalian mencari referensi lain mengenai gaya bahasa dari berbagai sumber. Baca dan pelajarilah.Gaya bahasa dan kosakata mempunyai hubungan erat, hubungan timbal balik. Semakin kaya kosakata seseorang, semakin beragam pulalah gaya bahasa yang dipakainya. Peningkatan pemakaian gaya bahasa jelas memperkaya kosakata pemakainya. Untuk itu, penting bagi kalian untuk mengembangkan kosakata bila hendak menulis.21Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik(1) Tugas kalian adalah mencari beberapa kosakata yang terdapat dalam cerpen “Juru Masak” yang jarang kalian temukan dalam keseharian. Tuliskan kosakata tersebut. Dengan bantuan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tuliskan pula artinya di kolom yang tersedia.No.KosakataMakna Kata1.GulaiSayur berkuah santan dan diberi kunyit serta bumbu khusus (biasanya dicampur dengan ikan, daging kambing, daging sapi, dan sebagainya).2.RebungAnak (bakal batang) buluh yg masih kecil dan masih muda, biasa dibuat sayur.3.4.5.6.7.8.9.10.(2) Seperti yang telah diuraikan di atas, terdapat beberapa gaya bahasa, seperti metafora, personifikasi, alegori, hiperbolam, dan sebagainya, yang berguna untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan serta membandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum. Penggunaan gaya bahasa ini biasanya akan menimbulkan makna konotasi. Tugas kalian sekarang adalah menemukan kalimat menggunakan gaya bahasa yang terdapat dalam cerpen “Juru Masak”, lalu tuliskanlah dalam kolom yang tersedia.22Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK Semester 1No.Gaya BahasaContoh dalam Kalimat1.AntitesisSejak dulu, Makaji tidak pernah keberatan membantu keluarga mana saja yang hendak menggelar pesta, tak peduli apakah tuan rumah hajatan itu orang terpandang yang tamunya membludak atau orang biasa yang hanya sanggup menggelar syukuran seadanya.2.RetorikOrang tua mana yang tak ingin berkumpul dengan anaknya di hari tua?3.4.5.6.7.8.9.10.(3) Salah satu ciri linguistik yang membangun teks cerita pendek adalah menggunakan kalimat yang menjelaskan peristiwa yang terjadi. Cobalah kalian temukan kalimat yang dimaksud dalam cerpen “Juru Masak” itu.a) Beberapa tahun lalu, pesta perkawinan Gentasari dengan Rustamadji yang digelar dengan menyembelih tiga belas ekor kambing dan berlangsung selama tiga hari, tidak berjalan mulus, bahkan hampir saja batal.b) ______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________c) ______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________23Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademikd) ______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________Tugas 4 Menginterpretasi Makna Teks “Juru Masak” Cerita pendek merupakan suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang obyeknya adalah manusia dan kehidupannya, dengan menggunakan bahasa sebagai medianya. Dalam hal ini, cerpen tidak saja merupakan media untuk menyampaikan ide, teori, atau sistem berpikir, tetapi juga merupakan media untuk menampung ide, teori, atau sistem berpikir manusia. Sebagai karya kreatif, cerpen harus mampu melahirkan suatu kreasi yang indah dan berusaha manyalurkan kebutuhan keindahan manusia. Dunia sastra dengan berbagai kerumitannya mencoba pula menyodorkan pemahaman dan kesadaran mengenai situasi dan berbagai masalah yang dihadapi umat manusia. Dalam hal ini, cerpen sebagai salah satu jenis karya sastra bermaksud menawarkan semacam dunia alternatif. Pengarang bermaksud memberi hiburan estetik sekaligus hendak menyentuh rasa dan nilai kemanusiaan atau sengaja menampilkan sesuatu dengan maksud menggugah pembaca dan kepeduliannya atas kehidupan ini. Cerpen tidak jatuh begitu saja dari langit. Cerpen diciptakan oleh sastrawan untuk dinikmati, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Sastrawan yang kreatif bermakna orang yang sanggup menemukan nilai-nilai yang telah ada dalam masyarakat, ia tidaklah menciptakan nilai-nilai baru. Kesanggupan sastrawan dalam menemukan nilai-nilai terbaik yang akan dijadikan tema dalam karyanya merupakan suatu hal yang menyangkut mutu kreativitas tersebut. Berangkat dari asumsi bahwa kelahiran cerita fiksi itu tidak lahir dari kekosongan sosial, atau dengan kata lain kehidupan sosial akan menjadi pemicu lahirnya sebuah karya, maka bila kalian menafsirkan cerpen “Juru Masak” yang telah diberikan di muka, kalian akan melihat bahwa Damhuri Muhammad telah merefleksikan kehidupan sosial di dalam karyanya. (1) Dalam menuliskan karyanya, seorang sastrawan tidak terlepas dari masyarakatnya.Dengan berpijak pada kenyataan yang dilihatnya, sastrawan tersebut menyodorkan fakta kepada pembaca. Pembaca memiliki hak untuk memberikan penilaian terhadap suatu hal tanpa merasa didikte dengan mengedepankan fakta-fakta sosial tersebut. Oleh sebab itu, untuk dapat menginterpretasi makna sebuah teks cerpen, ada baiknya kalian mengetahui latar belakang pengarang. Kalian bisa menggunakan berbagai sumber, baik buku, majalah, koran, maupun internet 24Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK Semester 1agar dapat mengetahui siapa sosok Damhuri Muhammad, pengarang cerpen “Juru Masak” tersebut. Dari sana kalian bisa menafsirkan makna cerpen yang ditulisnya. Tuliskanlah data yang kalian peroleh mengenai Damhuri tersebut dengan merangkainya menjadi kalimat. Kalian bisa melanjutkan kalimat yang telah tersedia berikut ini. Damhuri Muhammad lahir di Taram, Payakumbuh, Sumatera Barat. __________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________(2) Kalian sudah mengetahui bahwa Damhuri Muhammad berasal dari Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat. Seperti yang kalian ketahui, orang yang berasal dari daerah tersebut dikenal dengan sebutan orang Minang atau Minangkabau. Orang Minang dikenal sebagai masyarakat yang memiliki etos kewirausahaan yang tinggi. Hal ini terbukti dengan banyaknya bisnis yang dijalankan oleh pengusaha Minangkabau di seluruh Indonesia, bahkan hingga ke Malaysia dan Singapura. Wirausaha Minangkabau telah melakukan perdagangan di wilayah Sumatera dan Selat Malaka sejak abad ke-7. Kini, jaringan perantauan Minangkabau dengan aneka jenis usahanya merupakan salah satu bentuk kewirausahaan yang sukses di Nusantara. Hingga saat ini, tercatat beberapa nama yang telah menjadi pengusaha sukses karena melakukan budaya wirausaha ini, seperti Hasyim Ning, Rukmini Zainal Abidin, Anwar Sutan Saidi, Abdul Latief, Fahmi Idris, dan Basrizal Koto. Lantas, dapatkah kalian temukan kaitan fakta tersebut dengan cerita yang disuguhkan Damhuri dalam cerpennya? Diskusikanlah hal ini dengan teman sekelompok kalian yang terdiri atas 3—5 orang, kemudian paparkan pendapat kelompok kalian di depan kelas. Kelompok lain bisa memberikan sanggahan ataupun masukan. Lakukan secara bergantian untuk tiap kelompok.25Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik(3) Makanan Minang adalah bagian dari budaya yang telah menjadi salah satu penggerak ekonomi bagi masyarakat Minangkabau di mana pun keberadaannya. Makanan khas Minang yang bersantan dengan banyak bumbu dan cabe, telah mengantarkan banyak orang Minang hidup sukses di rantau sebagai pengusaha rumah makan. Keterampilan memadu kelapa untuk menjadi berbagai jenis gulai dengan dasar bahan pangan yang bervariasi telah menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Minang untuk dapat bertahan pada kerasnya kehidupan di rantau. Dapatkah kalian lihat sosok tokoh pada cerpen “Juru Masak” yang memiiki karakteristik tersebut? Siapakah tokoh itu?(4) Seperti yang telah dipaparkan di awal pelajaran ini, kata wirausaha memiliki makna orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan baru, memasarkannya, serta mengatur permodelan operasinya. Hal ini pun terlihat pada keahlian orang Minang dalam usaha rumah makannya ini. Penampilan rumah makan yang khas dengan geraian aneka makanan pada pintu masuk adalah salah satu cara jitu untuk memancing selera orang untuk datang ke rumah makan tersebut. Pemakaian bumbu yang banyak membuat makanan Minang berpenampilan atraktif dengan warna mencolok, seperti kuning, merah, hitam, dan hijau yang merangsang indera mata. Sedangkan aroma makanan yang khas akan menyergap indera penciuman, sehingga dapat dikatakan makan di rumah makan padang adalah sebuah pengalaman kuliner yang lengkap bagi sebagian orang. Hal itulah yang menjadi alasan mengapa usaha yang dijalankan orang Minang ini, khususnya usaha rumah makan, meraih kesuksesan di mana-mana. Kejadian serupa dialami pula oleh tokoh yang diciptakan Damhuri dalam cerpennya, kesuksesan di rantau dengan usaha yang sama, yaitu usaha rumah makan. Tokoh tersebut adalah Azrial. Dapatkah kalian ceritakan bagaimana kisah Azrial hingga ia harus hengkang dari kampung halamannya? Agar dapat bertahan hidup di rantau, apa yang dilakukannya? Diskusikanlah hal ini dengan teman sekelompok, lalu carilah beberapa kalimat yang menguatkan pernyataan kalian tentang kehidupan Azrial tersebut. Berdasarkan isi teks, berikut disajikan beberapa kalimat yang menguatkan perjalanan hidup Azrial hingga ia menjadi orang yang sukses. Namun, terdapat beberapa kalimat yang tidak berkaitan dengan hal itu. Untuk kalimat yang terbukti berkaitan dengan kehidupan Azrial, berilah tanda (ѵ) pada kolom (B), dan pada kolom (S) jika terbukti kalimat tersebut tidak menguatkan perjalanan hidup tokoh tersebut.26Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK Semester 1No.KalimatBS1.Sementara Azrial bukan siapa-siapa, hanya tamatan madrasah aliyah yang sehari-hari bekerja honorer sebagai sekretaris di kantor kepala desa. Ibarat emas dan loyang perbedaan mereka.32.Awalnya ia hanya tukang cuci piring di rumah makan milik seorang perantau dari Lareh Panjang yang lebih dulu mengadu untung di Jakarta.3.Dan kini, gayung telah bersambut, sekali saja ia mengangguk, Azrial akan segera memboyongnya ke rantau.4.Berkat kegigihan dan kerja keras selama bertahun-tahun, Azrial kini sudah jadi juragan, punya enam rumah makan dan dua puluh empat anak buah yang tiap hari sibuk melayani pelanggan.5.Perhelatan bisa kacau tanpa kehadiran lelaki itu.6.“Bahkan bila ia jadi kepala desa pun, tak sudi saya punya menantu anak juru masak!” bentak Mangkudun.7.Tanpa campur tangannya, kenduri terasa hambar, sehambar gulai kambing dan gulai rebung karena bumbu-bumbu tak diracik oleh tangan dingin lelaki itu.8.Sedikit demi sedikit dikumpulkannya modal, agar tidak selalu bergantung pada induk semang.9.Akan tetapi, tidak patut rasanya Mangkudun memandangnya dengan sebelah mata.10.Derajat keluarga Azrial memang seumpama lurah tak berbatu, seperti sawah tak berpembatang, tak ada yang bisa diandalkan.(5) Rendang, sebagai salah satu masakan Minang, telah diakui dunia sebagai makanan terlezat. Paduan berbagai bumbu dan santan yang khas itu telah memikat banyak orang. Di dalam cerpen, disebutkan beberapa masakan khas orang Minang, seperti gulai rebung, gulai kentang, gulai kambing, dan sebagainya. Ternyata, tidak hanya Sumatera Barat saja yang memiliki makanan yang bisa dibanggakan. Nusantara ini kaya akan berbagai makanan. Semua daerah di Indonesia memiliki makanan yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Berikut terdapat beberapa daerah dengan makanan khasnya. Hanya saja nama makanan yang ada tidak berpasangan dengan daerah asalnya. Tugas kalian adalah memasangkannya, dengan menuliskan angka yang merujuk pada nama makanan di samping daerah asal yang sebenarnya. 27Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan AkademikNo.Nama MakananDaerah Asal1.Mie Aceh(____)Sumatera Utara2.Gudeg (____)Jakarta 3.Air Mata Pengantin(____)Sulawesi Selatan4.Coto Makasar(____)Yogyakarta5.Sate Madura(__1__)Aceh6.Bala-bala(____)Riau7.Kue Bingka Kentang(____)Jawa Barat8.Bika Ambon(____)Bali9.Ayam Betutu(____)Kalimantan Barat10.Roti Buaya(____)Jawa TimurKegiatan 2Kerja Sama Membangun Teks Cerita PendekCerpen merupakan rangkaian peristiwa yang terjalin menjadi satu yang di dalamnya terjadi konflik antartokoh atau dalam tokoh itu sendiri dalam latar dan alur. Peristiwa dalam cerita berwujud hubungan antartokoh, tempat, dan waktu yang membentuk satu kesatuan. Peristiwa dalam cerpen ini bersifat imajinasi sebab peristiwa dideskripsikan dengan kata sebagai perasaan imajinasi pengarang terhadap sesuatu yang dibayangkannya. Rangkaian peristiwa itulah yang kemudian membentuk genre cerpen sehingga baik-buruknya suatu cerpen ditentukan pada penggambaran peristiwa yang dilukiskan oleh pengarangnya.Pada kegiatan 2 ini kalian diajak untuk membangun sebuah peristiwa berdasarkan imajinasi kalian. Peristiwa itu dapat kalian tuangkan ke dalam tokoh dengan latar dan alur yang kalian ciptakan. Dengan merekonstruksi nilai-nilai dan tujuan sosial yang menerapkan kebahasaan yang lazim digunakan serta mengikuti tahapan struktur teks yang telah ditetapkan, kalian diharapkan secara bersama bisa membangun sebuah cerita pendek.28Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK Semester 1Tugas 1 Memahami Karakter Cerpen “Sulaiman Pergi ke Tanjung Cina”Karakter utama sebuah cerpen adalah peristiwa, yaitu suatu kejadian yang di dalamnya ada hubungan antara tokoh, latar, dan alur. Peristiwa dalam cerpen menunjukkan dua pola, yaitu peristiwa monologis yang merupakan penggambaran keadaan dan kedirian yang bersifat tunggal. Dalam hal ini, tokoh bermonolog atau penulis menggambarkan keadaan. Peristiwa lainnya adalah dialogis, yang merupakan penggambaran keadaan hubungan tokoh dengan tokoh dalam suatu keadaan tempat dan waktu tertentu. Baik peristiwa monologis maupun dialogis selalu ada dalam sebuah cerpen.Bacalah cerpen “Sulaiman Pergi ke Tanjung Cina” berikut ini. Perhatikan dua peristiwa itu yang membangun cerpen tersebut.Sulaiman Pergi ke Tanjung CinaHanna Fransisca Kemilau emas memancar saat Zhu membentangkan benang emas di sudut kain pelepai. Sinar perak jarum di tangannya menyulam satu kehidupan tajam yang menusuk. Udara Danau Menjukut berbau bunga kopi, bertiup perlahan memasuki rongga hati, dan menghempas dada Zhu pada barisan awan di langit menuju ke arah laut, ke arah pantai, ke arah teluk Tanjung Cina. Di sanalah Sulaiman, lelaki yang telah menebas separuh umurnya, telah terkubur dan pergi. “Sulaiman. Sulaiman. Itulah Zhu, dan aku bicara padamu!” Bukit Barisan Selatan yang memanjang bergelombang seperti hidup, karang-karang yang menjorok runcing dan tegak menuju ke arah perih laut Hindia, dari Krui hingga Pulau Betuah. Dan bunga-bunga kopi, dan pucuk-pucuk damar, dan awan awan biru—semua jelmaan tanah Tuhan ini, semata tercipta untuk kesetiaan cinta pada Sulaiman. Kegembiraan separuh umur, dan kesedihan pada ujung hidupnya, menciptakan runcing jari-jari Zhu pandai menari. Menari dan bernyanyi di atas hamparan kain sulaman. Menyerut seluruh jiwa yang sedih, yang gembira, yang mabuk, dan putus asa. Lautan asmara, nyanyian cinta, kerinduan perih, dan pujian kepada tanah tempat lelakinya terkubur. Ia menyeru di atas sehelai kain pelepai, menggambar pola-pola yang rumit, dan membayangkan seluruh dirinya masuk. Menjadi naga yang menggerakkan seluruh gelombang tanah, bukit, gunung-gunung, menjadi liukan benang-benang emas dan rajutan benang-benang perak yang berkelit dan berkelindan dalam gulungan warna aroma ombak, hijau daun, putih awan. Next >