iiKelas XI SMA/SMKHak Cipta © 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RIDilindungi Undang-UndangMILIK NEGARATIDAK DIPERDAGANGKANKontributor Naskah : Js. Hartono dan Js. Gunadi.Penelaah : Xs. Oesman Arif, Xs. Buanadjaja, dan Js. Maria Engelina Santoso.Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.Cetakan Ke-1, 2014Disusun dengan huruf Calibri, 11 ptDisklaimer: Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.Katalog Dalam Terbitan (KDT) Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.— Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014. vi, 166 hlm. : ilus. ; 25 cm Untuk SMA/SMK Kelas XI ISBN 978-602-282-441-1 (jilid lengkap) ISBN 978-602-282-443-5 (jilid 2) 1. Khonghucu -- Studi dan Pengajaran I. JudulII. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 299.512iiiPendidikan Agama Khonghucu dan Budi PekertiKata PengantarKurikulum 2013 dirancang agar peserta didik tak hanya bertambah pengetahuannya, tapi juga meningkat keterampilannya dan semakin mulia kepribadiannya. Ada kesatuan utuh antara kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Keutuhan ini perlu tercermin dalam pembelajaran agama. Melalui pembelajaran pengetahuan agama diharapkan akan terbentuk keterampilan beragama dan terwujud sikap beragama siswa. Tentu saja sikap beragama yang berimbang, mencakup hubungan manusia dengan Penciptanya dan hubungan manusia dengan sekitarnya. Untuk memastikan keseimbangan ini, pelajaran agama perlu diberi penekanan khusus terkait dengan budi pekerti. Hakikat budi pekerti adalah sikap atau perilaku seseorang dalam hubungannya dengan Tuhan, diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa, serta alam sekitar. Jadi, pendidikan budi pekerti adalah usaha menanamkan nilai-nilai moral ke dalam sikap dan perilaku generasi bangsa agar mereka memiliki kesantunan dalam berinteraksi. Nilai-nilai moral/karakter yang ingin kita bangun antara lain adalah sikap jujur, disiplin, bersih, penuh kasih sayang, punya kepenasaran intelektual, dan kreatif. Di sini pengetahuan agama yang dipelajari para siswa menjadi sumber nilai dan penggerak perilaku mereka. Sekadar contoh, di antara nilai budi pekerti dalam dalam ajaran Khonghucu dikenal Wu Chang (lima sifat kekekalan/mulia), Wu Lun (lima hubungan sosial), dan Ba De (delapan kebajikan). Mengenai Wu Chang, Kong Hu Cu menegaskan bahwa siapa dapat memasukan lima hal ke dalam kebiasaan di mana pun di bawah langit akan menjadi orang yang berbudi luhur. Saat ditanya apa saja kelima hal tersebut, ia menjawab, “Kesopanan, kemurahan hati, kesetiaan, ketekunan, dan kebaikan hati. Bila kamu berlaku sopan, kamu tidak akan dihina; bila kamu murah hati kamu akan memenangkan orang banyak; bila kamu setia, orang lain akan mempercayaimu; bila kamu tekun, kamu akan berhasil; dan bila kamu baik hati,kamu akan memimpin orang lain.” (A 17.6). Kata kuncinya, budi pekerti adalah tindakan, bukan sekedar pengetahuan yang harus diingat oleh para siswa, maka proses pembelajarannya mesti mengantar mereka dari pengetahuan tentang kebaikan, lalu menimbulkan komitmen terhadap kebaikan, dan akhirnya benar-benar melakukan kebaikan. Buku Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas XI ini ditulis dengan semangat itu. Pembelajarannya dibagi-bagi dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yang harus dilakukan siswa dalam usaha memahami pengetahuan agamanya. Tidak berhenti dengan memahami, tapi pemahaman tersebut harus diaktualisasikan dalam tindakan nyata dan sikap keseharian sesuai dengan tuntunan agamanya, baik dalam bentuk ibadah ritual maupun ibadah sosial. Untuk itu, sebagai buku agama yang mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi, rencana pembelajarannya ivKelas XI SMA/SMKdinyatakan dalam bentuk aktivitas-aktivitas. Urutan pembelajaran dinyatakan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yang harus dilakukan siswa. Dengan demikian, materi buku ini bukan untuk dibaca, didengar, ataupun dihafal oleh siswa maupun guru, melainkan untuk menuntun apa yang harus dilakukan siswa bersama guru dan teman-teman sekelasnya dalam memahami dan menjalankan ajaran agamanya. Buku ini bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi siswa. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diberanikan untuk mempelajari agamanya dengan mengamati sumber belajar yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru sangat penting untuk menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan yang ada pada buku ini. Guru dapat memperkayanya secara kreatif dengan kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dengan tempat buku ini diajarkan, baik belajar melalui sumber tertulis maupun belajar langsung dari sumber lingkungan sosial dan alam sekitar.Implementasi terbatas pada tahun ajaran 2013/2014 telah mendapat tanggapan yang sangat positif dan masukan yang sangat berharga. Pengalaman tersebut dipergunakan semaksimal mungkin dalam menyiapkan buku untuk implementasi menyeluruh pada tahun ajaran 2014/2015 dan seterusnya. Walaupun demikian, sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka dan terus dilakukan perbaikan untuk penyempurnaan. Oleh karena itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).Jakarta, Januari 2014Menteri Pendidikan dan KebudayaanMohammad NuhvPendidikan Agama Khonghucu dan Budi PekertiDaftar IsiKata Pengantar ........................................................................................... iiiDaftar Isi ................................................................................................... ivBab 1 Pembinaan Diri sebagai Kewajiban PokokA. Pelajaran Agung dari Daxue .................................................................. 2B. Pembinaan Diri Kewajiban Pokok Setiap Orang ..................................... 6C. Proses Pembinaan Diri .......................................................................... 10Penilaian Diri .............................................................................................. 14Lagu Pujian .................................................................................................. 15Evaluasi ....................................................................................................... 16Bab 2 Laku Bakti Pokok KebajikanA. Pengertian Laku Bakti (Xiao) ................................................................. 19B. Laku Bakti (Xiao) sebagai Pokok Kebajikan ........................................... 20C. Laku Bakti (Xiao) kepada Orang Tua ..................................................... 22Penilaian Diri .............................................................................................. 39Lagu Pujian ................................................................................................. 40Evaluasi ....................................................................................................... 41Bab 3 Nabi Kongzi sebagai Tian Zi Muo DuoA. Nabi Kongzi sebagai Penyempurna Ru Jiao .......................................... 45B. Nenek Moyang Nabi Kongzi .................................................................. 47C. Abad Kelahiran Nabi Kongzi .................................................................. 48D. Kiprah Nabi Kongzi di Negeri Lu ............................................................. 51E. Perjalanan Nabi Kongzi sebagai Tian Zi Muo Duo ................................. 53F. Simbol Suci Nabi Kongzi ......................................................................... 59G. Nama Gelar Nabi Kongzi ........................................................................ 63H. Lambang Mu Duo ................................................................................. 64I. Akhir Kehidupan Nabi Kongzi ................................................................ 69 Evaluasi ........................................................................................................ 71viKelas XI SMA/SMKBab 4 Mengzi Penegak Agama KhonghucuA. Masa Awal Kehidupan Mengzi ................................................................ 73B. Kehidupan Mengzi ................................................................................... 74C. Ajaran Mengzi ......................................................................................... 76D. Catatan Perjalanan Mengzi ..................................................................... 81Penilaian Diri ................................................................................................ 90Evaluasi ........................................................................................................ 91Bab 5 Sembahyang Kepada Leluhur dan Para SuciA. Sembahyang kepada Leluhur .................................................................. 93B. Sembahyang kepada Para Suci ............................................................... 111Penilaian Diri ................................................................................................ 116 Evaluasi ........................................................................................................ 119Bab 6 Cinta Kasih sebagai Sandaran HidupA. Ren Berdasarkan Terminologi Karakter Huruf .......................................... 121B. Ayat-ayat Suci tentang Cinta Kasih .......................................................... 122C. Makna Cinta Kasih ................................................................................... 123D. Pengamalan Sifat Cinta Kasih ................................................................... 129Lagu Pujian .................................................................................................... 133Evaluasi ......................................................................................................... 135Bab 7 Kebenaran Jalan Hidup ManusiaA. Arti Yi 義 Berdasarkan Karakter ............................................................. 137B. Hakikat Kebenaran .................................................................................. 138C. Benih Kebenaran : Rasa Malu dan Tidak Suka ......................................... 141D. Keteladanan Guan Yu .............................................................................. 145E. Yi sebagai Jalan Selamat Manusia ........................................................... 149Penilaian Diri ................................................................................................ 151Lagu Pujian ................................................................................................... 153 Evaluasi ......................................................................................................... 154Glosarium ........................................................................................................... 155Indeks 162Daftar Pustaka .................................................................................................... 1661Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi PekertiPembinaan Diri sebagai Kewajiban PokokBab 12Kelas XI SMA/SMKA. Pelajaran Agung dari DaxueDalam pengantar Zhuxi untuk kitab Ajaran Besar (Daxue) tertulis: Guruku Zengzi berkata: “Kitab Daxue ini adalah warisan mulia kaum Kong yang merupakan ajaran permulaan untuk masuk pintu gerbang kebajikan. Dengan ini akan dapat diketahui urutan cara belajar orang zaman dahulu. Hanya oleh terpeliharanya kitab ini, selanjutnya dapat dipelajari baik-baik Kitab Lunyu dan Kitab Mengzi. Maka, yang bermaksud belajar hendaklah mulai dengan bagian ini. Dengan demikian tidak akan keliru.” Kitab Daxue ini berasal dari satu di antara kitab Wujing, yaitu kitab Li Ji (kitab catatan kesusilaan). Awalnya, kitab ini tidak memuat bab dan ayat, kemudian Zisi (cucu Nabi Kongzi) atas perintah gurunya Zengzi (salah seorang murid Kongzi), memilah-milah buku ini. Hasilnya adalah satu bab naskah kuno yang berasal dari Nabi Kongzi yang diturunkan kepada Zengzi, sebagai bab pendahuluan atau bab utama. Sedangkan sepuluh bab yang lainnya sebagai uraian yang berisi pandangan Zengzi yang dicatat oleh para murid-muridnya.Bab Utama dari Kitab Daxue yang terdiri dari tujuh ayat itu memuat hal pokok dan mendasar tentang pembinaan diri/pengembangan diri, yaitu:1. Adapun Jalan Suci yang dibawakan Ajaran Besar (Daxue) itu ialah; Meng-gemilangkan Kebajikan (Ming De) yang Bercahaya, Mengasihi Rakyat/Sesama (Zai Qin Min), dan berhenti pada Puncak Kebaikan (Zhi Shan).2. Jika sudah diketahui tempat hentian, akan diperoleh ketetapan/ tujuan. Setelah diperoleh ketetapan/tujuan, barulah dapat dirasakan ketenteraman; setelah tenteram, barulah orang dapat merasakan kesentosaan batin; setelah sentosa, barulah orang dapat berpikir benar, dengan berpikir benar; barulah orang dapat berhasil.3. Tiap benda mempunyai pangkal dan ujung, dan tiap perkara itu mempunyai awal dan akhir. Orang yang mengetahui mana hal yang dahulu dan mana hal yang kemudian ia sudah dekat dengan Jalan Suci.4. Orang zaman dahulu yang hendak menggemilangkan kebajikan yang bercahaya itu pada setiap umat di dunia, ia lebih dahulu berusaha mengatur negerinya; untuk mengatur negerinya, ia lebih dahulu membereskan rumah tangganya; untuk membereskan rumah tangganya, ia lebih dahulu membina dirinya; untuk membina dirinya, ia lebih dahulu meluruskan hatinya; untuk meluruskan hatinya, ia lebih dahulu mengimankan tekadnya; untuk mengimankan tekadnya, ia lebih dahulu mencukupkan pengetahuannya; dan untuk mencukupkan pengetahuannya, ia meneliti hakikat tiap perkara.3Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti5. Dengan meneliti hakikat tiap perkara dapat cukuplah pengetahuannya; dengan cukup pengetahuannya akan dapatlah mengimankan tekadnya; dengan tekad yang beriman akan dapatlah meluruskan hatinya; dengan hati yang lurus akan dapatlah membina dirinya; dengan diri yang terbina akan dapatlah membereskan rumah tangganya; dengan rumah tangga yang beres akan dapatlah mengatur negerinya; dan dengan negeri yang teratur akan dapat dicapai damai di dunia.6. Karena itu dari raja sampai rakyat jelata mempunyai satu kewajiban yang sama, yaitu mengutamakan pembinaan diri sebagai pokok.7. Adapun pokok yang kacau itu tidak pernah menghasilkan penyelesaian yang teratur baik, karena hal itu seumpama menipiskan benda yang seharusnya tebal dan menebalkan benda yang seharusnya tipis. Hal ini adalah sesuatu yang belum pernah terjadi.Aktivitas Bersama Diskusi Kelompok“Orang yang mengetahui mana hal yang dahulu dan mana hal yang kemudian ia sudah dekat dengan Jalan Suci.”Diskusikanlah maksud ayat suci di atas, dan berikan paparan dan contoh nyatanya! 1. Menggemilangkan Kebajikan yang Bercahaya Tuhan Yang Maha Esa menjelmakan manusia melengkapinya dengan dua bagian yang tak terpisahkan, yaitu: Roh (Shen) atau daya hidup rohani, dan Nyawa (Gui) atau daya hidup jasmani. Daya hidup Rohani itu adalah Watak Asli atau Watak Sejati yang di dalamnya terkandung benih-benih kebajikan, yaitu: Cinta kasih, Kebenaran, Susila, Bijaksana, benih-benih kebajikan adalah kemampuan luhur manusia untuk berbuat baik/bajik. Watak Sejati (Xing) inilah Firman Tuhan atas diri manusia dan menjadi kodrat suci manusia.Dengan Watak Sejati sebagai Firman Tuhan yang menjadi kodrat sucinya itulah manusia mampu/berpotensi berbuat baik/bajik. Tetapi seperti dinyatakan (tertulis dalam Kang-gao), “Sesungguhnya Firman Tuhan itu tidak berlaku selamanya, kepada yang berbuat baik akan mendapatkan dan yang berbuat tidak baik akan kehilangan.” Begitupun apa yang telah difirmankan Tuhan atas manusia (watak sejati) yang menjadi kodrat sucinya. Artinya, bahwa manusia dapat menjadi tetap baik dan Next >