< Previous82Buku Guru | Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Keterangan :a. Kegiatan mengamati dalam hal ini dipahami sebagai cara peserta didik mengumpulkan informasi faktual dengan memanfaatkan indera penglihat, pembau, pendengar, pengecap dan peraba. Maka secara keseluruhan yang dinilai adalah HASIL pengamatan (berupa informasi) bukan CARA mengamati. b. Relevansi, kelengkapan, dan kebahasaan diperlakukan sebagai indikator penilaian kegiatan mengamati. • Relevansi merujuk pada ketepatan atau keterhubungan fakta yang diamati dengan informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan Kompetensi Dasar/Tujuan Pembelajaran (TP). • Kelengkapan dalam arti semakin banyak komponen fakta yang terliput atau semakin sedikit sisa (residu) fakta yang tertinggal. • Kebahasaan menunjukan bagaimana peserta didik mendeskripsikan fakta-fakta yang dikumpulkan dalam bahasa tulis yang efektif (tata kata atau tata kalimat yang benar dan mudah dipahami).c. Skor rentang antara 1 – 4• 1. = Kurang• 2. = Cukup• 3. = Baik• 4. = Amat Baik.4. Penilaian untuk kegiatan diskusi kelompok.Nilai = Jumlah skor dibagi 4No12345NamaBayuAkhmalAttaSitiTommyMengomu- nikasikan 1-4Mendengar-kan 1-4Berargu-mentasi 1-4Berkontri-busi 1-4Jumlah Skor 83Sejarah IndonesiaKeterangan :a. Keterampilan mengomunikasikan adalah kemampuan peserta didik untuk mengungkapkan atau menyampaikan ide atau gagasan dengan bahasa lisan yang efektif. b. Keterampilan mendengarkan dipahami sebagai kemampuan peserta didik untuk tidak menyela, memotong, atau menginterupsi pembicaraan seseorang ketika sedang mengungkapkan gagasannya. c. Kemampuan berargumentasi menunjukkan kemampuan peserta didik dalam mengemukakan argumentasi logis ketika ada pihak yang bertanya atau mempertanyakan gagasannya.d. Kemampuan berkontribusi dimaksudkan sebagai kemampuan peserta didik memberikan gagasan-gagasan yang mendukung atau mengarah ke penarikan kesimpulan termasuk di dalamnya menghargai perbedaan pendapat.e. Skor rentang antara 1 – 4• 1. = Kurang• 2. = Cukup• 3. = Baik• 4. = Amat Baik.5. Penilaian presentasi Nilai= Jumlah skor dibagi 3No12345 NamaBayuAkhmalAttaSitiTommyMenjelaskan 1-4Memvisualkan 1-4Merespon 1-4Jumlah Skor 84Buku Guru | Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Keterangan :a. Keterampilan menjelaskan adalah kemampuan menyampaikan hasil observasi dan diskusi secara meyakinkan. b. Keterampilan memvisualisasikan berkaitan dengan kemampuan peserta didik untuk membuat atau mengemas informasi seunik mungkin, semenarik mungkin, atau sekreatif mungkin.c. Keterampilan merespon adalah kemampuan peserta didik menyampaikan tanggapan atas pertanyaan, bantahan, sanggahan dari pihak lain secara empatik.d. Skor rentang antara 1 – 4• 1. = Kurang• 2. = Cukup• 3. = Baik• 4. = Amat BaikPembelajaran Pertemuan Ke-3 (90 menit) Pada pertemuan ke-3 ini akan mengembangkan pemahaman, kemudian menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural yang berkaitan dengan “Kegiatan penelitian manusia purba”. Juga akan dikembangkan keterampilan seperti: mencoba membuat sesuatu, atau mengolah informasi sehingga lebih mendalami materi pelajaran minggu ini.a. Indikator1. Menganalisis jenis manusia praaksara 2. Menganalisis corak kehidupan masyarakat praaksarab. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu:1. menganalisis Sangiran sebagai pusat perkembangan manusia purba2. menganalisis beberapa temuan fosil di Sangiran; dan3. menganalisis beberapa temuan fosil di Trinil85Sejarah Indonesiac. Materi dan Proses Pembelajaran Materi yang disampaikan pada minggu ke-3 ini adalah Bab I, Subbab C. Topik yang akan dibahas adalah penelitian manusia purba yang terdapat di Sangiran dan Trinil. Pelaksanakan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.d. Metode dan langkah-langkah pembelajaran1. Model : discovery atau project atau pembelajaran berbasis masalah. Disesuaikan kesiapan masing-masing sekolah dan kondisi lingkungan sekolah.2. Pendekatan: scientific, dengan langkah-langkah: mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasikan, dan mengomunikasikan.Kegiatan Pendahuluan (15 menit)1) Kelas dipersiapkan agar lebih kondusif untuk proses belajar mengajar (kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi, menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan).2) Peserta didik ditanyakan tentang tugas minggu yang lalu 3). Guru menyampaikan topik tentang “Kegiatan penelitian manusia purba” dan memberi motivasi pentingnya topik ini.4). Guru menyampaikan tujuan dan kompetensi yang harus dikuasai para peserta didik5) Peserta didik dibagi menjadi enam kelompok (kelompok I, II, III, IV, V, dan VI)Kegiatan Inti (60 menit)1) Sebelum peserta didik ditugaskan untuk berdikusi kelompok, peserta didik diberikan penjelasan tentang penemuan manusia purba di Sangiran dan Trinil Sangiran pertama kali ditemukan oleh P.E.C. Schemulling tahun 1864, dengan laporan penemuan fosil vertebrata dari Kalioso, bagian dari wilayah Sangiran. Semenjak dilaporkan Schemulling, situs itu 86Buku Guru | Kelas X SMA/MA/SMK/MAK seolah-olah terlupakan dalam waktu yang lama. Pada 1934, G.H.R von Koenigswald menemukan artefak litik di wilayah Ngebung yang terletak sekitar dua km di barat laut kubah Sangiran. Artefak litik itulah yang kemudian menjadi temuan penting bagi Situs Sangiran. Semenjak penemuan von Koenigswald, Situs Sangiran menjadi sangat terkenal berkaitan dengan penemuan-penemuan fosil Homo erectus secara sporadis dan berkesinambungan. Homo erectus adalah takson paling penting dalam sejarah manusia, sebelum masuk pada tahapan manusia Homo sapiens, manusia modern. Situs itu ditetapkan secara resmi sebagai Warisan Dunia pada 1996, yang tercantum dalam nomor 593 Daftar Warisan Dunia (World Heritage List) UNESCO. Perhatikan gambar di buku teks pelajaran Sejarah Indonesia. Eugene Dubois adalah ahli anatomi dari Belanda yang melakukan ekskavasi di Trinil dan menemukan sisa-sisa manusia purba yang sangat berharga bagi dunia pengetahuan. Penggalian Dubois dilakukan pada endapan alluvial Bengawan Solo. Dari lapisan ini ditemukan atap tengkorak Pithecanthropus erectus, dan beberapa buah tulang paha (utuh dan fragmen) yang menunjukkan pemiliknya telah berjalan tegak. Trinil adalah sebuah desa di pinggiran Bengawan Solo, masuk wilayah administrasi Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Tinggalan purbakala telah lebih dulu ditemukan di daerah ini jauh sebelum von Koenigswald menemukan Sangiran pada 1934. Kemudian peserta didik diberikan informasi bahwa penelitian mengenai peradaban awal tidak melulu dilakukan oleh peneliti Barat, seperti dilakukan oleh seorang professor yang berasal dari Indonesia yaitu Prof dr Sangkot Marzuki, MSc, PhD, DSc, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di Jakarta. Ia menulis “Mapping Human Genetic Diversity in Asia” dalam jurnal Sience dan mengungkapkan bahwa upaya memahami asal-usul manusia modern bisa dilakukan dengan membaca urutan sekuen DNA (deoxyribonucleic acid) atau rantai panjang polimer nukleotida yang mengandung informasi genetik untuk diturunkan. Selain informasi genetic, DNA juga bisa menginformasikan riwayat kehidupan nenek moyang kita. Di sinilah perubahan dalam tubuh terekam—seiring dengan perubahan pola makan, lingkungan, ataupun aktivitasnya—dan memberikan gambaran bagaimana sebenarnya pola kehidupan yang mereka jalani. Hasil perbandingannya dengan DNA populasi di berbagai tempat lain menggambarkan proses berlangsungnya migrasi dan bagaimana hubungan kekerabatannya.87Sejarah Indonesia2) Kelompok I, III, dan V ditugaskan untuk melakukan kajian tentang kegiatan penelitian manusia purba di Sangiran melalui buku-buku yang tersedia termasuk ke perpustakaan. Kemudian menugasi kelompok II, IV dan VI untuk melakukan kajian tentang kegiatan penelitian di Trinil juga melalui buku-buku yang ada tersedia di perpustakaan.3). Setiap kelompok harus membuat laporan sesuai dengan masalah yang dikaji. Hal yang perlu dilaporkan misalnya: siapa tokoh penelitinya, tahun berapa dilakukan penelitian, temuan dan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian itu. Hasil kajian itu sebaiknya didukung dengan gambar-gambar yang relevan.4) Kelompok III ditunjuk oleh guru untuk mempresentasikan kajiannya tentang kegiatan penelitian di Sangiran dan kelompok VI untuk presentasi tentang kegiatan penelitian di Trinil. Kelompok lain yang tidak presentasi dapat mengajukan pertanyaan.5) Hasil diskusi kelompok kemudian dikumpulkan kepada guru.Kegiatan Penutup (15 menit)1) Guru memberikan ulasan singkat tentang materi yang baru saja didiskusikan2) Guru dapat menanyakan apakah peserta didik sudah memahami materi tersebut3) Guru memberikan pertanyaan secara lisan secara acak kepada peserta didik untuk mendapatkan umpan balik atas pembelajaran minggu ini, misalnya: menyakan siapa tokoh von Koenigswald dan siapa E. Dubois?4) Sebagai refleksi, guru memberikan kesimpulan tentang pelajaran yang baru saja berlangsung serta menanyakan kepada peserta didik apa manfaat yang dapat kita peroleh setelah belajar topik ini.88Buku Guru | Kelas X SMA/MA/SMK/MAK e. Penilaian1. Guru memberikan penilaian melalui pengamatan terutama tentang aktivitas peserta didik, kemampuan menyampaikan pendapat, kerja sama kelompok.2. Guru mengajukan beberapa pertanyaan untuk dijawab oleh para peserta didik:a) Mengapa para ahli banyak melakukan penelitian tentang manusia purba itu di bantaran sungai?b) Mengapa hasil penelitian fosil manusia oleh Dubois di Trinil kemudian dinamakan Pithecanthropus erectus?c) Guru menilai dan memberikan komentar.f. Penilaian Hasil Belajar Penilaian dilakukan menggunakan penilaian autentik yang meliputi penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan. Format penilaian sebagai berikut.1. Penilaian sikapKeterangan:a. Sikap SpiritualIndikator sikap spiritual “mensyukuri”:• Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran• Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut• Saling menghormati, toleransi• Memelihara hubungan baik dengan sesama teman sekelas. No12345 NamaBayuAkhmalAttaSitiTommyMensyukuri1-4jujur1-4Kerja sama1-4Harga diri1-4Jumlah Skor Sikap spiritualSikap sosial89Sejarah IndonesiaRubrik pemberian skor: • 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut• 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut• 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut• 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.b. Sikap Sosial1) Sikap jujurIndikator sikap sosial “jujur”• Tidak berbohong• Mengembalikan kepada yang berhak bila menemukan sesuatu• Tidak nyontek, tidak plagiarism• Terus terang.Rubrik pemberian skor• 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut• 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut• 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut• 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.2) Sikap kerja samaIndikator sikap sosial “kerja sama”• Peduli kepada sesama • Saling membantu dalam hal kebaikan• Saling menghargai/ toleran• Ramah dengan sesama.Rubrik pemberian skor• 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut• 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut• 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut• 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.3) Sikap Harga diriIndikator sikap sosial “harga diri”• Tidak suka dengan dominasi asing • Bersikap sopan untuk menegur bagi mereka yang mengejek • Cinta produk negeri sendiri• Menghargai dan menjaga karya-karya sekolah dan masyarakat sendiri.90Buku Guru | Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Rubrik pemberian skor• 4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut• 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut• 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut• 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.2. Penilaian pengetahuan Nilai = Jumlah skor3. Penilaian keterampilanPenilaian untuk kegiatan mengamati diskusi kelompok tentang mengenal manusia purba Indonesia. Guru juga bisa menampilkan film/gambar terkait dengan manusia purba Indonesia. NO12345BUTIR INSTRUMENJelaskan tentang penemuan manusia pertama di sangiran!Jelaskan tentang jenis-jenis perkembangan manusia!Jelaskan tentang kebudayaan manusia menurut jenis perkembangan manusia!Jelaskan tentang nilai-nilai yang dipetik dari belajar perkembangan manusia!Jelaskan tentang hikmah yang dapat diambil dari mempelajari perkembangan manusia dan budayanya!91Sejarah IndonesiaNilai = Jumlah skor dibagi 3Keterangan :a. Kegiatan mengamati dalam hal ini dipahami sebagai cara peserta didik mengumpulkan informasi faktual dengan memanfaatkan indera penglihat, pembau, pendengar, pengecap dan peraba. Maka secara keseluruhan yang dinilai adalah HASIL pengamatan (berupa informasi) bukan CARA mengamati. b. Relevansi, kelengkapan, dan kebahasaan diperlakukan sebagai indikator penilaian kegiatan mengamati. • Relevansi merujuk pada ketepatan atau keterhubungan fakta yang diamati dengan informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan Kompetensi Dasar/Tujuan Pembelajaran (TP). • Kelengkapan dalam arti semakin banyak komponen fakta yang terliput atau semakin sedikit sisa (residu) fakta yang tertinggal. • Kebahasaan menunjukkan bagaimana peserta didik mendeskripsikan fakta-fakta yang dikumpulkan dalam bahasa tulis yang efektif (tata kata atau tata kalimat yang benar dan mudah dipahami).c. Skor rentang antara 1 – 4• 1. = Kurang• 2. = Cukup• 3. = Baik• 4. = Amat Baik No12345 NamaBayuAkhmalAttaSitiTommyRelevansi1-4Kelengkapan1-4Kebahasaan1-4Jumlah Skor Next >