TEKNIK PRODUKSI MIGAS SEMESTER 3 KATA PENGANTAR Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi. Didalamnya dirumuskan secara terpadu kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai peserta didikserta rumusan proses pembelajaran dan penilaian yang diperlukan oleh peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diinginkan. Faktor pendukung terhadap keberhasilan Implementasi Kurikulum 2013 adalah ketersediaan Buku Siswa dan Buku Guru, sebagaibahan ajar dan sumber belajar yang ditulis dengan mengacu pada Kurikulum 2013. Buku Siswa ini dirancang dengan menggunakan proses pembelajaran yang sesuai untuk mencapai kompetensi yang telah dirumuskan dan diukur dengan proses penilaian yang sesuai. Sejalan dengan itu, kompetensi keterampilan yang diharapkan dari seorang lulusan SMK adalah kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret. Kompetensi itu dirancang untuk dicapai melalui proses pembelajaran berbasis penemuan (discovery learning) melalui kegiatan-kegiatan berbentuk tugas (project based learning), dan penyelesaian masalah (problem solving based learning) yang mencakup proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Khusus untuk SMK ditambah dengan kemampuan mencipta. Sebagaimana lazimnya buku teks pembelajaran yang mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi, buku ini memuat rencana pembelajaran berbasis aktivitas. Buku ini memuat urutan pembelajaran yang dinyatakan dalam kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan peserta didik. Buku ini mengarahkan hal-hal yang harus dilakukan peserta didik bersama guru dan teman sekelasnya untuk mencapai kompetensi tertentu; bukan buku yang materinya hanya dibaca, diisi, atau dihafal. Buku ini merupakan penjabaran hal-hal yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan kurikulum 2013, peserta didik diajak berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Buku ini merupakan edisi ke-1. Oleh sebab itu buku ini perlu terus menerus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Kritik, saran, dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya sangat kami harapkan; sekaligus, akan terus memperkaya kualitas penyajianbuku ajar ini. Atas kontribusi itu, kami ucapkan terima kasih. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada kontributor naskah, editor isi, dan editor bahasa atas kerjasamanya. Mudah-mudahan, kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan menengah kejuruan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045). Jakarta, Januari 2014 Direktur Pembinaan SMK Drs. M. Mustaghfirin Amin, MBA v DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ........................................................................................... iii BAB 1 ..................................................................................................................... 1 PENGUJIAN SUMUR ........................................................................................... 1 BAB 2 ................................................................................................................... 16 METODE PRODUKSI ......................................................................................... 16 BAB 3 ................................................................................................................... 24 PEMIPAAN .......................................................................................................... 24 BAB 4 ................................................................................................................... 57 PIPE FITTINGS .................................................................................................... 57 BAB 5 ................................................................................................................... 91 VALVES ............................................................................................................... 91 BAB 6 ................................................................................................................. 102 METODA PRODUKSI SUMUR FLOWING .................................................... 102 BAB 7 ................................................................................................................. 133 METODE PRODUKSI SUMUR GAS LIFT ..................................................... 133 BAB 8 ................................................................................................................. 144 MEKANISME DAN JENIS KATUP GAS LIFT ............................................... 144 BAB 9 ................................................................................................................. 160 ELECTRIC SUBMERSIBLE PUMP ............................................................... 160 BAB 10 ............................................................................................................... 183 SUCKER ROD PUMP ........................................................................................ 183 1 BAB 1 PENGUJIAN SUMUR Setelah pemboran sumur selesai dan dilengkapi dengan sub-surface dan surface facilities, aktivitas selanjutnya adalah well testing untuk mengetahui besar produksi sumur tersebut. Well testing juga dilakukan pada oil well lama yang masih berproduksi untuk mengetahui apakah masih efisien dan efektif untuk diproduksi, dan faktor-faktor apa saja yang akan timbul, serta langkah-langkah yang harus dilakukan baik jangka pendek atau panjang agar sumur dapat berkesinambungan menghasilkan fluida. Pengukuran hasil suatu sumur dapat dilakukan antara lain dengan jalan mengukur produksi sumur tersebut di Stasiun Pengumpul. Produksi dari suatu sumur yaitu: gas, minyak, air dan sediment dalam jumlah yang sangat kecil. Usaha dan pekerjaan mengukur produksi dari suatu sumur tersebut dinamakan : Menguji Sumur. Sumurnya sendiri disebut : Sumur Uji, yaitu sumur yang sedang diuji. Peralatan di Stasiun Pengumpul yang dialiri fluida sumur tesebut dinamakan : kemudahan uji. Well testing menghasilkan kumpulan data mengenai sejarah dan kelangsungan produksi sumur (misal: keadaan sumur, formasi, dan korelasi sumur-sumur sekitar) yang dapat dianalisa untuk perbaikan dan pengembangan sumur. 1.1. Definisi dan Fungsi Well Testing Well testing adalah pekerjaan pengujian produksi sumur untuk mengetahui data produksi dari setiap sumur (oil, water dan gas) per hari. Data ini penting bagi Petroleum Engineer untuk menganalisa 2 sumur dan formasi secara keseluruhan, apakah sumur tersebut masih berproduksi dengan baik atau memerlukan well service atau workover job untuk mempertahankan/meningkatkan laju produksi. Well testing dilakukan dengan 2 (dua) metoda yaitu: 1) Manual Well Testing (MWT) 2) Automatic Well Testing (AWT). 1.2. Manual Well Testing (MWT) Metoda ini dilakukan oleh Operator dengan menggunakan perlengkapan secara mekanikal. Well testing dilakukan dengan cara mengalirkan produksi sumur ke dalam test separator/test tank selama periode tertentu, selanjutnya Operator mengembalikan aliran sumur ke pipa produksi setelah waktu tertentu dan mengukur liquid dalam tanki (test tank) atau membaca indicator level gauge sebagai hasil pengujian. Berdasarkan selisih level antara ―On‖ dan ―Off‖ test, maka didapat hasil produksi sumur selama rentang waktu ditentukan dengan mengalikan hasil selisih level liquid tersebut dengan faktor besaran tanki. Pada test separator/test tank yang mempunyai komponen flow dan water cut monitor (micro computer), pengukuran volume fluida yang dihasilkan selama pengetesan dapat dibaca pada flow meter (vortex meter, turbine atau PD meter), dan kadar air dapat dibaca pada water cut meter (Agar/MFI). 3 Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Operator dalam melakukan well testing yaitu: 1) Pastikan semua valve yang terletak sesudah/sebelum test separator/test tank, meter, dan transfer pump terbuka 2) Pastikan tidak ada jumper line terbuka atau fluida dari sumur lain yang masuk ke test line 3) Pastikan sumur tidak dalam posisi ―On timer‖ serta pasang Tag Out yang menyatakan sumur sedang dalam pengujian sehingga tidak dimatikan selama proses pengetesan berlangsung 4) Buka valve di test line secara perlahan-lahan sampai ± 50% terbuka dan tutup valve di production line. Bila valve di production line telah tertutup sempurna, lanjutkan membuka valve di test line sampai full open 5) Tunggu dan monitor fluida mengalir beberapa saat ke test line sampai alirannya normal dan flow meter stabil 6) Lakukan pencatatan jam sebagai ―On test‖ serta angka yang ditunjukkan flow meter, dan atau baca indicator level pada test tank 7) Lakukan pengambilan data dari wellhead (tubing/casing pressure, temperature dan sample fluida). Centrifuge sample dan hitung BS&W (Basic Sediment and Water) 8) Check dan monitor sumur dan well testing facilities selama pengetesan sumur berlangsung untuk memastikan tidak ada kebocoran atau overflow 4 9) Kembalikan aliran sumur ke production line sampai normal bila pengetesan telah selesai serta catat jam, angka pada meter atau ketinggian liquida sebagai ―Off test‖ 10) Pompakan liquida di dalam test tank (bila transfer pump tidak bekerja secara otomatis) ke production line 11) Buat laporan dengan menggunakan form yang telah tersedia Umumnya setiap oil well minimun dilakukan 2(dua) kali well testing dalam setiap bulan, sedangkan prioritas well testing sumur produksi biasanya ditentukan dengan urutan seperti berikut: 1) New well 2) Spesial request 3) Sesudah service, stimulasi dan workover 4) Setelah penggantian SPM (stroke per minute), SL (stroke length), downhole pump dan pumping unit 5) Regular test (mingguan, bulanan dan verifikasi/re-test) 6) Well problem (contoh: low and high amphere, low and high production). 1.3. Komponen Manual Well Testing 1.3.1. Test header Merupakan susunan dari beberapa jumper line dan valve yang dihubungkan ke masing-masing test line dan production line. Fungsi dari test header adalah untuk mengarahkan aliran fluida dari sumur ke fasiltas test atau kembali ke production line. Next >