< PreviousTeknik Teknik Gambar Mesin 2 Dimensi dengan CAD Direktorat Pembinaan SMK (2013) 40 satuan yang akan digunakan, kepresisian yang diperlukan untuk gambar nama gambar 3.2 Menetapkan Ukuran Kertas Gambar Pengguna AutoCAD sering berpikir tentang ukuran gambar sebagai ukuran kertas. Ukuran kertas adalah ukuran dari kertas yang digunakan untuk menata dan mencetak gambar. Ukuran kertas diperhitungkan terhadap ukuran gambar ditambah dengan ruang untuk ukuran, catatan, dan daerah bebas antara gambar dengan garis batas. Pada AutoCAD, ukuran kertas ditentukan dalam Page Setup. Format dan ukuran kertas standar ASME / ANSI ditentukan dalam dokumen ANSI Y14.1, Format dan Ukuran Kertas Gambar dan ASME Y14.1M, Format dan Ukuran Kertas Gambar Metris. Perubahan teknik presentasi yang tepat ditemukan dalam ASME Y14.35M, Revision of Engineering Drawing and Associated Documents. Spesifikasi ukuran kertas menurut ANSI Y14.1 dalam inci (Tabel 3.1) dan ANSI Y14.1M dalam Metris (Tabel 3.2) adalah sebagai berikut: Ukuran Kertas Gambar didasarkan atas ukuran A0 dengan luas = 1 m2 = 1.000.000 mm2. Perbandingan Panjang dengan Lebar = Sisi : Diagonal. Jika sisi = x , dan Diagonalnya = y, maka Diagonalnya y = x2 . Nilai x merupakan Lebar Kertas Gambar dan Nilai y merupakan Panjang Kertas Gambar. Gambar 3.1 Dasar turunan ukuran kertas gambar x y = x2 Luas A0 = 1 m2 = 1.000.000 mm2 y = x 2 Teknik Teknik Gambar Mesin 2 Dimensi dengan CAD Direktorat Pembinaan SMK (2013) 41 Ukuran kertas A0 = 1.000.000 mm2 adalah merapakan hasil kali antara nilai x dengan y. x . y = 1.000.000 mm2 x .x2 = 1.000.000 mm2 x2 = = 707106,7 mm x = 707106,7 = 840,89 mm, sehingga y = 840,89 x 2 y = 1189,19 mm. Ukuran Kertas Gambar berikutnya adalah: A1 = ½ dari A0 A2 = ½ dari A1 A3 = ½ dari A2 A4 = ½ dari A3 Untuk ukuran kertas, lihat TABEL 1 dan TABEL 2 pada Lampiran 3.3 Aplikasi AutoCAD Melalui perangkat lunak AutoCAD, Anda akan mempelajari cara menggambar, menata dan menyususn gambar, mencantumkan dimensi dan etiket pada gambar 2D. Di samping itu, anda juga dapat menggambar 3D yang nampak sebagai “wireframe” atau dengan permukaan berwarna dengan teksturlihat Gambar 3.2 a. Wireframe; b. Rendering Gambar 3.2. Model 3D Batang Penggerak 1.000.002 Teknik Teknik Gambar Mesin 2 Dimensi dengan CAD Direktorat Pembinaan SMK (2013) 42 Aplikasi perangkat lunak CAD dan model 3D yang sangat bermanfaat adalah animasi. Bentuk animasi yang paling sederhana adalah dengan memutar model secara dinamis untuk melihat tampak dari segala sudut. Gambar dan model dapat juga di animasikan, sehingga model terlihat bergerak, berputar, bahkan menguraikan gambar menjadi komponen-komponen individual. 3.4 Macam-Macam Pandangan Untuk memberikan pinformasi lengkap pada suatu menda tiga dimensi dengan gambar proyeksi Orthogonal, maka dipelukan lebih dari satu bidang proyeksi. Gambar proyeksi pada bidang proyeksi di depan disebut Pandangan Depan. Gambar proyeksi pada bidang proyeksi di depan disebut Pandangan Atas. Gambar proyeksi pada bidang proyeksi di sebelah kanan benda disebut Pandangan Samping Kanan. dan seterusnya, gambar di bawah: Gambar 3.3 Macam pandangan Teknik Teknik Gambar Mesin 2 Dimensi dengan CAD Direktorat Pembinaan SMK (2013) 43 a). Proyeksi di Kuadran I ( Proyeksi Eropa)): Bila sebuah benda diletakkan di atas bidang Horizontal (H), di depan bidang Depan (D) dan di sebelah kanan bidang Vetikal (V), maka benda tersebut berada di kuadran I. Jika benda yang terletak di kuadran I diproyeksikan terhadap ,bidang-bidang H, V, dan D, maka akan didapat gambar / proyeksi pada kuadran I yang disebut dengan proyeksi Eropa. Simbol Proyeksi Eropa A = di kuadran I AD = Proyeksi titik A di bidang D AV = Proyeksi titik A di bidang V AH = Proyeksi titik A di bidang H H = Pandangan atas D = Pandangan depan V = Pandangan sam-ping kanan Gambar 3.4 Sistem proyeksi Eropa b). Proyeksi di Kuadran III (Proyeksi Amerika): Bidang Horizontal (H), bidang Depan (D) dan bidang Vetikal (V), untuk proyeksi di kuadran III (Proyeksi Amerika) yang telah dibuka dapat dilihat pada gambar di bawah. Simbol proyeksi Amerika Teknik Teknik Gambar Mesin 2 Dimensi dengan CAD Direktorat Pembinaan SMK (2013) 44 Gambar 3.5 (a) Proyeksi Kuadran ke III atau Proyeksi Amerika Gambar 3.5 (b) Proyeksi Kuadran ke I atau Proyeksi Eropah A B C F D E Teknik Teknik Gambar Mesin 2 Dimensi dengan CAD Direktorat Pembinaan SMK (2013) 45 3.5 Jenis Garis dan Penggunaannya Gambar adalah bahasa grafis yang menggunakan sejumlah garis, simbol, kata atau keterangan yang menjelaskan produk yang akan dimanufaktur atau dibangun. Konvensi atau ketentuan garis adalah standar yang didasarkan tebal dan jenis garis, yang direncanakan untuk mempejelas keterbacaan gambar. American National Standards Institute (ANSI) merekomendasikan dua jenis ketebalan garis, yakni garis tebal dan tipis. Untuk penggambaran manual, garis tebal adalah 2 kali garis tipis: 0.6 mm untuk garis tebal dan 03 mm untuk garis tipis. Namun demikian, ketebalan garis tunggal untuk semua jenis garis dapat diterima pada gambar yang dikerjakan pada sistem CAD. Gambar 4.1 menunjukkan jenis dan ketebalan garis berdasarkan ANSI Y14.2M, Line Conventions and Lettering. Garis obyek (Object lines), disebut juga garis visible, adalah garis tebal yang digunakan untuk menunjukkan outline atau kontur suatu obyek. Garis obyek adalah jenis garis yang paling umum digunakan pada gambar. Ketebalan garis ini adalah 2 x ketebalan garis tipis. Garis tersembunyi (Hidden Lines), sering disebut garis putus-putus , digunakan untuk melukiskan bagian yang tak terlihat dari suatu obyek. Tebal dari garis ini adalah 3 mm dengan panjang persetrip adalah 3mm dengan spasi 1.5 mm. Oleh karena itu, garis ini perlu diperhatikan ketika gambar diskala. Garis sumbu (Centerlines), garis sumbu menempatkan sumbu lingkaran atau arkus (busur) dan menunjukkan sumbu suatu obyek silindris atau bentuk simetris. Garis sumbu ini tipis dan terdiri dari garis berspasi antara garis panjang (19 s.d. 38 mm) dan garis pendek (3 mm), sementara spasi di antaranya adalah 1.5 mm. Garis sumbu pendek harus berada pada sumbu suatu lingkaran. Garis ektensi, adalah garis tipis yang digunakan untuk menunjukkan “ektensi” dari suatu garis ukuran. Garis ekstensi dimulai 3mm sebelum garis obyek. Garis ekstensi bisa saja melalui/mengenai garis obyek, garis tersembunyi, dan garis sumbu, tetapi tidak boleh mengenai garis dimensi Teknik Teknik Gambar Mesin 2 Dimensi dengan CAD Direktorat Pembinaan SMK (2013) 46 Garis dimensi, garis tipis yang ditempatkan antara garis ekstensi ke penunjukan ukuran. Pada gambar teknik, garis dimensi biasanya terputus dekat pada titik tengah angka dimensi, kecuali pada gambar struktur dan arsitektur. Tanda panah berada pada ujung garis dimensi, kecuali pada gambar arsitektur yang menggunakan garis miring atau titik. Garis Leader (garis penunjukan), adalah garis tipis yang digunakan untuk menghubungkan suatu catatan khusus terhadap suatu bagian pada gambar. Pada ujung garis penunjukan (pada bagian gambar yang ditunjuk) dilengkapi dengan tanda panah, pada ujung lainnya (pada bagian catatan) terdapat bahu. Garis sumbu simetris (tipis) Garis nyata (tebal) Garis panthom (tipis) Garis tersembunyi (tipis) Garis rangkai tebal Garis seksi (tipis) Gambar 3.6 Konvensi garis Garis bidang tampak dan bidang pemotongan. Garis bidang pemotongan adalah garis tebal untuk mengidentifikasi suatu penampang (seksi). Garis Garis dimensi Garis ektensi Garis Leader 3.5Garis dimensi Garis ekstensi Leader Garis potong penampang Tebal Tebal Garis tebal = 0.6 mm Garis tipis = 0.3 mm Garis Potong Garis Setik Pemotongan pendek (tebal) Pemotongan panjang (tipis) tipis Teknik Teknik Gambar Mesin 2 Dimensi dengan CAD Direktorat Pembinaan SMK (2013) 47 bidang tampak adalah sama dengan garis bidang pemotongan, yang digunakan untuk mengidentifikasi lokasi dari suatu tampak. Garis Seksi (Arsir), adalah garis tipis yang digunakan untuk menunjukkan dimana material/bagian dipotong. Garis pemutus, menunjukkan dimana sebagian dari suatu obyek dihilangkan untuk memperjelas gambar, misalnya bagian yang terlalu panjang dapat diputus, sehingga kedua ujung dapat digeser lebih berdekatan. Phantom Lines, adalah garis tipis dengan beberapa garis setrip panjang (19 s.d. 38 mm, bergantung pada ukuran gambar) di antarai oleh dua garis setrip pendek (3 mm) dengan spasi 1.5 mm. Garis pahntom digunakan untuk menunjukkan detail-detail berulang, juga posisi alternatif dari suatu bagian bergerak. Garis rantai, adalah garis tebal yang terdiri dari rangkaian setrip panjang dan setrip pendek. Garis ini berfungsi untuk menunjukkan dimana bagian dari permukaan yang dekat dengan garis rantai memerlukan perlakuan khusus. Gambar 3.7 Aplikasi garis Tabel 3.1 Macam, ukuran Garis dan penggunaanya MACAM GARIS Thickness (mm) Aplikasi Gambar 4.2 Unbroken line (tebal) 0.7 0.5 Garis Tepi, garis gambar, dan akhir ulir Unbroken line (tipis) 0.35 0.25 Garis ukur, ulir, ekstensi, diagonal ulir Teknik Teknik Gambar Mesin 2 Dimensi dengan CAD Direktorat Pembinaan SMK (2013) 48 Garis tersem-bunyi (ukuran sedang 0.5 0.35 Garis tidak tam-pak Garis titik ga-ris (tebal, pen-dek 0.7 0.5 Garis seksi, ga-ris penampang Garis titik ga-ris (tipis, pan-jang 0.35 0.25 Garis sumbu Garis bebas (tipis) 0.35 0.25 Garis potong Beberapa macam Arsir: 3.6 Etiket Gambar Khusus mengenai etiket, pengguna perangkat lunak memilih jenis etiket yang telah disediakan oleh pembuat (Autodesk), baik menurut sistem ISO, JIS, dan lain sebagainya. Namun demikian, untuk menambah pema-haman siswa tentang fungsi etiket itu sendiri, siswa juga dapat membuatnya sesuai dengan format yang digunakan di industri, sebagai contoh, lihat Gambar 3.8 Besi Tuang Baja dan Baja Istimewa Besi Tuang yang dapat ditempa Aluminium dan Paduannya Baja Cair Logam Puitih Paduan Tembaga Tuang Seng, Air Raksa Teknik Teknik Gambar Mesin 2 Dimensi dengan CAD Direktorat Pembinaan SMK (2013) 49 Gambar 3.8 Contoh Etiket Gambar dan ukuran arah mendatar Setiap gambar kerja harus selalu mempunyai Etiket, sebagai pencantuman, antara lain: Nama penggambar; Nama gambar Nama Instansi, Departeemen, Lembaga atau Institusi penggambar, Nama penggambar Nomor Gambar Tanggal penggambaran, Pemeriksaan, dan Persetujuan berikut dengan Nama. Ukuran Kertas Gambar, Skala Gambar, Proyeksi yang dipakai, Satuan Ukuran yang digunakan, Nama penggambar Data lain yang diperlukan sebagai kelengkapan Gambar. Next >