< Previous27Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi PekertiE. Pengembangan Instrumen Penilaian KeterampilanPenilaian terhadap kompetensi keterampilan peserta didik dapat dilakukan melalui berbagai teknik penilaian, yang salah satunya adalah penilaian kinerja. Penilaian kinerja merupakan penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, proyek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan dalam penilaian tersebut biasanya menggunakan daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik. Berikut ini akan diuraikan petunjuk teknis pengembangan tes praktik, proyek, dan penilaian portofolio beserta kriteria minimal yang harus dipenuhi, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan penilaian. 1. Teknik Pengembangan Instrumen Tes Praktik Tes praktik dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktik di laboratorium, praktik salat, praktik olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, dan sebagainya. Untuk dapat memenuhi kualitas perencanaan dan pelaksanaan tes praktik, berikut ini adalah petunjuk teknis dan acuan dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian melalui tes praktik. Format Penilaian Praktik Materi Praktik : ..........................................................Nama peserta didik : ..........................................................Kelas : ..........................................................No.Aspek yang DinilaiNilai12341.2.JumlahSkor maksimumKeterangan penilaian:1 = tidak kompeten 3 = kompeten2 = cukup kompeten 4 = sangat kompeten28Kelas XII SMA/SMK Buku Guru2. Teknik Pengembangan Instrumen Penilaian Proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode atau waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan, dan penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, penyelidikan dan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran dan indikator/topik tertentu secara jelas. Pada penilaian proyek, setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan: (a) kemampuan pengelolaan: kemampuan peserta didik dalam memilih indikator/topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan, (b) relevansi, kesesuaian dengan mata pelajaran dan indikator/topik, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran, dan (c) keaslian: proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik. Selanjutnya, untuk menjamin kualitas perencanaan dan pelaksanaan penilaian proyek, perlu dikemukakan petunjuk teknis. Berikut dikemukakan petunjuk teknis pelaksanaan dan acuan dalam menentukan kualitas penilaian proyek. 3. Teknik Pengembangan Instrumen Penilaian Portofolio Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik atau hasil ulangan dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik. Akhir suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan. F. Mekanisme dan Prosedur Penilaian1. Penilaian hasil belajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan oleh pendidik, satuan pendidikan, pemerintah dan/atau lembaga mandiri.29Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti2. Penilaian hasil belajar dilakukan dalam bentuk penilaian autentik, penilaian diri, penilaian proyek, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian sekolah, dan ujian nasional.a. Penilaian autentik dilakukan oleh guru secara berkelanjutan.b. Penilaian diri dilakukan oleh peserta didik untuk tiap kali sebelum ulangan harian.c. Penilaian proyek dilakukan oleh pendidik untuk tiap akhir bab atau tema pelajaran.d. Ulangan harian dilakukan oleh pendidik terintegrasi dengan proses pembelajaran dalam bentuk ulangan atau penugasan.e. Ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester, dilakukan oleh pendidik di bawah koordinasi satuan pendidikan.f. Ujian tingkat kompetensi dilakukan oleh satuan pendidikan pada akhir kelas II (tingkat 1), kelas IV (tingkat 2), kelas VIII (tingkat 4), dan kelas XI (tingkat 5), dengan menggunakan kisi-kisi yang disusun oleh Pemerintah. Ujian tingkat kompetensi pada akhir kelas VI (tingkat 3), kelas IX (tingkat 4A), dan kelas XII (tingkat 6) dilakukan melalui UN.g. Ujian Mutu Tingkat Kompetensi dilakukan dengan metode survei oleh Pemerintah pada akhir kelas II (tingkat 1), kelas IV (tingkat 2), kelas VIII (tingkat 4), dan kelas XI (tingkat 5).h. Ujian sekolah dilakukan oleh satuan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangani. Ujian Nasional dilakukan oleh Pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 3. Perencanaan ulangan harian dan pemberian proyek oleh pendidik sesuai dengan silabus dan dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).4. Kegiatan ujian sekolah/madrasah dilakukan dengan langkah-langkah:a. menyusun kisi-kisi ujian;b. mengembangkan (menulis, menelaah, dan merevisi) instrumen;c. melaksanakan ujian;30Kelas XII SMA/SMK Buku Gurud. mengolah (menyekor dan menilai) dan menentukan kelulusan peserta didik; dane. melaporkan dan memanfaatkan hasil penilaian.5. Ujian nasional dilaksanakan sesuai langkah-langkah yang diatur dalam Prosedur Operasi Standar (POS).6. Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian berikutnya. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remedial.7. Hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan dilaporkan dalam bentuk nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi kepada orang tua dan pemerintah.G. Pelaksanaan dan Pelaporan Penilaian1. Pelaksanaan dan pelaporan penilaian oleh pendidik penilaian hasil belajar oleh pendidik yang dilakukan secara berkesinambungan bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penilaian hasil belajar oleh pendidik memperhatikan hal-hal sebagai berikut.a. Proses penilaian diawali dengan mengkaji silabus sebagai acuan dalam membuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester. Setelah menetapkan kriteria penilaian, pendidik memilih teknik penilaian sesuai dengan indikator dan mengembangkan instrumen serta pedoman pensekoran sesuai dengan teknik penilaian yang dipilih.b. Pelaksanaan penilaian dalam proses pembelajaran diawali dengan penelusuran dan diakhiri dengan tes dan/atau nontes. Penelusuran dilakukan dengan menggunakan teknik bertanya untuk mengeksplorasi pengalaman belajar sesuai dengan kondisi dan tingkat kemampuan peserta didik.c. Penilaian pada pembelajaran tematik-terpadu dilakukan dengan mengacu pada indikator dari Kompetensi Dasar setiap mata pelajaran yang diintegrasikan dalam tema tersebut.31Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi PekertiBab IVKompetensi Inti dan Kompetensi DasarA. Kompetensi IntiKI.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.KI.2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.KI.3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.KI.4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.32Kelas XII SMA/SMK Buku GuruB. Kompetensi Dasar3.1 Memahami kebesaran dan kekuasaan Tian atas hidup dan kehidupan di dunia ini. 3.2 Memahami hakikat dan sifat dasar manusia.3.3 Memahami hakikat dan makna ibadah. 3.4 Memahami makna persembahyangan kepada Tian. 3.5 Menjelaskan karya dan nilai keteladanan para Nabi dan Raja Suci. 3.6 Menjelaskan sejarah masuknya agama Khonghucu, perkembangan, dan eksistensi agama Khonghucu di Indonesia.3.7 Mengenal tempat ibadah umat Khonghucu.3.8 Memahami makna perbedaan, toleransi, kerukunan, dan hidup harmonis.4.1 Menceritakan pengalaman spiritual akan kebesaran dan kekuasaan Tuhan.4.2 Mencari contoh-contoh tindakkan yang merupakan dorongan dari benih-benih kebajikan (watak sejati). 4.3 Mempraktikkan perbuatan menolong sesama sebagai bentuk ibadah yang nyata, melakukan hormat dengan merangkapkan tangan sesuai tingkatannya, dan mempraktikkan Jing Zuo (duduk diam).4.4 Mempraktikkan sembahyang kepada Tian dan Leluhur.4.5 Mencari benda-benda dan karya yang ditemukan oleh para nabi purba yang sampai kini masih digunakan.4.6 Merumuskan sikap dan tindakkan yang harus dilakukan untuk eksistensi agama Khonghucu ke depan.4.7 Berkunjung dan mencari informasi tentang tempat-tempat ibadah umat Khonghucu.4.8 Berdialog dengan tokoh dari agama lain tentang makna pentingnya kerukunan dan cara-cara yang harus diambil untuk membangun kerukunan. Bagian DuaPenjelasan BAB35Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi PekertiA. Peta KonsepBelajarHati-hatilah MemikirkannyaBanyak-banyaklah BelajarJelas-jelaslah MenguraikannyaSungguh-sungguhlah MelaksanakannyaPadai-pandailah BertanyaBelajar Sebagai Ibadah dan Proses Pembinaan DiriBelajar Sepanjang HidupBelajar Berarti PraktikPendekatan BelajarHakikat dan Semangat BelajarBab I36Kelas XII SMA/SMK Buku GuruB. Tujuan PembelajaranSetelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran bab satu, peserta didik diharapkan dapat:1. Memahami makna pentingnya belajar.2. Memahami belajar sebagai sebuah ibadah dan proses pembinaan diri.3. Memahami bahwa belajar suatu kegiatan yang harus ada sepanjang hayat.4. Menjelaskan pendekatan dan langkah-langkah belajar.C. Langkah-Langkah Pembelajaran1. MengamatiPada langkah mengamati, guru mempersiapkan objek (dalam bentuk benda atau fenomena) yang relevan dengan tema pembelajaran seperti: - Karakter huruf Xue Sheng (学生).- Gambar, sebagai ilustrasi sebuah proses dari tidak mampu melakukan sesuatu menjadi mampu. Misalnya, proses seorang anak dari merangkak selanjutnya mampu berjalan, dan sebagainya.2. MenanyaMemancing peserta didik untuk menanyakan dan menganalisis, bisa dengan cara memberikan informasi yang tidak lengkap tentang materi yang relevan dengan tema pembelajaran.3. Eksperimen/Eksplorasi- Menginventaris ayat suci yang berkaitan dengan belajar.- Mencari contoh-contoh yang menunjukkan bahwa semua kemampuan yang dimiliki manusia adalah karena proses belajar. 4. MengasosiasiMemberikan potongan informasi untuk digali lebih lanjut, atau dengan memberikan pertanyaan tentang keterkaitan antarmateri, sehingga peserta didik mencoba mengasosiasikan, seperti:- Menghubungkan antara belajar dan berpikir.- Menghubungkan antara belajar dan praktik.- Menghubungkan antara bakat dan ketekunan.Next >