< PreviousMekanika Dan Elemen Mesin 30 8. Mur yang diputar pada poros maka bearing akan tertekan masuk 9. Sebelum pemasangan sebaiknya diberipelumas agar lebih mudah masuknya : 10. Memasang bearing dengan penutup yang diputar dengan baut. 11. Pemasangan bearing dengan handpress atau hydrolik pres Mekanika Dan Elemen Mesin 31 12. Pemasangan bearing dengan cara dipanaskan dengan suhu 900, kemudian dimasukkan pada porosnya dengan sarung tangan Untuk menguji hasil pasangan, maka beberapa cara yang dapat diambil: 1. Mendengarkan putaran bearing, 2. Melihat kelurusan bearing 3. Melihat kelurusan poros 4. Memutar bearing 5. Memutar poros 6. Melihat kesesakan bearing 7. Mengecek kode bearing V. Umur Bearing 8. Mengecek posisi (keterbalikan) bearing1. Mekanika Dan Elemen Mesin 32 Umur Ln beban 2000 – 4000 (jam) 5000 – 15000 20000 – 30000 (jam) (jam) Pemakaian jarang Pemakaian sebentar-sebentar (tidak terusmenerus) Pemakaian terus-menerus Pemakaian terus-menerus dengan keandalan tinggi Kerja ha-lus tanpa tumbukan Alat listrik rumah tangga, sepeda Konveyor, mesin pengangkat, lift, tangga jalan Pompa, poros transmisi, separator, pengayak, mesin perka-kas, pres pu-tar, separator sentrifugal, sentrifus pem-urni gula, mo-tor listrik Poros, transmisi utama yang memegang peranan penting, motor-motor listrik yang penting Mekanika Dan Elemen Mesin 33 Kerja biasa Mesin pertanian, gerinda tangan Otomobil, me-sin jahit Motor kecil, roda meja, pemegang pinyon, roda gigi reduksi, kereta rel Pompa penguras, mesin pabrik, kertas, rol kalender, kipas angin, kran, penggiling bola, motor utama kereta rel listrik. Kerja dengan getaran atau tumbukan Alat-alat besar, unit roda gigi dengan getaran besar, rolling mill Penggetar, penghancur Mekanika Dan Elemen Mesin 34 VI. Kondisi Bearing Kondisi bearing yang ada sangat ditentukan dari aspek pemekaian dan cara pemasangan. Untuk kedua aspek ini akan menentukan bearing tersebut rusak atau tidak, cacat, karat dan lainnya. Dan pada akhirnya bearing tersebut harus diganti agar tidak menyebabkan kerusakan poros atau komponen lainya. Beberapa hal yang sering terjadi tentang kerusa-kan bearing: a. Tepi Bearing retak b. Bearing kondisi longgar/goyang c. Rumah bearing berkarat d. Kerusakan pada seal (dari pemakaian) e. Terdapat bunyi gemerisik pada bearing f. Roda peluru pecah g. Bearing setelah dipasang menjadi sesak Alasan Masing-masing kerusakan : a. Tepi retak : - Beban kejut - Berhenti mendadak tanpa, sehingga ada momen pengereman - Kesalahan pemasangan yang akibat dari pengepresan yang tidak merata a. Bearing longgar : - Sudah aus karena lama pemakaian - Beban pemakaian yang overload b. Rumah bearing berkarat : - Kurang pelumasan - Pemakaian yang berhubungan dengan air. c. Kerusakan pada seal - Pemakaian yang terlalu panas - Kurang pelumasan - Waktu pemakaian yang terlalu lama d. Bunyi gemerisik : - Kurang pelumasan - Roda peluru aus e. Roda peluru pecah : - Beban overload - Pemakaian yang lama Mekanika Dan Elemen Mesin 35 - Ada beban kejut f. Bearing setelah dipasang menjadi sesak : - Suaian dari poros atau rumah bearing terlalu sesak - Ada ketirusan atau cacat pada poros atau rumah bearing 1. Ada beban kejut, sehingga ring luar bearing rusak. 2. Kerusakan akibat lama pemakaian, karat 3. Bearing yang lama berhenti dan berkarat, pamakaian yang lama, Beban yang overload. 4. Akibat dari Pengencangan yang terlalu keras sehingga tepi ring jadi cepat aus. Mekanika Dan Elemen Mesin 36 VII. Safety Aspek safety pada pemasangan dan pelepasan bearing harus diperhatikan, wa-laupun terlihat sangan sepele. Karena untuk pemasangan kadang berhubungan dengan benda yang berat, palu, juga panas. Untuk Pelepasan kadang juga ada sesuatu yang patah, terlempar, atau pecah. Untuk itu perlu sekali adanya alat keselamatan kerja atau suatu cara untuk menghindari adanya kecelakaan. Alat-alat keselamatan kerja yang dipakai pada pelepasan dan pemasangan be-raring adalah: 1. Kaca mata 2. Sarung tangan kulit. 3. Sepatu kerja 4. Pakaian Kerja Sikap kerja : Jangan memegang bearing panas hanya dengan tangan. Pakailah pipa atau bahan berdiameter untuk memasang bearing agar dapat lurus. Jangan memukul bearing langsung dengan palu, karena dapat cacat, se-hingga sulit masuk ke poros atau rumah bearing. Mekanika Dan Elemen Mesin 37 Apabila yang sesak porosnya maka saat menekan atau memukul dengan pipa, maka diameter harus pada diameter poros tersebut, tidak pada ring luar bearing. PERHITUNGAN BANTALAN Bantalan merupakan elemen mesin yang berfungsi sebagi penumpu suatu poros yang berbeban dan berputar. Dengan adanya bantalan maka putaran dan gerakan bolak-balik berlangsung secara halus, aman dan tahan lama. Bantalan harus mempunyai ketahanan terhadap getaran maupun hentakan. Jika suatu sistem menggunakan konstruksi bantalan, sedangkan bantalannya tidak berfungsi baik, maka seluruh sistem akan menurun prestasinya. Macam-macam bantalan Menururt arah beban yang diderita oleh elemen maka bantalan dibagi menjadi dua macam yaitu : 1. Bantalan Radial. Bila arah beban yang ditumpu oleh bantalan arahnya tegak lurus sumbu poros. 2. Bantalan axial. Bila rah beban yang ditumpu oleh bantalan arahnya searah dengan sumbu poros. Menurut dasar gerakan bantalan terhadap poros : 1. Bantalan Peluru. Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dan yang diam, melalui elemen peluru seperti bola (peluru), rol jarum dan rol bulat. 2. Bantalan Luncur. Pada bantalan ini terjadi gesekan luncur antar poros dan bantalan. Karena permukaan poros ditumpu oleh permukaan bantalan. A. BANTALAN PELURU Bantalan peluru mempunyai keuntungan bahwa gesekan sangat kecil, bila dibandingkan dengan jenis bantalan lain. Elemen peluru (elemen putar) seperti bola atau rol, dipasang diantara cincin luar dan cincin dalam. Dengan memutar salah satu cincin tersebut, bola dan rol akan membuat gerakan berjalan dan berputar. Cincin berfungsi juga sebagai penutup. Mekanika Dan Elemen Mesin 38 Ketelitian pembuatan rol dan bola merupkan keharusan. Karena luas bidang kontak antara bola atau rol dengan cincinnya sangat kecil, maka besarnya beban sangat kecil. Karena besarnya bidang kontak sangat kecil, maka besarnya persatuan luas atau tekanan menjadi tinggi. Dengan demikian syarat dari bahan yang dipakai harus mempunyai kekerana dan ketahanan yang tinggi. Menurut ukuran diameter luar dan dalam dari bantalan peluru, maka bantalan peluru apat dibagi menjadi beberapa kategori yaitu : (lihat tabel 16). Tabel 16. Ukuran diameter dan ketegorinya Dalam pemakaian bantalan dapat dibagi menjadi 3 yaitu : 1. Bantalan otomob 2. Bantalan mesin 3. Bantalan instrumen Jenis-jenis Bantalan Peluru Bantalan Radial Bantalan peluru ada dua macam yaitu bentuk bantalan bola dan bantalan rol (lihat gambar 1 dan gambar 2). Ukuran Ketegori Ukuran luar lebih besar dari 800 mm. Ukuran luar 180 sampai 800 mm. Ukuran luar 80 sampai 180 mm. Ukuran diameter dalam 10 mm atau lebih dan diameter sampai 80 mm. Diameter dalam kurang dari 10 mm dan diameter luar 9 mm atau lebih. Diameter luar kurang dari 9 mm.Ultra besar Besar Sedang Kecil Diameter Kecil Miniatur Mekanika Dan Elemen Mesin 39 a. Bantalan bola radial. Dapat berfungsi sebagai pendukung beban radial. Yaitu beban yang tegak lurus sumbu poros. Dapat digunakan untuk putaran yang tinggi, dan harganya murah. Gambar 1. Bantalan Bola. b. Bantalan rol dan silindris. (Gambar 2). Bantalan rol silindris dapat mendukung beban radial yang tinggi dan terpisah. Pemasangan dan pembongkran sederhana. Gambar 2. Bantalan bola silindris B. Bantalan rol dan silindris. (Gambar 2). Bantalan rol silindris dapat mendukung beban radial yang tinggi dan terpisah. Pemasangan dan pembongkran sederhana. Next >