< Previous 64 Direktorat Pembinaan SMK 2013Dasar Tata Artistik 1 Gambar 64. Alat dan bahan tata rias Berdasarkan pada pengertian di atas, maka definsi kosmetika dengan definisi obat tidak sama. Namun dalam beberapa hal keduanya saling berkaitan, baik tujuan, kegunaan atau manfaat yang diperoleh. d. Tata rias teater Sejarah tata rias dimulai saat manusia menjadi sadar akan dirinya. Ketika manusia mulai menyadari bahwa diri mereka ingin terlihat lebih menarik, maka manusia lain membantu untuk memperbaiki penampilan. Tata rias adalah seni menciptakan keindahan fisik termasuk rambut, kulit, dan kuku. Jadi tata rias teater adalah tata rias yang difungsikan untuk menunjang pementasan teater, khususnya digunakan oleh pemeran untuk menciptakan keindahan fisik sesuai dengan tuntutan peran yang dimainkan. e. Fungsi tata rias teater Tata rias diartikan sebagai seni mengubah penampilan wajah menjadi lebih sempurna. Tata rias dalam teater mempunyai arti lebih spesifik, yaitu seni mengubah wajah untuk menggambarkan karakter tokoh. Tata Rias dalam teater bermula dari pemakaian kedok atau topeng untuk menggambarkan karakter tokoh. Contoh, teater Yunani yang memakai topeng lebih besar dari wajah pemain dengan garis tegas agar ekspresi dapat dilihat oleh penonton. Beberapa teater primitif menggunakan bedak tebal yang dibuat dari bahan alam, seperti tanah, tulang, tumbuhan, dan lemak binatang. Pemakaian tata rias akhirnya menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari peristiwa teater. 65 Direktorat Pembinaan SMK 2013 Dasar Tata Artistik 1 Tokoh teater memiliki karakter berbeda. Penampilan tokoh yang berbeda-beda membutuhkan penampilan yang berbeda sesuai karakter. Tata rias merupakan salah satu cara menampilkan karakter tokoh yang berbeda-beda tersebut. Tata rias dalam teater berfungsi untuk: 1) Menyempurnakan Penampilan Wajah Wajah seorang pemain memiliki kekurangan yang bisa disempurnakan dengan mengaplikasikan tata rias. Misalnya pemain memiliki hidung yang kurang mancung, mata yang tidak ekspresif, bibir yang kurang tegas, dan sebagainya. Tata rias bisa menyempurnakan kekurangan tersebut sehingga muncul kesan hidung tampak mancung, mata menjadi lebih ekspresif, dan bibir bergaris tegas. Penyempurnaan wajah dilakukan pada pemain yang secara fisik telah sesuai dengan tokoh yang dimainkan. Misalnya, seorang remaja memerankan siswa sekolah. Tata rias tidak perlu mengubah usia, tetapi cukup menyempurnakan dengan mengoreksi kekurangan yang ada untuk disempurnakan. Pemain yang tidak menggunakan rias, wajahnya akan tampak datar, tidak memiliki dimensi. 2) Menggambarkan Karakter Tokoh Karakter berarti watak. Tata rias berfungsi melukiskan watak tokoh dengan mengubah wajah pemeran menyangkut aspek umur, ras, bentuk wajah, dan tubuh. Karakter wajah merupakan cermin psikologis dan latar sosial tokoh yang hadir secara nyata. Misalnya, seorang yang optimis digambarkan dengan tarikan sudut mata cenderung ke atas. Sebaliknya, tokoh pesimistis cenderung memiliki karakter garis mata yang menurun. Tata rias memiliki kemampuan mengubah sekaligus menampilkan karakter yang berbeda dari pemeran. 3) Memberi Efek Gerak pada Ekspresi Pemain Wajah seorang pemain di atas pentas, tampak datar ketika tertimpa cahaya lampu. Oleh karena itu dibutuhkan tata rias untuk menampilkan dimensi wajah pemain. Tata rias berfungsi menegaskan garis wajah karakter, sehingga saat berekspresi muncul efek gerak yang tegas dan dapat ditangkap oleh penonton. Seorang penata rias harus mencermati gerak ekspresi wajah untuk menentukan garis yang akan dibuat. 66 Direktorat Pembinaan SMK 2013Dasar Tata Artistik 1 4) Menghasilkan Garis-garis Wajah sesuai dengan Tokoh Menampilkan wajah sesuai dengan tokoh membutuhkan garis baru yang membentuk wajah baru. Fungsi garis tidak sekedar menegaskan, tetapi juga menambahkan sehingga terbentuk tampilan yang berbeda dengan wajah asli pemain. Misalnya, seorang remaja yang memerankan seorang berumur 50 tahun. Wajah perlu ditambahkan garis-garis kerutan sesuai wajah seorang berusia 50 tahun. Seorang yang berperan menjadi tokoh binatang, maka perlu membuat garis-garis baru sesuai dengan karakter wajah binatang yang diperankan. 5) Menambah Aspek Dramatik Peristiwa teater selalu tumbuh dan berkembang. Tokoh-tokoh mengalami berbagai peristiwa sehingga terjadi perubahan dan penambahan tata rias. Misalnya, seorang tokoh tertusuk belati, tertembak, tersayat wajahnya, maka dibutuhkan tata rias yang memberikan efek sesuai dengan kebutuhan. Tata rias bisa memberikan efek dramatik dari peristiwa yang terjadi dengan menciptakan efek tertentu sesuai kebutuhan. f. Jenis tata rias teater Tata rias dalam teater ada beberapa jenis, dan ini dipengaruhi oleh gaya pementasan teater. Tata rias teater dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu; tata rias korektif, tata rias fantasi, dan tata rias karakter. 1) Tata Rias Korektif Tata rias korektif (corective make-up atau Straight make-up) merupakan bentuk tata rias yang bersifat menyempurnakan (koreksi). Tata rias ini menyembunyikan kekurangan yang ada pada wajah dan menonjolkan hal yang menarik dari wajah. Setiap wajah memiliki kekurangan dan kelebihan. Seseorang yang memiliki bentuk wajah kurang sempurna, misalnya dahi terlalu lebar, hidung kurang mancung, dan sebagainya, dapat disempurnakan dengan tata rias korektif. Seorang pemain membutuhkan tata rias korektif ketika tampilan tidak membutuhkan perubahan usia, ras, dan perubahan bentuk wajah. Biasanya pemeran memiliki kesesuaian dengan tokoh yang diperankan. Wajah pemain cukup disempurnakan dengan menyamarkan, menegaskan, dan menonjolkan bagian wajah sesuai tokoh yang diperankan. 67 Direktorat Pembinaan SMK 2013 Dasar Tata Artistik 1 2) Tata Rias Fantasi Tata rias fantasi dikenal dengan tata rias karakter khusus. Disebut tata rias karakter khusus, karena menampilkan wujud rekaan dengan mengubah wajah tidak realistik. Tata rias fantasi menggambarkan tokoh yang tidak riil keberadaannya dan lahir berdasarkan daya khayal semata. Tipe tata rias fantasi beragam, mulai dari badut, tokoh horor, sampai binatang. Beberapa teater di Asia, seperti Opera Cina dan Kabuki menggunakan jenis tata rias fantasi. Tata Rias Opera Cina menyerupai topeng. Wajah pemain yang sebenarnya tak tampak. Tata Rias Kabuki memiliki pola yang menggambarkan karakter berbeda. Gambar 65. Tata rias opera cina Gambar 66. Tata rias kabuki Pola tata rias pada Kabuki diaplikasikan pada wajah pemain yang seluruhnya dibuat putih. 68 Direktorat Pembinaan SMK 2013Dasar Tata Artistik 1 Gambar 67. Aplikasi tata rias kabuki 3) Tata Rias Karakter Tata rias karaker adalah tata rias yang mengubah penampilan wajah seseorang dalam hal umur, watak, bangsa, sifat, dan ciri khusus yang melekat pada tokoh. Tata rias karakter dibutuhkan ketika karakter wajah pemeran tidak sesuai dengan karakter tokoh. Tata rias karakter tidak sekedar menyempurnakan, tetapi mengubah tampilan wajah. Contoh, mengubah umur pemeran dari muda menjadi tua. Mengubah anatomi wajah pemain untuk memenuhi tuntutan tokoh dapat juga digolongkan sebagai tata rias karakter, misalnya memanjangkan telinga, misal tokoh suku Dayak Kalimantan yang memiliki tradisi memanjangkan telinga. Gambar 68. Mengubah usia pemeran 69 Direktorat Pembinaan SMK 2013 Dasar Tata Artistik 1 Gambar 69. Mengubah anatomi tubuh 2. Alat dan Bahan Tata Rias Dasar Pengetahuan bahan dan peralatan tata rias sangat penting bagi seorang penata rias. Pengetahuan bahan dan peralatan menjadi dasar untuk memilih bahan dan alat yang sesuai dengan kebutuhan. Perkembangan zaman dan teknologi membawa konsekuensi pada teknologi bahan dan peralatan tata rias. Hampir setiap tahun bahan kosmetik diproduksi dengan berbagai jenis dan kualitas yang beragam. Peralatan tata rias sangat beragam tergantung kegunaan. Beberapa memiliki fungsi yang sangat khusus untuk merias bagian yang sangat khusus seperti alis, bulu mata, dan lain sebagainya. Dengan mengenal peralatan tata rias maka kesalahan penggunaan alat bisa diminimalisir. Sering terjadi pada penata rias amatir, yang sembanrangan mempergunakan peralatan tata rias, sehingga menyebabkan alat mudah rusak atau tidak dapat digunakan dengan baik. Peralatan dasar penata rias adalah: a. Sikat alis Sikat alis memiliki bentuk ganda. Pada satu sisi berbentuk sisir kecil dan sisi lain adalah sikat yang berbentuk seperti sikat gigi. Fungsinya untuk merapikan alis, baik sebelum dan sesudah pemakaian pencil alis dan shadow. Gambar 70. Sikat alis 70 Direktorat Pembinaan SMK 2013Dasar Tata Artistik 1 b. Sikat bulu mata Sikat bulu mata adalah sikat dengan bulu-bulu yang ditata melingkar seperti spiral. Sikat ini memiliki karakter bulu sikat yang kasar. Fungsinya untuk membersihkan bulu mata dan menyempurnakan maskara yang tidak rata. Gambar 71. Sikat bulu mata c. Kuas alis Kuas alis berbulu halus atau kasar. Ujung kuas dipotong menyerong atau diagonal. Kuas ini digunakan untuk membaurkan pensil alis atau eye shadow yang telah diaplikasikan sehingga terlihat rapi dan natural. Gambar 72. Kuas alis d. Kuas eye liner Kuas eye liner ada dua macam. Pertama, kuas dengan bulu-bulu halus, agak panjang dan ramping. Kuas eye liner berfungsi untuk melukis garis mata. Melukis garis mata bisa memakai eye shadow atau eye liner cair. Apabila menggunakan bahan eye shadow, kuas dalam keadaan basah. Sebaliknya kalau menggunakan bahan eye liner cair, kuas dalam keadaan kering. Kedua, kuas dengan bulu-bulu halus, ujung bulat dan bulu agak tebal. Kuas ini berfungsi menyempurnakan dan memadukan eye liner dengan pencil mata. 71 Direktorat Pembinaan SMK 2013 Dasar Tata Artistik 1 Gambar 73. Kuas eyeliner e. Kuas bibir Kuas bibir berukuran sedang dengan bulu lembut dan berujung lancip. Digunakan untuk mengaplikasikan pewarna bibir dan lip gloss. Gambar 74. Kuas bibir f. Kuas concealer Kuas concealer memiliki ukuran bervariasi. Kuas ini digunakan unuk mengaplikasikan concealer pada noda yang terdapat di wajah. Kuas yang berukuran kecil dipakai untuk menjangkau sudut-sudut wajah, seperti sudut mata. Gambar 75. Kuas concealer g. Kuas eye shadow Kuas eye shadow terdiri dari dua jenis, pertama, berbentuk pipih, berujung tipis, dengan bulu lembut. Fungsinya sebagai pembentuk garis (ujung kuas pada posisi mendatar), untuk mengisi, dan pembaur warna (ujung kuas dalam posisi berdiri). Kedua, kuas berbulu tebal, lembut, dan ujung bulat. Kuas ini digunakan unuk membantu menyempurnakan sapuan gradasi warna eye shadow. Pengaplikasian tidak memerlukan satu titik berat. Fungsi lain kuas ini adalah untuk membentuk dan menghaluskan bayangan hidung. Kuas ini terdiri atas berbagai ukuran. Ukuran kecil digunakan 72 Direktorat Pembinaan SMK 2013Dasar Tata Artistik 1 sebagai aplikator pada daerah yang membutuhkan titik berat atau membentuk garis, misalnya pada sudut mata atau tepian kelopak mata. Kuas besar untuk membentuk highlight. Pada prinsipnya makin ke atas ukuran kuas yang digunakan, makin besar. Untuk warna lebih pekat, kuas dapat digunakan dalam keadaan basah. Gambar 76. Kuas eye shadow h. Kuas kipas Kuas kipas berbentuk pipih dan melebar seperti kipas. Terbuat dari bulu yang sangat halus. Kuas ini digunakan untuk membersihkan serpihan kosmetik yang mengotori wajah. Gambar 77. Kuas kipas i. Kuas shading Kuas shading memiliki bulu lembut, tebal, dan ujungnya dibentuk serong. Digunakan untuk aplikasi teknik shading pada bagian wajah yang bersudut, seperti hidung atau rahang. Gambar 78. Kuas shading 73 Direktorat Pembinaan SMK 2013 Dasar Tata Artistik 1 j. Kuas blush on Kuas blush on (blush brush) memiliki gagang langsing dengan bulu lembut dan agak tebal. Berfungsi untuk mengaplikasikan blush on pada pipi atau bagian wajah lain. Gambar 79. Kuas blush on k. Kuas powder Kuas powder bergagang besar dengan bulu lembut dan gemuk. Kuas ini digunakan untuk mengaplikasikan losse powder. Bisa juga digunakan untuk finishing yaitu menyatukan bahan rias agar terpadu lebih sempurna. Gambar 80. Kuas powder l. Velour powder puff Velour powder puff terbuat dari bahan sejenis beludru yang lembut. Berbentuk bundar dan tersedia dalam dua ukuran, yaitu besar dan kecil. Besar untuk mengaplikasikan bedak tabur dan kecil untuk bedak padat pada wajah. Gambar 81. Powder Puff Next >