< Previous 168 ditempatkan sedemikian rupa sehingga dapat dengan cepat ditempatkan dalam pesawat luput maut yang manapun. EPIRB dirancang sedemikian rupa sehingga dapat digunakan oleh orang yang tidak mempunyai keterampilan khusus dan dibangun sedemikian rupa sehingga dengan mudah dirawat, baterai tidak perlu penggantian dalam waktu kurang dari 12 bulan dengan memperhatikan pengaturan pengujian. Prinsip Kerja EPIRB EPIRB merupakan sistem search and Rescue (SAR) berbasis satelit internasional yang pertama kali digagas oleh empat negara yaitu Perancis, Kanada, Amerika Serikat dan Rusia pada tahun 1979 yang bekerja melalui satelit Cosmicheskaya Sistyema Poiska Avariynich Sudov - Search And Rescue Satellite-Aided Tracking (Cospas-Sarsat). Misi program Cospas-Sarsat adalah memberikan bantuan pelaksanaan SAR dengan menyediakan “distress alert” dan data lokasi secara akurat, terukur serta dapat dipercaya kepada seluruh komonitas internasional. Tujuannya agar dikurangi sebanyak mungkin keterlambatan dalam melokasi “distress alert” sehingga operasi akan berdampak besar dalam peningkatan probabilitas keselamatan korban. Keempat negara tersebut mengembangkan suatu sistem satelit yang mampu mendeteksi “beacon” pada frekuensi 121,5/243 MHz dan 406 MHz. Emergency Position-Indicating Radio Beacon (EPIRB) beacon 406 Mhz adalah untuk pelayaran merupakan elemen dari Global Maritime Distress Safety System (GMDSS) yang didesain beroperasi dengan sistem the Cospas-Sarsat. EPIRB sekarang menjadi persyaratan dalam konvensi internasioal bagi kapal Safety of Life at Sea (SOLAS). Mulai 1 169 Februari 2009, sistem Cospas-Sarsat hanya akan memproses beacon pada frekuensi 406 MHz. Gambar 91. Sistem kerja EPIRB Sistem Kerja EPIRB EPIRB memancarkan sinyal yang dideteksi oleh satelit COSPAS/SARSAT yang dilengkapi dengan suatu alat penerima. Kemudian sinyal-sinyal tersebut direlay pada stasiun penerima bumi dikenal sebagai Local User Terminal (LUT). LUT memproses sinyal-sinyal tersebut mendapatkan posisi dan identitas Beacon. Tanda bahaya dan lokasinya kemudian di relay bersama-sama ke Mission Control Centre (MCC) pada Rescue Coordination Centre. EPIRB akan aktif dengan cara sebagai berikut: Manual: Switch ke posisi “ON” Automatis: Switch pada posisi “Armed” atau “Ready” 170 Bila EPIRB tenggelam pada kedalaman 2–4 m, hydrostatic relase mechanism akan bekerja yang akan EPIRB akan mengapung dan mulai memancarkan sinyal karena kontak dengan air laut. EPIRB dilengkapi dengan remote control untuk mengaktifkan switch. Gambar 92. Hydrostatic Reales System pada EPIRB Cara memelihara EPIRB: EPIRB harus ditempatkan secara benar pada Mounting Bracket, switch pada posisi Armed atau Ready Bila terjadi kerusakan mekanik pada bahan popy-carbonate harus diganti. Bila batere sudah kadaluarsa harus diganti. Tanda panggilan (call sign) dan nomor MMSI harus permanent EPIRB atau Realease Mechanism tidak boleh dicat 171 Harus dicek tanggal kadaluarsa Release Mechanism, biasanya diganti setiap 2 Tahun. Jenis – Jenis EPIRB: COSPAS/SARSAT Float Free121/140 MHz INMARSAT – EPIRB Float Free 1,6 GHz MANUAL EPIRB 121,5 MHz VHF DSC Channel 70 EPIRB + SART c) VHF Transceiver VHF Transceiver didisain untuk digunakan dalam komunikasi jarak pendek (On – Scene) yang diperlukan setelah terjadinya kondisi berbahaya. Spesifikasi teknis portable VHF transceiver memiliki daya 0,25 – 1 watt dengan Channel 16 Simplex Internasional. Kapasitas batterai pada VHF Transceiver jenis portable adalah 8 Jam. Untuk meminta bantuan search and rescue dapat melalui frekuensi pada channel 16. Portable VHF transceiver saat tidak digunakan untuk komunikasi di atas kapal, harus tetap berada dalam tempat pengisian batterai agar tetap dalam kondisi pengisian penuh setiap saat. Bila perlengkapan tersebut digunakan untuk komunikasi di atas kapal, baterai untuk keadaan darurat harus tetap dijaga dalam kondisi penuh. Tanda panggilan (Call Sign) kapal pada transceiver harus tahan air. Semua nomor chanell harus ditunjukan dalam perlengkapan tersebut. Semua kapal-kapal yang dicover oleh konvensi SOLAS harus dilengkapi dengan portable VHF transceiver: Tiga buah untuk kapal di atas 500 ton gross ton 172 Dua buah untuk kapal antara 300 – 500 ton gross ton d) Search And Rescue Transponder (SART) SART singkatan dari Search And Rescue Radar Transponder yang merupakan sarana utama dalam GMDSS. Tujuannya adalah untuk membantu pencarian lokasi survival craft, atau kapal yang mengalami marabahaya. Hal ini memungkinkan setiap kapal atau pesawat terbang yang dilengkapi dengan radar untuk mendeteksi lokasi survival. Pada umumnya, dua SART diletakkan masing-masing pada sisi bridge kiri dan kanan, di mana dapat dengan mudah dicapai jika meninggalkan kapal. Untuk mendapatkan jangkauan deteksi yang diperlukan, SART harus dioperasikan minimal 1 meter di atas air, sehingga peraturan yang tepat dibuat untuk menempatkan SART pada survival craft, yaitu diletakkan pada tiang teleskopik yang didorong keluar melalui lubang di kanopi liferaft dengan SART yang diletakkan di atasnya. Fungsi SART dalam GMDSS adalah untuk Locating Signal yaitu untuk untuk memudahkan penemuan posisi survival craft. Ketika terdeteksi atau terinteregrasi oleh RADAR, SART akan berganti ke modus Transmit dan memancarkan sinyal audio dan visual (tampilan pada RADAR berupa titik-titik, semakin dekat posisi SART maka semakin besar titik-titiknya yang membentuk seperti ring). Jangkauan pendeteksian SART tergantung dari tinggi tiang RADAR kapal-kapal SAR dan ketinggian SART, normalnya sekitar 15 KM (8 nm). Frekuensi SART di kisaran 9200 – 9500 MHz dengan daya 400 w, dan polarisasi horisontal. Umumnya, baterai SART dapat bertahan 173 selama 96 jam. SART harus bertanda secara permanen dengan buatan, type, Instruksi, tanggal kadaluarsa baterai dan identifikasi kapal. Spesifikasi SART harus di disain sedemikian rupa agar sesuai dengan semua peraturan termasuk standar kerja IMO, peralatan radio, rekomendasi CCIR (Consultative Committee on International Radio) dan Standar IEC (International Emergency Commitee). Sart Radar Transponder dikelompokkan kedalam tiga kategori, yaitu: SART untuk instalasi dalam life boat, life raft atau kapal. SART Portable SART dipasang dalam relase-mechanism dan atau dikombinasikan dengan float free EPIRB Tahapan mengaktifkan SART untuk digunakan adalah sebagai berikut: Lepaskan SART dari bracket (tempat SART terpasang) Untuk menghidupkan (switch-on) tekan tombol hitam dan ini berarti SART akan berada pada posisi standby mode. Putar botton collar ke posisi “on”, L.E.D Kuning akan menyala (L.E.D = Light Emergency Device/Diode). Ketika SART terintegrasi sinyal radar, L.E.D hijau menyala, dengan cepat disertai dengan suara beep yang disebut “BUZZ” Putar Collar ke posisi “off” bila operasi pertolongan sudah selesai. SART akan merespon secara otomatis hanya bila terintegrasi oleh sinyal radar, dengan frekwensi 9 Ghz (x Bau Radar 3 cm Radar). 174 Ketika diaktifkan oleh radar, SART akan memancarkan cahaya 12 sinyal frekuensi swept. Dan pada layar akan terlihat sebuah garis 12 blip, memanjang lebih dari 8 Nautical mile keluar dari posisi SART sepanjang garis baringan. SART akan bekerja dengan baik bila terintegrasi ke radar kapal dengan ketinggian antenna 15 meter. Dan jarak terkecil 5 Nautical Mile. Bila terintegrasi oleh radar udara dengan daya pancar 10 kilo watt dengan ketinggian 3.000 feet. Jaraknya mencapai 30 Nautical Mile. SART diujicoba dengan mengikuti prosedur berikut ini: Stel radar pada jarak 10 nautical mile. Observasi layar radar Aktifkan radar transponder Pada layar akan terlihat 12 atau 14 ring, bila SART bekerja normal. Respon Pada Transponder dengan nada dan petunjuk L.E.D menyala terus. Perhatian Beberapa jenis SART mungkin dioperasikan dengan cara yang berbeda, perhatikan petunjuk penggunaannya! 175 Setelah membuat kesimpulan dari informasi yang didapat. Ayo, sekarang tiap-tiap kelompok mempresentasikan hasil yang sudah diperoleh, agar teman-teman kelompok yang lain bisa melihat hasil dari tiap-tiap kelompok, agar mendapat informasi yang baru dari tiap kelompok. Kegiatan mengkomunikasikan Presentasikanlah hasil laporan yang sudah dibuat masing-masing kelompok! Jangan lupa… kaidah dalam prensentasi, biasakan memberi salam, tertib, siswa aktif, tanggungjawab, disiplin dan kerjasama Kegiatan mengasosiasi. Buatlah kesimpulan dari hasil diskusi kelompok anda, lalu menganalisis tentang hasil yang kelompok anda peroleh. Buatlah laporan hasil yang sudah dihasilkan kelompok anda! 176 3. Refleksi Petunjuk: a. Tuliskan nama dan kompetensi dasar yang telah anda selesaikan pada lembar tersendiri b. Tuliskan jawaban pada pertanyaan pada lembar refleksi! c. Kumpulkan hasil refleksi pada guru anda LEMBAR REFLEKSI 1. Bagaimana kesan anda setelah mengikuti pembelajaran ini? ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ 2. Apakah anda telah menguasai seluruh materi pembelajaran ini? Jika ada materi yang belum dikuasai tulis materi apa saja. ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ 3. Manfaat apa yang anda peroleh setelah menyelesaikan pelajaran ini? ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ 4. Apa yang akan anda lakukan setelah menyelesaikan pelajaran ini? ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ 5. Tuliskan secara ringkas apa yang telah anda pelajari pada kegiatan pembelajaran ini! ..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... 177 C. Penilaian 1. Sikap Indikator Penilaian Teknik Bentuk instrumen Butir soal/ instrumen Sikap 2.1 Menampilkan perilaku rasa ingin tahu dalam melakukan observasi Menampilkan perilaku obyektif dalam kegiatan observasi Menampilkan perilaku jujur dalam melaksanakan kegiatan observasi Non Tes Lembar Observasi Penilaian sikap 1. Rubrik Penilaian Sikap No Aspek Penilaian 4 3 2 1 1 Menanya 2 Mengamati 3 Menalar 4 Mengolah data 5 Menyimpulkan 6 Menyajikan Kriteria Terlampir 2.2 Mengompromikan hasil observasi kelompok Menampilkan hasil kerja kelompok Melaporkan hasil diskusi kelompok Non Tes Lembar Observasi Penilaian sikap 2. Rubrik penilaian diskusi No Aspek Penilaian 4 3 2 1 1 Terlibat penuh 2 Bertanya 3 Menjawab 4 Memberikan gagasan orisinil 5 Kerja sama 6 Tertib Next >