< Previous 158 d) Pistol Isyarat (Flare gun) Flare gun sering pula disebut flare launcher, bentuknya seperti sebuah pistol genggam yang memiliki fungsi untuk meluncurkan suar/cerawat/nyala api (flare) sebagai tanda darurat. Berbeda dengan jenis alat piroteknik sebelumnya, setelah flare diluncurkan flare gun dapat diisi munisi kembali meskipun sekarang dibuat juga flare gun dengan isi hanya 1 munisi flare. Gambar 83. Flare gun Perhatian Beberapa jenis flare gun dioperasikan dengan cara yang berbeda, perhatikan petunjuk penggunaannya! 159 Gambar 84. Memasukan munisi e) Cermin Isyarat Cermin isyarat digunakan untuk memberitahu keberadaan orang dan menyampaikan pesan darurat. Cara kerja cermin isyarat atau cermin semboyan ini adalah dengan memantulkan sinar matahari ke orang yang berada di pesawat terbang atau kapal lain. Namun salah satu kendalanya adalah mengarahkan pantulan cahaya tepat ke sasaran/target/penolong dengan tepat agar dapat terlihat. Oleh karena itu, pada bagian tengah cermin isyarat terdapat lubang khusus atau ada alat tambahan yang digunakan untuk mengarahkan agar berkas pantulan sinar tepat tertuju pada sasarannya. Gambar 85. Cermin isyarat 160 Karena menggunakan sinar matahari sebagai sumber cahaya, cermin ini hanya dapat digunakan pada siang hari dan terbatas untuk pada objek yang berada di arah depan cermin saja. Cara menggunakan cermin isyarat: Cermin dimiringkan ke arah matahari untuk mendapatkan cahaya. Dari lubang di tengah cermin lihat pesawat atau kapal yang akan dimintai pertolongan. Kemudian cermin digoyangkan untuk memberi tanda yang dapat dilihat oleh pesawat atau kapal tersebut. Kirimkan kode S.O.S untuk meminta pertolongan. Gambar 86. Cara menggunakan cermin isyarat Perhatian Beberapa jenis smoke signal dioperasikan dengan cara yang berbeda, perhatikan petunjuk penggunaannya! 161 Cermin biasa (kaca, cermin kosmetik dan lain-lain) dapat juga digunakan untuk memberitahu posisi atau tanda kepada penolong. Caranya sebagai berikut: Acungkan ibu jari tangan kiri atau buat tanda “V” dengan 2 jari. Tempatkan target/penolong di ujung ibu jari atau di tengah tanda “V”. Arahkan pantulan cahaya dari cermin ke ibu jari atau kedua jari yang membentuk tanda “V” maka kemungkinan besar, cahaya akan tepat tertuju ke target/penolong. Gambar 87. Cara menggunakan cermin biasa untuk memberi tanda 4) Fasilitas keselamatan lainnya a) Roket pelempar tali (Line Throwing Appliances) Roket pelempar tali yaitu perlengkapan untuk melemparkan tali untuk menghubungkan antara kapal atau lifeboat/liferaft yang membutuhkan pertolongan. Namun selain itu dapat saja digunakan untuk keperluan lainnya 162 Gambar 88. Line throwing appliances dan lambangnya Beberapa hal yang perlu diperhatikan: Tipenya harus disetujui oleh syahbandar Harus mempunyai 4 gulung tali. Panjang setiap gulung tali 230 meter. Memiliki 4 buah proyektil Proyektil harus diganti setiap 4 tahun setelah tanggal pembuatan. Gambar 89. Line throwing appliances digunakan untuk meluncurkan tali 163 b) Tangga embarkasi Perlengkapan keselamatan lainnya yang dibutuhkan adalah tangga embarkasi. Tangga embarkasi digunakan untuk menuruni kapal menuju ke pesawat luput maut yang telah terapung di air atau kapal penolong yang lebih rendah dari posisi orang yang akan meninggalkan kapal. Tangga embarkasi dapat digulung dan dipindahkan sesuai kebutuhan. Beberapa hal tentang tangga embarkasi: Terbuat dari kayu/logam. Jarak antar anak tangga 300 – 380 mm dan dikukuhkan secara horisontal. Panjang minimum 480 mm, lebar 115 mm dan tebal 25 mm. Selain tangga embarkasi sering pula digunakan jaring embarkasi yang memiliki kegunaan sama. Perbedaannya, jaring embarkasi seluruhnya terbuat dari tali dan bentuknya lebih lebar dari tangga embarkasi sehingga dapat digunakan oleh banyak orang sekaligus. 5) Perlengkapan Radio Darurat di Pesawat Luput Maut Radio darurat adalah suatu pesawat yang berfungsi untuk komunikasi antara kapal atau dengan stasiun penerima lainnya dalam keadaan darurat. Perhatian Beberapa jenis Line throwing appliances dioperasikan dengan cara yang berbeda, perhatikan petunjuk penggunaannya! 164 a) Instalasi Radio Telegraph Untuk Sekoci Penolong Instalasi radio telegraph harus ada pada salah satu pesawat luput maut yang ada di atas kapal. Perangkat radio jinjing ini harus disimpan di posisi yang terlindung dan mudah dicapai, siap untuk dipindahkan ke pesawat luput maut yang manapun dalam keadaan darurat, kecuali kapal dengan sekoci sekoci penolong yang ditempatkan pada posisi posisi yang salah satu dengan yang lainnya terpisah jauh di depan dan di belakang, perangkat radio telegraph harus ditempatkan disekitar sekoci-sekoci penolong yang terletak paling jauh dari pemancar utama kapal. Cara memasang radio telegraph pada sekoci penolong adalah sebagai berikut: Keluarkan kawat dari kantongnya di dalam tas penutup radio Letakkan radio dekat bagian buritan, diikat dengan menggunakan tali pengikat, Pasang antena dengan menggunakan tiang lifeboat (antena tidak boleh bersentuhan dengan tiang, layar dan sebagainya), Hubungkan kawat ke ”Tongkat Antena”, terminal pada radio, Keluarkan gulungan kawat Arde kemudian buka gulungan dan masukkan ke dalam laut, Pasang handle pemutar kedalam tempatnya pada bagian samping dari radio Radio siap untuk digunakan. Setelah radio terpasang seperti uraian di atas, mulai putar handle pemutar untuk memberikan tenaga. Selain kunci untuk mengetuk dengan tangan pesawat pemancar harus dilengkapi dengan alat mengetuk otomatis untuk mengetuk tanda alarm telegraph radio dan tanda tanda bahaya. 165 Sedangkan cara mengirim tanda bahaya secara otomatis menggunakan radio telegraph sebagai berikut: Putar tombol Kuning ke 500 Khz Transmit Putar tombol Biru ke ”Auto Key”, lalu tekan tombol “Out Key Start”. Ketika lampu ”Auto Key” menunjuk 2 garis panjang, atur tombol Merah untuk meninggikan angka pada meter. Tombol ”Auto Key Start” harus selalu ditekan untuk setiap mulai radio transmisi. Perhatian Cara memasang dan mengoperasikan mungkin berbeda pada beberapa jenis radio telegraph lainnya, perhatikan petunjuknya! 166 b) Rambu Radio Darurat Petunjuk Posisi (EPIRB) Rambu Radio Petunjuk Posisi Darurat atau Estimating Position Indicator Radio Beacon (EPIRB) adalah suatu sistem atau sarana yang disiapkan untuk pemancaran signal marabahaya yang cepat (biasanya 2 menit). EPIRB terdiri dari digital logic unit, transmitter, Antenna dan satu Unit Batere. Radio pemancar dengan kekuatan 5 watt yang beroperasi di frekuensi 406 MHz. Frekuensi tersebut merupakan frekuensi standar internasional untuk sinyal darurat. Pada 406 MHz, EPIRB memancarkan sinyal berbentuk BUSRST setiap 50 detik dengan durasi 0,44 detik, dan pada 121, 5 MHz memancarkan sinyal modulasi Sweep-tone secara kontinyu dengan kekuatan ± 100 Watt. CATATAN: Alarm tanda S.O.S. 3 kali dan 2 garis panjang dikirim secara otomatis dan butuh waktu sekitar 2 menit Lampu ”Auto Key” menyala menunjukkan bahwa ”Auto Key” bekerja dengan baik Tanda tanda bahaya secara otomatis akan dikirim selama ”Silence Periode” yaitu setiap jam, ¼ jam sebelum dan sesudahnya Sumber tenaga harus terdiri dari baterai akumulator dengan kapasitas cukup untuk menjalankan pesawat pemancar selama 4 jam terus menerus dalam kondisi kerja biasa. Jika pesawat pemancar dapat memancar pada frekuensi bahaya teleponi radio, pesawat penerima juga harus dapat menerima frekuensi itu. 167 Gambar 90. EPIRB Pemancar radio 5 watt yang disinkronkan dengan satelit cuaca GOES berkeliling bumi dalam orbit geosynchronous. Sinyal ditransmisikan oleh radio berisi nomor identifikasi unik. Jika satelit cuaca dilengkapi dengan penerima GPS terinstal, dapat mendeteksi lokasi yang tepat dari pemancar dari sinyal radio. Bahkan bisa mendapatkan informasi tentang pemilik radio set jika EPIRB terdaftar. Daerah lingkup EPIRB sampai lebih kurang lintang 70°20’ pancaran marabahaya secara terus menerus dalam jangka waktu 10 menit. Memiliki kemampuan untuk memasukkan dan memperbaiki data navigasi secara manual atau otomatis ke dalam EPIRB. EPIRB dapat dihidupkan baik secara otomatis atau secara manual dalam keadaan terapung bebas di laut. Satu pesawat radio darurat petunjuk posisi keadaan daruratnya harus ada pada setiap kapal yang memiliki bobot sesuai dengan ketentuan SOLAS 1974, pesawat pesawat tersebut harus Next >