< Previous22 Buku Guru Kelas VIII SMP 22 Buku Guru Kelas VIII SMP Teknik-teknik tersebut secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut.2.1. Observasi PerilakuPendidik dapat melakukan observasi terhadap peserta didik yang dibinanya. Hasil pengamatan dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan. Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di sekolah. Berikut contoh format buku catatan harian.Contoh halaman sampul Buku Catatan Harian:Buku Catatan Harian Tentang Peserta DidikNama sekolah : ___________________Mata Pelajaran : ___________________Kelas : ___________________Tahun Pelajaran : ___________________Nama Pendidik Guru : ___________________Jakarta, 2017Contoh isi Buku Catatan Harian :Hari:Tanggal: Nama peserta didik: Kejadian:Kolom kejadian diisi dengan kejadian positif maupun negatif. Catatan dalam lembaran buku tersebut, selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku peserta didik sangat bermanfaat pula untuk menilai sikap peserta didik serta dapat menjadi bahan dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan. Selain itu, dalam observasi perilaku dapat juga digunakan daftar cek yang memuat perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan muncul dari peserta didik pada umumnya atau dalam keadaan tertentu. 2.2. Pertanyaan LangsungApakah kamu setia berdoa dan membaca Alkitab? a. Ya b. Tidak Apa alasanmu?2.3. Laporan PribadiMelalui laporan pribadi, peserta didik diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah, Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 23keadaan, atau hal yang menjadi objek sikap/minat. Misalnya, peserta didik diminta menulis pandangannya tentang buah roh dan aspek yang mana dari buah roh yang dapat dan belum dapat kamu terapkan dalam sikap hidup? Jelaskan alasan mengapa?3. Penilaian TertulisPenilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes di mana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespons dalam bentuk menulis jawaban, tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar, dan lain sebagainya.Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu:3.1. Memilih jawaban, yang dibedakan menjadi: 1) pilihan ganda 2) dua pilihan (benar-salah, ya-tidak) 3) menjodohkan 4) sebab-akibat3.2. Mensuplai jawaban, dibedakan menjadi: 1) isian atau melengkapi 2) jawaban singkat atau pendek 3) uraianDalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut.a) Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diuji;b) Materi, misalnya kesesuian soal dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian pada kurikulum;c) Konstruksi, misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas;d) Bahasa, misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda.Contoh Penilaian TertulisMata Pelajaran : Pendidikan Agama KristenKelas/Semester : X/1Mensuplai jawaban singkat atau pendek:1. Sebutkan cara peserta didik SMA Kelas X memelihara alam sebagai tanggapan atas pemeliharaan Tuhan Allah pada dirinya. 2. .................................24 Buku Guru Kelas VIII SMP 24 Buku Guru Kelas VIII SMP Cara Penskoran: Skor diberikan kepada peserta didik tergantung dari ketepatan dan kelengkapan jawaban yang diberikan/ditetapkan guru. Semakin lengkap dan tepat jawaban, semakin tinggi perolehan skor.4. Penilaian ProyekPenilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data.Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas. Dalam penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu:a. Kemampuan pengelolaanKemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan.b. RelevansiKesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran.c. KeaslianProyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi pendidik berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik. Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir proyek. Untuk itu, pendidik perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan desain, pengumpulan data, analisis data, dan menyiapkan laporan tertulis. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian. Contoh kegiatan peserta didik dalam penilaian proyek: Penelitian sederhana tentang perilaku terpuji keluarga di rumah terhadap hewan atau binatang peliharaan5. Penilaian ProdukPenilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 25peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian. yaitu:a. Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dan merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk.b. Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi menggunakan bahan, alat, dan teknik.c. Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan. Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik.Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan.Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan pada tahap appraisal.6. Penilaian PortofolioPenilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik, hasil tes (bukan nilai) atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya Peserta didik secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh Pendidik dan peserta didik sendiri. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, Pendidik dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan. Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar peserta didik melalui karyanya, antara lain: karangan, puisi, surat, komposisi musik, gambar, foto, lukisan, resensi buku/ literatur, laporan penelitian, dan sinopsis.26 Buku Guru Kelas VIII SMP 26 Buku Guru Kelas VIII SMP 7. Penilaian Diri (Self assessment)Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. Oleh karena itu, penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut. 1. Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai. 2. Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan. 3. Merumuskan format penilaian, dapat berupa pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau skala penilaian. 4. Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri. 5. Guru mengkaji sampel hasil penilaian secara acak, untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif. 6. Menyampaikan umpan balik kepada peserta didik berdasarkan hasil kajian terhadap sampel hasil penilaian yang diambil secara acak. Contoh Format Penilaian DiriBerdasarkan buah Roh yang tertulis dalam Kitab Galatia 5:22-23, nilailah dirimu sendiri. Apakah kamu telah mengalami pembaharuan hidup sebagai hasil pekerjaan Roh Kudus sebagaimana tertulis dalam Kitab Galatia 5:22-23? Tuliskan secara jujur.NoBuah RohDiri Sayatidakpernahjarangseringkaliselalu1.Kasih2.Sukacita3.Damai sejahtera4.Kesabaran5.Kemurahan6.Kebaikan7.Kesetiaan8.Lemah lembut9.Penguasaan diriPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 27E. Lingkup Kompetensi Anak usia SMP masih tergolong sebagai remaja awal dan masih labil serta mudah terpengaruh terhadap hal-hal negatif yang dapat berpengaruh terhadap kehidupannya. Oleh karena itu, remaja perlu berpegang teguh terhadap agama yang dianut-Nya dan melaksanakan kewajiban-kewajiban yang ada dalam agamanya tersebut dengan sebaik-baiknya. Mereka membutuhkan pedoman nilai-nilai kehidupan untuk dijalankan dan nilai terpenting adalah nilai-nilai iman. Nilai-nilai dasar terbentuk melalui pengalaman remaja di lingkungan keluarga dan di lingkungan kebudayaan dimana mereka tinggal. Pembentukan nilai pada diri anak sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang mempunyai hubungan yang dekat dengan anak tersebut. Biasanya orang yang sangat berpengaruh untuk menanamkan nilai pada anak adalah seorang ibu atau orang yang berperan sebagai ibu. Selain Ibu atau orang tua, guru juga berperan dalam pembentyukan nilai-nilai kehidupan. Di bidang PAK guru PAK turut berperean dalam pembentukan nilai kehidupan bagi remaja. Nilai-nilai iman dapat dijadikan pegangan dalam berinteraksi dengan sesama dan membangun kehidupan pribadi maupun sosial.Mempertimbangkan kebutuhan remaja tersebut, Kompetensi Dasar yang dirumuskan untuk remaja SMP kelas VIII adalah Iman dan Pengharapan. Remaja membutuhkan pegangan hidup, yaitu iman dan pengharapan. Beriman dan berharap kepada Yesus Kristus artinya melakukan segala perintah-Nya dan percaya bahwa Yesus Kristus berkarya dalam hidup tiap orang percaya. Karya Yesus itu diwujudkan melalui kehadiran dan peran Roh Kudus. Tanda-tanda remaja hidup dalam iman dan pengharapan, antara lain setia beribadah, berdoa dan membaca Alkitab, selalu mengucap syukur dalam segala situasi hidup. Iman orang Kristen dibangun antara lain melalui kesetiaan beribadah, berdoa, dan membaca Alkitab.Mengacu pada Kompetensi Dasar tersebut, tiap judul pelajaran memberikan penakenan pada Iman dan Pengharapan kepada Yesus Kristus yang berkarya melalui Roh Kudus dan tanggapan orang percaya terhadap karya itu, yaitu dengan mengucap syukur. Ucap syukur dilakukan pada waktu susah maupun senang, pada waktu sukses maupun gagal karena Tuhan merancang hidup manusia dan ada hikmah dibalik setiap peristiwa kehidupan. Pelajaran 1-4 ada dalam satu jalinan yang membahas mengenai iman dan pengharapan. Pelajaran 5-7 membahas mengenai kehadiran Allah melalui Yesus Kristus dan Roh Kudus, pelajaran 8 membahas mengenai setia beribadah, berdoa dan membaca Alkitab sebagai unsur penting dalam 28 Buku Guru Kelas VIII SMP 28 Buku Guru Kelas VIII SMP membangun iman dan pengharapan. Pelajaran 9-14 membahas mengenai bersyukur kepada Allah karena Ia begitu baik bagi manusia atas kebaikan Allah yang telah hadir dalam Yesus Kristus dan Roh Kudus. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 29Rumusan Kompetensi Inti dan Kompetensi dasar PAK SMP Kelas VIIIKompetensi IntiKompetensi Dasar1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.1.1. Mensyukuri makna hidup beriman dan berpengharapan.1.2. Menghayati peran Roh Kudus dalam proses hidup beriman.1.3. Mensyukuri hidup sebagai orang beriman sesuai teladan Yesus.1.4. Menghayati ibadah, doa, dan membaca Alkitab sebagai wujud hidup orang beriman.2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. 2.1. Menunjukkan sikap hidup beriman dan berpengharapan.2.2. Mempraktikan sikap hidup beriman yang dipimpin Roh Kudus.2.3. Menunjukkan sikap hidup orang beriman sesuai dengan teladan Yesus.2.4. Bersikap setia dalam ibadah, doa, dan membaca Alkitab sebagai wujud hidup orang beriman.30 Buku Guru Kelas VIII SMP 30 Buku Guru Kelas VIII SMP 3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, terkait fenomena dan kejadian tampak mata. 3.1. Memahami arti sikap hidup beriman dan berpengharapan.3.2. Menganalisis peran Roh Kudus dalam hidup orang beriman.3.3. Memahami makna hidup beriman sesuai dengan teladan Yesus.3.4. Merapkan kesetiaan dalam beribadah, berdoa dan membaca Alkitab sebagai wujud hidup orang beriman.4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori. 4.1. Menyajikan karya yg berkaitan dengan cara hidup beriman dan berpengharapan dalam bentuk tindakan nyata.4.2. Menyajikan berbagai contoh cara hidup orang beriman yang dipimpin Roh Kudus.4.3. Membuat karya yang berkaitan dengan sikap hidup sebagai sebagai orang beriman sesuai dengan teladan Yesus.4.4. Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kesetiaan dalam beribadah, berdoa dan membaca Alkitab sebagai wujub hidup orang beriman.Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 31Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 31Penjelasan Bab IHidup BerimanBahan Alkitab: Ibrani 11:1; Yakobus 2:14-17; 2 Timotius 4:7Kompetensi IntiKompetensi Dasar1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.1.1. Mensyukuri makna hidup beriman dan berpengharapan.2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.2.1. Menunjukkan sikap hidup beriman dan berpengharapan.3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, terkait fenomena dan kejadian tampak mata.3.1. Memahami arti sikap hidup beriman dan berpengharapan.Penjelasan Tiap Bab Buku SiswaBabVNext >