< Previous 142 TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI Noise antena adalah merupakan gabungan bersama antara noise langit Tsky dan noise bumi TE. Pada cuaca buruk, noise langit teredam, tetapi muncul noise hujan TR. Gambar 6 Struktur noise antena Latihan a).Oleh apa noise langit tidak tergantung?. b).Bagaimana cara memperkecil noise bumi sebuah antena ?. c). Berapa besar noise antena pada umumnya untuk elevasi 30o?. d).Noise yang mana, yang dominan pada cuaca yang cerah dan cuaca yang buruk?. e).Hitunglah noise antena untuk Band - C pada saat cuaca baik dan pada saat hujan 50 mm/h elevasi 60o. Berapa dB lebih besar daya noise antena ?. f). Buatlah perhitungan dari e) untuk Band - KU !. g).Berapa nilai desis F sebuah antena, dengan sebuah temperatur noise 50o K ?. h).Dapatkah desis antena diperkecil sampai dengan TA = o K jika antena didinginkan sampai 00 K? Berikanlah penjelasan!. i). Berapa besar temperatur noise tambahan Tadd untuk sebuah antena TA = 30 o K ?. Temperatur referensi Tin = 290 o K, dan mengapa hasilnya negatif?. 143 TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI Jawaban a).Noise langit tidak tergantung dari dimensi antena. b).Cara memperkecil noise bumi sebuah antena adalah : Memperkecil daerah puncak sisi dari antena atau antena diatur tegak lurus terhadap bumi. c). Besar noise antena pada umumnya untuk elevasi 30o 45o K. d).Noise yang dominan terhadap : Cuaca cerah adalah TE temperatur noise bumi. Cuaca buruk adalah TE dan TR . e).Diketahui : Band - C LR = 50 mm/h L = 60 o Hitung : Berapa dB lebih besar daya noise antena pada saat cuaca buruk dan pada saat hujan. 1). T A pada saat hujan : 144 TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI 2). T A pada saat cuaca baik : TA2 = TSKY + TE TSKY 2,5o K. TE 40o K. TA2 = 2,5o K + 40o K 42,5o K 3). Daya desis N = K.T.B Perbandingan situasi hujan dan baik dalam dB = TA pada saat hujan : TA pada cuaca baik ( seperti di e ) TA2 = 2,5o K + 40 o K = 42,5o K Perbandingan situasi hujan dan baik 145 TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI g).Diketahui : TA = 50o K Hitung F = ? = = = = 0,17 -7,6 dB Jadi F = -7,6 dB h).Desis antena tidak bisa diperkecil sampai dengan TA = 0oK Karena harga TA tergantung dari komponen - komponen TSKY , LR, TE, TR, dan kita tidak mungkin bisa mendinginkan komponen tsb. i). Tadd untuk sebuah antena TA = 30 o K, Tin = 290oK . Tadd = TA - Tin = 30oK - 290oK = -260o K. Hasilnya adalah negatif. Hasil negatif tersebut merupakan hasil dari perhitungan ( berdasarkan definisi ) sedangkan secara fisikalis ( keadaan sesungguhnya ) adalah tidak mungkin B. Rangkuman Daya Noise pada LNC Keseluruhan urutan sumber noise sampai ke LNC dapat ditunjukkan sebagai berikut: 146 TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI Gambar 9.7 Diagram blok sumber noise TA = Temperatur antena ( Temperature Antenna ) TaddLS = Temperatur noise tambahan oleh kerugian penghubung ( Temperatur Additional Loss Scatering ). TaddLNC = Temperatur noise tambahan LNC ( Temperatur Additional LNC ) LS = Peredaman penghubung ( Loss Scatering ) GLNC = Penguatan LNC ( Gain LNC ). Untuk menentukan besar daya noise NoutLNC pada keluaran LNC, dipergunakan urutan susunan sumber noise seperti pada gambar 1 yang mana disesuaikan dengan urutan susunan yang muncul sebagai berikut: Temperatur noise antena TA sampai pada keluaran LNC. TA keluaran LNC = Temperatur noise tambahan oleh kerugian penghubung sampai pada keluaran LNC. TaddLS keluaran LNC = Temperatur noise tambahan dari LNC pada keluaran LNC. TaddLNC keluaran LNC = Tadd LNC . G LNC. Dengan demikian keseluruhan temperatur noise tambahan pada keluaran LNC adalah 147 TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI Atau : Daya noise pada masukan LNC juga dapat dihitung. Daya noise disini hanya daya fiktif yang mana daya noise dari LNC juga diambil dari masukannya. Daya noise ini tidak bisa diukur. Titik A pada gambar 1 adalah titik ukur tersebut. Daya noise N in LNC pada masukan LNC lebih kecil dari daya noise pada keluaran, hal ini disebabkan oleh penguatan LNC ( GLNC ). 1. Temperatur noise system Tsys TinLNC juga dinamakan temperatur noise system Tsys. Temperatur noise sistem berisi kumpulan bagian noise dari keseluruhan sistem penerimaan. Bagian noise semua penguat diambil dari titik sebelum penguat yang pertama dan diwadahi dalam Tsys. Didalam satu sistem penerima biasanya penguat pertama yang menentukan nilai desis dari seluruh sistem. Pengaruh desis dari penguat - penguat berikutnya biasanya bisa diabaikan. Dalam kasus perhitungan ini, hanya LNC yang menentukan. Gambar 9.8 Diagram blok Tsys 148 TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI Latihan a).Hitunglah besar temperatur noise antena sampai pada keluaran LNC, Jika antena tersebut mempunyai data - data : Elevasi 30o, penguatan ( Gain ) = 100 X, peredaman pada feed = 10 dB. b).Jelaskan, apakah yang dimaksudkan dengan temperatur noise system ? Jawaban a).Diketahui : = 30o G = 100 X LS = 10 dB Hitung : TA keluaran LNC =?. = 30o 45o K LS = 10 dB = = 101 = 10 X Jadi : Temperatur noise system adalah : kumpulan bagian noise dari keseluruhan sistem penerimaan dimana semua noise dari penguat direferensikan pada titik sebelum penguat yang pertama 149 TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI Perhitungan Untuk Perangkat Antena a. Tujuan Pembelajaran Petatar/peserta harus dapat: Menerangkan proses perhitungan untuk perangkat antena Menghitung besaran yang dibutuhkan dengan menggunakan tabel perhitungan untuk perangkat antena Mendemonstrasikan cara penggunaan tabel perhitungan perangkat antena. b. Uraian Materi A. Perhitungan sebuah perangkat penerima Berikut ini adalah langkah kerja untuk perhitungan sebuah perangkat antena. Supaya perhitungan menjadi lebih sederhana dipergunakan rumus-rumus dan tabel dalam dB, tetapi harus diperhatikan agar tidak mencampurkan nilai linear dan nilai dalam dB. Juga dapat dihitung satu faktor sendiri baik sebagai hasil akhir atau sebagai jalan untuk menghitung GA, D, dan FTin dari LNC. Seperti bisa dilihat dari rumus sebelumnya, bahwa semua besaran yang diperlukan GA, D, dan FTin, berada dalam faktor kualitas FMER. Oleh karena itu cara perhitungannya adalah sebagai berikut : Pertama menghitung faktor FMER dan kemudian setelah FMER diketahui, menghitung GA, D atau FTin. dB Rumus-rumus berikut menunjukkan perhitungan untuk FTin , GA dan Diameter D 150 TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI 1. Tabel Perhitungan Pesawat Antena Didalam penulisan berikut diperlihatkan langkah-langkah perhitungan satu pesawat antena dalam bentuk tabel. Hasil terakhir yang muncul adalah GA atau D atau FTin. Dalam kolom Out-put tertulis hasil yang didapatkan melalui perhitungan. Hasil-hasil ini dipakai lagi dalam perhitungan-perhitungan selanjutnya. Dalam kolom besaran yang dibutuhkan, rumus, tabel tertulis besaran , rumus atau tabel yang harus diketahui supaya langkah perhitungan ini bisa dilaksanakan. Kalau juga diperlukan besaran dari perhitungan sebelumnya yang tercantum dalam kolom Out-put , besaran ini tidak tertulis ulang dalam kolom ini. Dalam kolom Perhitungan, Ketentuan tercantum perhitungan atau ketentuan yang harus dilaksanakan. Tabel langkah perhitungan untuk pesawat penerima Langkah Perhitungan, Ketentuan - Besaran yang dibutuhkan - Rumus, Tabel Out-put 1.1. Menentukan kualitas gambar yang diinginkan Gambar Kualitas gambar Nilai pengalaman Kualitas 1...5 1.2. Menentukan S/N untuk kualitas gambar 1.1.` Gambar Kurva Weigted Noise S/N video 1.3. Menghitung keuntungan modulasi Grafik PMod f B atau rumus dalam dB PMOD.dB B dB 151 TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI fpp Nilai sistem fg 1.4. Menghitung C/N yang diperlukan. Rumus POPT Nilai sistem PDE 2. Menentukan peredaman atmosfir Grafik peredaman atmosfir. f Nilai sistim LAT dB f 3.1 Menentukan kebutuhan yang mungkin terlaksana Gambar ? ? 3.2. Menentukan Intensitas hujan sesuai 3.1 Gambar ? ? 3.3. Menghitung peredaman hujan sesuai 3.2 Grafik peredaman sinyal oleh hujan, dan grafik panjang lintasan efektif fungsi elevasi. Rumus LR = YR . DR ( dB ) Elevasi LR dB 4 Dalam hal EIRP diberikan : Menghitung peredaman ruang bebas Rumus , dalam dB R nilai tengah atau rumus: LFdB Dalam hal PFD Rumus , dalam Ai dB Next >