< Previous 252 TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI Gambar 19.9 kuantisas i f. Analog to Digital Converter Gambar 19.10 Analog to Digital Converter Setiap pulsa dari Pulse Amplitudo Modulation (discrete) diterjemahkan oleh Analog to Digital Converter menjadi pulsa biner. Data output dari ADC sebanyak 8 bit, yang berarti mempunyai interval : 253 TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI Gambar 19.11 Ekivalen analog dengan digital Gambar 19.12 Ekivalen analog dengan digital masing-masing pulsa Setiap pulsa diterjemahkan ke dalam bilangan biner. Setiap penterjemahan diperlukan waktu 16 kali periode clock. Delapan kali periode untuk menampilkan pulsa biner dan sisanya 8 kali periode untuk spasi. Pada contoh rangkaian gambar di atas, rangkaian PAM Multiplexing mempunyai dua buah kanal input. 254 TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI Dengan demikian pulsa-pulsa kanal 1 dan kanal 2 akan ditampilkan secara bergantian . Sehingga dalanm satu putaran (kanal 1 + kanal 2) dibutuhkan perioda dua kali 16 periode, sebesar 32 kali periode . Satu periode yang diperlukan adalah sebesar 2 kali periode clock. Dengan demikian satu putaran penterjemahan kanal 1 dan kanal 2 diperlukan waktu 64 kali periode clock. g. Shift Register Paralel input serial output (PISO) Pulse Code Modulation pada prinsipnya adalah perubahan data biner paralel ke dalam data biner seri, yang selalu bergeser secara sekuensial. Dengan demikian perlu adanya rangkaian shift register paralel input serial output (PISO). Gb.13 Rangkaian PCM Gambar 19.14 Konversi pulsa analog modulasi(PAM) ke pulsa PCM 255 TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI Satu interval pulsa PCM selebar 32 kali periode colck. Dalam satu putaran kanal 1 daan kanal 2, diperlukaan periode 64 kali peroide clock. Shift register mengambil data biner sebanyak 8 data, yaitu data LSB D0,D1,D2,D3 dan data MSB D4, D5, D6,D7. Setelah itu diperlukan 8 kali perioda (1 periode = 2 kali perode clock) untuk menggeser (shift). Total waktu yang diperlukan untuk setiap penterjemahan satu pulsa PAM adalah selama 16 kali periode ( 32 periode clock ).Sedangkan total waktu yang diperlukan untuk menterjemahkan input kanal 1 dan kanal 2 selama 32 periode (64 kali periode clock). Dengan demikian maka pengertian PCM adalah merupakan rekonversi dari sinyal PAM. Masing-masing sinyal PAM dalam range 0 volt sampai dengan 5 volt di-kuantisasikan dalam range 0000 0000(2) sampai dengan 1111 1111(2). Sehingga setiap sinyal PAM akan di-kode kan dalam pulsa biner secara serial. Mangapa harus PCM? PCM adalah satu-satunya sistem yang bisa memancarkan atau mengirimkan data kode biner, sehingga di penerima akan diterima data kode biner yang sama pula . Dengan demikian data atau besaran analog yang dipancarkan oleh pemancar akan sama persis dengan data atau besaran analog pada penerima. Sistem ini tidak dimiliki oleh sistem yang lain. h. Sinkronisasi Agar proses pengolahan data pada pemancar dan penerima serempak dan tidak salah kanal, maka perlu adanya sinkronisator. Untuk itu perlu adanya pulsa sinkronisasi yang dikirim oleh pemancar. Pulsa sinkronisasi harus dibuat sesempit mungkin agar tidak menggangu pengolahan data yang lain. 256 TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI Gambar 19.15 PCM dengan pulsa sinkronisasi Pulsa sinkronisasi tersebut pada penerima akan dipergunakan untuk mereset counter, sehingga proses multiplexing pada pemancar dan penerima berjalan serempak. Pulsa sinkronisasi yang sempit tersebut bisa dibuat dengan rangkaian Monostable Multivibrator. Gambar 19. 16 Pembentukan pulsa sinkronisasi 257 TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI Latihan 1. Bilamana terjadi efek aliasing? 2. Apa fungsi PAM multiplexing? 3. Apa fungsi sample and hold 4. Sebuah rangkaian Analog to Digital Converter dipakai untuk merubah sinyal analog ke dalam besaran digital 6 bit. Tegangan referensi sinyal analog sebesar 5 Volt. Maka berapa banyaknya interval, dan besarnya tegangan setiap interval 5. Mangapa harus PCM? Lembar Jawaban : 1. Bilamana terjadi efek aliasing? Jawab : Apabila frekuensi audio maksimum lebih besar dari frekuensi sampling, maka akan terjadi efek aliasing 2. Apa fungsi PAM multiplexing? Jawab : Pulse Amplitude Modulation Multiplexing (PAM-Mux) berfungsi untuk menggabungkan dua buah sinyal input atau lebih, yang kemudian digabung menjadi satu sinyal multiplexing dalam satu saluran. Pulsa - pulsa tersebut merupakan deretan pulsa dengan periode waktu yang sama (fungsi waktu). 3. Apa fungsi sample and hold Jawab : Agar setiap level tegangan bisa diterjemahkan ke dalam besaran biner, maka perlu dilakukan pengambilan level tegangan tertentu yang sempit dan tidak variatif (sample) 4. Sebuah rangkaian Analog to Digital Converter dipakai untuk merubah sinyal analog ke dalam besaran digital 6 bit. Tegangan refrensi sinyal analog sebesar 5 Volt. Maka berapa banyaknya interval, dan besarnya tegangan setiap interval Jawab : Maka banyaknya interval adalah: 258 TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI Dan besarnya tegangan setiap interval adalah : 5. Mangapa harus PCM? Jawab : PCM adalah satu-satunya sistem yang bisa memancarkan atau mengirimkan data kode biner, sehingga di penerima akan diterima data kode biner yang sama pula . Dengan demikian data atau besaran analog yang dipancarkan oleh pemancar akan sama pesis dengan data atau besaran analog pada penerima. Sistem ini tidak dimiliki oleh sistem yang lain. PCM Demodulator a. Tujuan Khusus Pembelajaran Setelah selesai pelajaran siswa dapat: Menyebutkan fungsi demodulator PCM Dapat menyebutkan fungsi dari masing-masing bagian dari demodulator PCM b. Uraian Materi PCM Demodulator Pada pebahasan ini, kita ambil contoh PCM demodulator untuk 2 kanal informasi. Langkah awal yang dilakukan oleh demodulator PCM adalah menterjemahkan pulsa kode biner yang dikirim oleh PCM modulator. PCM demodulator dilengkapi dengan serial-paralel converter yang terdiri dari Shift register serial input paralel output (SIPO) dengan IC 74164. Data output yang 259 TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI berupa data paralel dirubah oleh rangkaian Digital to Analog Converter. Output dari D/A Converter yang berupa Pulsa Amplitudo yang masih mengandung sinyal -sinyal PAM. Sinyal - sinyal PAM tersebut dipisahkan menjadi sinyal kanal 1 dan kanal 2 yang kemudian sinyal-sinyal tersebut dihaluskan oleh rangkaian Low Pass Filter untuk mendapatkan kembali sinyal aslinya. 1. Shift register serial input paralel output (SIPO) Shift register serial input paralel output dibentuk oleh IC 74164. Rangkaian ini mempunyai 1 serial input dan 8 data output paralel. Gb.20.1 Shift register SIPO Gb.20.2 Perubahan data serial ke data paralel Setiap data PCM 8 bit yang diterima secara serial diterjemahkan ke dalam data biner paralel 8 bit. Data tersebut seterusnya diumpankan ke dalam rangkaian Digital to Analog Converter. Namun karena pulsa PCM tersebut sempit, karena diolah oleh rangkaian shift register, muncul masalah baru. Bahwa sinyal sekuensial dari PCM harus dipertahankan kondisinya selama satu perioda t2 agar bisa dibaca oleh rangkaian D/A Converter. Tanpa langkah 260 TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI tersebut, maka akan tersjadi kesalahan penterjemahan data biner ke analog. Pulsa-pulsa anak bertahan pada kondisinya selama waktu clock, dan akan kembali ke logik 0 pada akhir pulsa clock. Dengan demikian maka data-data kanal 1 dan kanal 2 yang tersusun secara deret/ berurutan bisa dengan mudah dibaca oleh D/A Converter dan kemudian menghasilkan output yang berupa PAM yang mengandung informasi anaalog dari kanal 1 dan kanal 2. Gambar 20.3 D-Flip flop a. Digital to Analog Converter Rangkaian Digital to Analog Converter berfungsi merubah data-data biner menjadi pulsa analog. Dalam hal;I ini D/A Converter dibangun dengan menggunakan IC DAC 0800 yang mempunyai input 8 bit data. Gambar 20.4 Blok demodulator PAM 261 TEKNIK DASAR TELEKOMUNIKASI Gambar 20.5 Proses sinyal digital ke sinyal analog Setiap data dari setiap kanal akan diterjemahkan ke dalam amplitudo pulsa yang sama dengan leevel amplitudo pulsa dari sumber pemancar PCM. Deretan-deretan pulsa yang berurutan antara kanal 1 dan 2 tersebut dinamakan sinyal PAM, namun masih mengandung informasi dari kanal 1 dan kanal 2. c. PAM Demultiplexing Untuk memisahkan pulsa amplitudo kanal 1 dan kanal 2 diperlukan rangkaian demultiplexer, namun perlu adanya sinkronisasi pen-saklaran antara multiplexer dan demultiplexer. Hal ini dimaksudkan agar pada saat multiplexer memancarkan pulsa kanal 1 , saat itu juga rangkaian demultiplexer sedang menerima pulsa kanal 1. Pulsa sinkronisasi dipakai untuk mereset rangkaian demultiplexer. Next >