< Previous 108 Gambar 40. Pelampung penolong dilengkapi dengan lampu Gambar 41. Lampu yang dapat menyala sendiri Jumlah pelampung penolong: Di kapal barang dan kapal barang: tidak kurang dari setengah jumlah pelampung penolong yang ada harus dilengkapi dengan lampu yang dapat menyala sendiri (self igniting light) atau paling sedikit 6 buah. Disetiap lambung kapal sedikitnya terdapat 1 pelampung yang dilengkapi dengan tali penyelamat. Tabel 5. Jumlah pelampung penolong pada kapal penumpang 109 PANJANG KAPAL JUMLAH PELAMPUNG <60 meter 8 buah 60-120 meter 12 buah 120-180 meter 18 buah 180-240 meter 24 buah >240 meter 30 buah Tabel 6. Jumlah pelampung penolong pada kapal barang PANJANG KAPAL JUMLAH PELAMPUNG <100 meter 8 buah 100-150 meter 10 buah 150-200 meter 12 buah >200 meter 14 buah Semua pelampung penolong ditempatkan sedemikian rupa sehingga dapat dijangkau dengan cepat serta dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh diikat mati karena diharapkan pelampung penolong akan terlepas sendiri dan mengapung jika kapal tenggelam. Penggunaan pelampung penolong: Pelampung penolong digunakan ketika telah berada di air. Posisi badan dalam keadaan terlentang ketika telah menggunakan pelampung penolong. Petunjuk menggunakan pelampung penolong (di air): Berenanglah ke arah pelampung penolong. Setelah pelampung penolong berada dalam jangkauan (badan menghadap ke pelampung), 110 Tekan sisi pelampung penolong pada bagian yang dekat dengan anda menggunakan kedua tangan yang akan membuat sisi pelampung lainnya naik melewati kepala sehingga badan masuk ke lubang/lingkaran pelampung. Apabila pelampung penolong dilengkapi dengan tali penyelamat, pastikan simpul tali penyelamat berada di belakang tubuh. Hal ini akan menyebabkan anda bergerak mundur ketika tali penyelamat ditarik oleh penolong sehingga memudahkan penarikan dan ombak yang datang dari arah belakang tidak langsung mengenai wajah. Masukan lengan tangan ke tali pegangan yang berfungsi sebagai pengait/penahan pelampung agar tidak terlepas apabila terhempas ombak. Pegang tali pegangan sebelah kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya untuk memperkuat kaitan terhadap pelampung penolong. Dengan posisi terlentang bergeraklah mundur menggunakan gerakan kaki. c) Pakaian Cebur (Immersion Suit) Pakaian cebur adalah suatu pakaian yang digunakan untuk melindungi tubuh dari hilangnya suhu tubuh dan mempertahankan suhu tubuh terhadap suhu lingkungan yang rendah. 111 Gambar 42. Immersion suit dan lambangnya Pakaian cebur memiliki persyaratan umum dan khusus yang harus dipenuhi untuk keamanan dan keselamatan si pemakai. Persyaratan Umum: Terbuat dari bahan tahan air. Dapat digunakan bersama-sama dengan baju berenang. Mudah dikenakan, dapat dilepaskan dari kemasan dan dikembalikan tanpa bantuan orang lain dalam waktu maksimal 2 menit. 112 Gambar 43. Bagian-bagian immersion suit Pada bagian tangan harus dilindungi dengan sarung tangan secara khusus. Kuat terhadap api, tidak mudah terbakar atau meleleh terus menerus setelah terkurung api selama 2 detik. Menutupi seluruh tubuh kecuali bagian muka si pemakai. Gambar 44. Sarung tangan yang berbeda pada immersion suit 113 Dapat digunakan untuk melompat dari ketinggian minimal 4,5 tanpa menyebabkan air masuk ke dalam pakaian. Dilengkapi dengan perangkat khusus untuk mengurangi udara yang terperangkap dibagian kaki pakaian. Gambar 45. Lubang pengeluaran air Pakaian cebur dilengkapi dengan persyaratan baju berenang. Pemakai pakaian cebur harus dapat mengenakan baju berenang tanpa bantuan orang lain. Pada jenis tertentu terdapat bantalan angin yang dapat dikembangkan/ditiup. Ketika pakaian cebur ini dipakai, orang yang memakainya harus tetap dapat: o Melaksanakan tugas selama meninggalkan kapal. o Menaiki dan menuruni tangga vertikal sepanjang minimal 5 meter. o Berenang jarak pendek. o Menaiki/masuk ke pesawat luput maut. o Melompat dari ketinggian 4,5 meter tanpa merusak pakaian cebur dan melukai si pemakai. 114 Gambar 46. Bantalan yang dapat dikembangkan Pakaian cebur yang memiliki daya apung harus dilengkapi dengan lampu yang menyala secara otomatis dan peluit. Harus dimiliki oleh setiap orang yang terdaftar di sekoci penyelamat. Pada kapal penumpang dan barang dengan sekoci tertutup, paling sedikit tiga buah baju harus dibawa. Persyaratan Khusus Untuk pakaian cebur yang dibuat dari material yang bukan dari bahan isolasi menyatu harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: Diberi petunjuk bahwa si penggunanya harus memakai tambahan baju hangat. 115 116 Gambar 47. Cara mengenakan immersion suit Dengan tambahan baju hangat dan baju renang maka pakaian cebur ini harus dapat melindungi panas tubuh dengan baik. Pemakai dapat melompat dari ketinggian maksimal 4,5 meter. Harus dapat dipastikan bahwa pakaian cebur ini dapat tidak menyebabkan penurunan suhu tubuh pemakai lebih dari 2°C dalam waktu 1 jam berada di air tenang yang bersuhu 5°C. Pakian cebur yang dibuat dari material bahan isolasi menyatu jika dipakai dengan tambahan baju renang akan terus menjaga suhu tubuh si pemakai dengan cukup baik, suhu tubuh tidak akan turun lebih dari 2°C di air tenang yang bersuhu 0°C-2°C. 117 Gambar 48. Posisi badan ketika mengapung dan berenang dengan immersion suit d) Sarana Pelindung Panas Tubuh (Thermal Protective Aid) Sarana pelindung panas tubuh adalah pakaian yang terbuat dari bahan isolasi yang berfungsi untuk melindungi orang yang menggunakannya, sehingga panas tubuh yang hilang karena suhu dingin dapat dikurangi. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh sarana pelindung panas tubuh adalah sebagai berikut: Dibuat dengan bahan tahan air. Mudah digunakan. Dapat digunakan dengan baju berenang. Harus dapat dibuka di dalam air dalam waktu 2 menit. Memiliki daya serap panas tidak lebih dari 0,25 W/mk. Next >