< Previous 128 Pisau lipat dan pembuka kaleng yang terikat dengan rantai ke badan sekoci. Gambar 57. Sekoci penolong mekanik dengan dayung sebagai tenaga penggerak Pompa tangan yang disetujui pemerintah. 2 buah tali buangan yang dapat terapung. Dua tali tangkap (painters) yang cukup panjangnya, satu diikatkan pada ujung depan sekoci penolong dengan jerat dan pasak sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah dilepaskan dan yang lain diikat erat pada linggi depan sekoci dan dalam keadaan siap pakai. Sebuah suling atau alat isyarat bunyi yang sepadan. Satu set alat memancing ikan. Ganco. Sebuah tenda penutup yang disetujui dengan warna yang menyolok yang dapat melindungi penumpang dari gangguan keadaan terbuka. Radio jinjiing (Portable Radio) pada salah satu sekoci. 129 Setiap sekoci penolong bermotor harus membawa alat pemadam kebakaran jinjingan yang dapat menghasilkan busa atau zat lain yang sesuai untuk memadamkan kebakaran minyak. Sebuah lemari (locker) yang layak untuk menyimpan barang-barang kecil dari perlengkapan. Peralatan yang telah disetujui yang memungkinkan orang dapat berpegang pada sekoci penolong jika dalam keadaan terbalik, dalam berbentuk lunas samping (bilge keel) atau rel-rel lunas dengan tali-tali pegangan yang diikatkan dari tutup tajuk ketutup tajuk melalui bawah lunas atau peralatan lainnya yang dapat disetujui. Satu lembar salinan daftar bergambar dari satu isyarati syarat penyelamatan Khusus untuk motor boat, harus dilengkapi dengan alat pemadam api jenis kebakaran minyak. Semua perlengkapan sekoci penolong harus dibuat kecil dan seringan mungkin serta dikemas dalam bentuk yang layak dan ringkas. Harus terikat dengan baik di dalam sekoci penolong dan ikatannya harus dapat menjamin keamanan perlengkapan tersebut dan tidak mengganggu serta merintangi pergerakan dari alat-alat yang lain atau kesiapan embarkasi. Jenis Sekoci Penolong Ada beberapa jenis sekoci penolong yang terdapat di kapal. Berdasarkan penutupnya maka dapat dibagi menjadi 3 jenis: Sekoci penolong terbuka (open lifeboat) Sekoci penolong tertutup sebagian (semi enclosed lifeboat) 130 Sekoci penolong tertutup (fully enclosed lifeboat) Gambar 58. Rakit penolong tertutup Ditinjau dari penggeraknya sekoci penolong dibagi menjadi 4 bagian: Sekoci penolong yang didayung Sekoci penolong bermotor kelas A (kecepatan 6 mil per jam). Sekoci penolong bermotor kelas B (kecepatan 4 mil per jam) Syarat motor pada sekoci penolong: Setiap waktu siap digunakan. Motornya dapat dihidupkan dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Harus dipenuhi bahan bakar yang cukup untuk berlayar terus menerus selama 24 jam. Motor dan kelengkapannya harus mempunyai dinding penutup untuk menjamin, bahwa dalam keadaan cuaca buruk motornya 131 masih dapat bekerja dengan baik dan dinding penutup ini harus tahan api. Harus dilengkapi dengan alat untuk menggerakkan mundur dari motor. Beberapa ketentuan untuk sekoci bermotor: Jika sebuah kapal mempunyai lebih dari 13 dan kurang dari 20 buah perahu penolong maka salah satu diantaranya harus bermotor kelas A atau kelas B atau sekoci penolong yang berbaling-baling yang digerakkan secara mekanis. Jika sebuah kapal mempunyai 20 buah atau lebih sekoci penolong maka dua buah diantaranya harus bermotor kelas A. yang diletakkan satu disebelah kiri dan satu di sebelah kanan. Kapal barang dengan ukuran 1600 gros ton atau lebih harus mempunyai 1 sekoci bermotor kelas A atau kelas B atau sekoci yang mempunyai propeller. Gambar 59. Sekoci penolong bermotor 132 Sekoci penolong yang berbaling-baling yang digerakkan secara mekanis, yang tidak termasuk sekoci penolong bermotor. Alat penggeraknya harus memenuhi syarat sebagai berikut: Dalam keadaan baik. Menghasilkan tenaga yang cukup bagi sekoci, sehingga dengan crew penuh dengan semua perlengkapannya segera setelah turun ke air dapat bebas dari kapal. Dapat menahan haluan sekoci meskipun dalam cuaca buruk. Kecepatan paling sedikit 4 mil per jam dalam perairan tenang. Dapat menggerakkan sekoci mundur. Peralatannya sedemikian rupa sehingga dapat dilayani oleh orang-orang yang tidak terlatih dan dapat dikerjakan, segera setelah sekoci turun di air, juga dalam keadaan muatan penuh. Gambar 60. Sekoci penolong mekanis Berdasarkan bahan pembuatnya, sekoci dapat dibedakan menjadi 4 macam: 133 Sekoci dari kayu. Keuntungannya: o Lebih ringan sehingga sangat mengguntungkan bagi kapal penumpang dimana penempatnya biasanya dibagian geledak atas sehingga sangat baik ditinjau dari stabilitas kapal. o Pemeliharaannya lebih ringan. Sekoci dari baja: Hanya dibuat untuk keperluan khusus. Umumnya lapisan kulitnya tidak berkampuh, luas dan tingginya terdiri dari satu lapis baja T bulb dengan bentuk lengkung. Lapisan kulitnya terbuat dari plat baja dan disambung pada lunas dan tinggi dengan pasak-pasak kelingan atau las. Keuntungannya: o Tidak rusak boleh pengaruh udara yang panas. o Lebih kuat dan lebih aman diturunkan diair.Jadi sangat cocok untuk kapal-kapal yang berlayar di daerah katulistiwa atau penempatannya di kapal didekat cerobong. Kerugiannya: o Berat, sehingga daya apung tambahannya harus lebih besar. o Lebih cepat berkarat, hingga harus sering diperiksa. Sekoci dari lingering Aluminium. Lingering Aluminium adalah bahan yang tersusun dari campuran dari aluminium, magnesium dan mangan. Keuntungan dibandingkan dengan sekoci kayu: 134 o Lebih ringan. o Tidak dapat berkarat, tak mudah rusak oleh air laut. o Tidak dapat terbakar. Sekoci dari serat gelas (fiber glass). Mutunya lebih baik dibandingkan bahan seperti kayu, baja ataupun aluminium karena mempunyai keuntungan sebagai berikut: o Tidak terpengaruh oleh cuaca. o Tidak rusak karena air laut. o Mempunyai daya elastisitas. o Bahan dapat diperoleh menurut warna yang disukai, sehingga tidak memerlukan pengecatan lagi. o Apabila kotor mudah dicuci. Kerugiannya: o Apabila terjadi kerusakan pada kulitnya, tidak mudah untuk diperbaiki. Kapasitas sekoci penolong Dalam menentukan kapasitas atau kemampuan angkut dari pada sebuah sekoci penolong, digunakan ketentuan yang diisyaratkan dalam SOLAS, yaitu, jumlah orang yang diijinkan untuk diangkut pada sebuah sekoci penolong harus sama dengan bilangan bulat (hasil pembulatan) terbesar yang diperoleh dengan membagi volume (isi) sekoci tersebut dengan bilangan pembagi sebagai berikut: 135 Tabel 7. Kapasitas Sekoci PANJANG SEKOCI SATUAN VOLUME BILANGIN PEMBAGI (X) 7,3 m (24 kaki) atau lebih - Meter kubik - Kaki meter 0,283 10 4,9 m (16 kaki) - Meter kubik - Kaki meter 0,396 14 4,9 m (16 kaki) atau lebih, tetapi kurang dari 7,3 m (24 kaki) - Meter kubik - Kaki meter 0,283-0,396 10-14 (dengan interpolasi) Volume (isi) sebuah sekoci penolong dapat diperoleh dari ketentuan: Simpson’s (Stirling) Rule yaitu: L V = -------- (4A + 2B + 4 C) 12 dimana: V : Volume sekoci penolong dalam meter kubik/kaki kubik L : Panjang sekoci dalam meter/kaki, diukur pada sisi dalam linggi depan sampai pada linggi belakang 136 A / B / C : Luas penampang melintang sekoci berturutturut diseperempat panjang sekoci dari depan, dipertenganhan panjang sekoci dan diseperempat panjang sekoci dari buritan, yang berimpit dengan ketiga titik yang diperoleh dengan membagi panjang sekoci (L) menjadi empat bagian yang sama Luas penampang-penampang melintang ini diperoleh dengan ketentuan sebagai berikut: h A / B / C = ------- (a + 4b + 2C + 4d + e) 12 dimana: h : tinggi dalam meter/kaki diukur pada sisi dalam papan atau plat lunas sampai ketinggian tutup tajuk (pinggiran sekoci) a, b, c, d, e : Lebar mendatar dalam meter/kaki diukur dititik-titik tertinggi dan terendah dari dan ditiga titik yang diperoleh dengan membagi h menjadi empat bagian yang sama (a dan e merupakan lebar mendatar di titik ujujng-ujung dari h dan c dipertengahan) 137 Gambar 61. Kapasitas Sekoci penolong Ketentuan lain (khusus untuk sekoci penolong kayu), yaitu: V = L x B x D x 0,6 Dimana: V : Volume sekoci penolong dalam meter kubik/kaki kubik L : Panjang sekoci dalam meter/kaki diukur pada titik potong sisi luar papan-papan dengan linggi depan sampai ke titik potong sisi luar linggi belakang, atau dalam hal buritan sekoci rata sampai ke sisi belakang Next >