< Previous 138 balok lintang B : Lebar sekoci dalam meter/kaki yang diukur dari sisi luar papan-papan di titik dimana lebar sekoci adalah yang terbesar D : Tinggi di pertengahan sekoci dalam meter/kaki yang diukur pada sisi dalam papan-papan dari lunas sampai tutup tajuk (pinggiran sekoci). Dengan ketentuan D tidak boleh lebih besar dari 45 % lebar sekoci (B) Penempatan sekoci-sekoci penolong Penempatan sekoci di atas kapal harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: Harus ditempatkan sedemikian rupa hingga dapat diluncurkan atau diturunkan ke air, dalam waktu sesingkat mungkin. Dapat diturunkan dengan mudah, cepat dan aman walaupun miring 15°. Para pelayar harus dapat cepat dan aman masuk dalam sekoci. Tidak boleh dipasang pada sisi atau bagian belakang kapal, bilamana diturunkan ke air akan membahayakan karena dekat propeller. 139 Gambar 62. Penempatan sekoci di kapal Di atas kapal penumpang penempatan sekoci-sekoci itu diperbolehkan satu di atas lainnya atau berjejer dengan catatan apabila penempatan yang satu di atas yang lainnya harus terdapat alat yang baik untuk menumpu serta menjaga kerusakan pada sekoci yang dibawanya. Untuk kapal barang berukuran kecil, yang daerah pelayarannya terbatas, yang praktis hanya dapat membawa satu sekoci penolong saja maka penempatannya sedemikian rupa dapat diturunkan baik dari sisi kiri atau pun dari sisi kanan dengan mudah, umumnya ditempatkan pada derek di belakang cerobongnya. b) Rakit Penolong (Liferaft) Rakit penolong adalah suatu rakit yang tidak kaku dan berongga. Pesawat diisi gas agar mengapung yang digunakan untuk menyelamatkan orang yang mendapat kecelakaan di kapal dan terapung di laut. 140 Terdapat dua jenis rakit penolong yaitu Rakit penolong Tegar (Rigid Liferaft) dan rakit penolong kembung (Inflatable liferaft) yang masing-masing harus memenuhi persyaratan sesuai SOLAS. Menjadi jaminan bahwa setiap awak kapal dimana Rakit penolong ditempatkan sudah terlatih dalam meluncurkan dan menggunakannya. Rakit-rakit penolong sebaiknya ditempatkan sedapat mungkin dekat dengan ruang-ruang akomodasi dan ruang pelayanan, dengan posisi sedemikian rupa sehingga dapat menjamin peluncurannya dengan aman dan memperhatikan adanya baling-baling kapal serta bagian-bagian kapal yang menonjol tajam. Rakit-rakit ini harus dapat diluncurkan dengan cepat (tidak lebih dari 30 menit) dan tidak mengganggu kelancaran penurunan rakit-rakit dan alat-alat penolong yang lain termasuk embarkasi penumpang. Rakit harus dapat diluncurkan dalam kondisi kapal tidak menguntungkan seperti pada kondisi kapal miring 15°. Gambar 63. Liferaft dan lambang liferaft 141 Pelampung penolong sebagai alat penolong yang dapat mengapungkan korban jatuh di laut sementara menunggu pertolongan lebih lanjut, harus memenuhi syarat sebagai berikut: Dibuat dari gabus yang utuh atau bahan lain yang sepadan Dapat tetap terapung diair tawar selama 24 jam dengan beban besi seberat 14,5 Kg Tidak boleh terpengaruh oleh minyak atau bahan lain yang mengandung minyak Diberi warna yang menyolok (orange) Ditandai dengan tulisan huruf cetak, nama kapal dan pelabuhan tempat kapal yang membawanya didaftarkan. Dilengkapi dengan tali jumbai yang diikat kuat sekeliling pelampung Sebagian dari pelampung penolong yang ditempatkan di kapal dapat diperlengkapi dengan peralatan sebagai berikut: o Tali penyelamat yang dapat mengapung, sepanjang tidak kurang dari 15 depa atau 27,5 meter. o Lampu yang dapat menyala sendiri (secara otomatis) dari jenis lampu listrik (baterai), harus dapat tetap menyala selama 45 menit dengan kekuatan cahaya tidak kurang dari dua nyala lilin (candles) kesemua arah/keliling cakrawala dan tahan air. o Isyarat yang dapat bekerja sendiri untuk menghasilkan asap dengan efisien dan warna menyolok selama 15 menit. Perlengkapan yang terdapat dalam liferaft: Makanan dalam kemasan tahan air. Air tawar 1,5 liter untuk setiap orang dalam kemasan tertutup. 2 buah busa (sponge) penghisap air lantai. 142 2 set jangkar apung (1 terpasang, 1 cadangan). 1 set alat-alat reparasi kebocoran di ruang daya apung. Obat-obatan dalam kemasan tahan air. 2 buah dayung. 3 buah pembuka kaleng. 4 unit parasut merah. 6 unit obor tangan. Pembagi air tahan karat. Senter tahan air yang dapat digunakan untuk mengirim kode morse dengan cadangan 1 set batu senter dan 1 buah lampu. 1 buah cermin semboyan. 1 buah suling semboyan. 2 unit semboyan asap. Painter yang diikat di bagian luar life line dan harus tersimpan dibagian dalam. Gambar 64. Perlengkapan rakit penolong 1 set alat pancing. Pil anti mabuk laut 6 buah/orang. 143 Alat penolong berbentuk gelang dan dapat terapung dilengkapi dengan tali terapung sepanjang 300 meter. Pada rakit penolong yang berkapasitas < 12, terdapat 1 buah pisau dan 1 buah ember. Sedangkan pada rakit penolong yang berkapasitas > 12 orang terdapat 2 buah pisau dan 2 buah ember. Terdapat 3 jenis rakit penolong, yaitu: Rakit penolong yang dapat dikembangkan (Inflatable Liferaft) Persyaratan o Dibuat sesuai dengan persyaratan rakit. o Terbuat dari bahan tahan api atau dilindungi oleh penutup. o Memiliki minimal 1 pintu masuk o Berat maksimum 175 kg. o Memiliki kapasitas: m3 atau m2 ______ _____ 0,096 0,0372 Gambar 65. Rakit penolong yang dapat dikembangkan 144 Gambar 66. Bagian-bagian rakit penolong 145 Gambar 67. Rakit penolong setelah dikembangkan di laut Gambar 68. Jenis rakit penolong yang diturunkan menggunakan davit Rakit penolong tegar Rakit penolong tegar harus diberi tanda: o Nama dan pelabuhan pendaftaran kapal. o Nama pembuat. o Nomor seri. o Nama instansi yang mengesahkan. o Petunjuk peluncuran. o Kapasitas rakit. 146 o SOLAS. o Ketinggian uji coba. o Panjang tali tangkap. o Bobot rakit. Gambar 69. Rakit penolong tegar Sekoci Penolong jatuh bebas (Free fall liferaft) Jenis sekoci ini mengandalkan gaya gravitasi ketika diluncurkan. Termasuk jenis sekoci tertutup dan dapat membalik sendiri jika terbalik. Peluncuran jatuh bebas ialah: cara peluncuran pesawat luput maut dengan mana pesawat tersebut dengan segala 147 kelengkapan orang dan peralatannya dilepas dan dibiarkan meluncur ke laut tanpa sarana penahan. Badan sekoci dibuat tahan terhadap benturan dengan air dan berbentuk kapsul berfungsi untuk mengurangi tahanan air terhadap badan sekoci ketika diluncurkan. Sekoci jatuh bebas untuk kapal tanker bahkan diwajibkan mampu menahan api dengan bahan dan peralatan khusus untuk menyiram dan mendinginkan badan sekoci. Gambar 70. Rakit penolong jatuh bebas dan lambangnya Keuntungan sekoci penolong ini: Evakuasi dapat dilakukan dengan cepat. Tidak dapat terbalik (pesawat akan membalik sendiri jika terbalik misalnya karena gelombang besar) Penumpang terlindung dari pengaruh alam seperti panas matahari, dingin, air laut dan angin. Next >