< Previous 148 Gambar 71. Kontruksi sekoci penolong jatuh bebas Sekoci berbentuk kapsul ini selain digunakan di kapal juga di anjungan lepas pantai (rig). Latihan embarkasi dan evakuasi menggunakan sekoci jatuh bebas perlu dilakukan setiap bulan untuk melatih awak kapal khususnya dalam penentuan tempat duduk, sikap tubuh yang aman ketika akan diluncurkan dan cara menggunakan sabuk pengaman dengan cepat dan tepat meskipun sekoci ini tidak perlu diluncurkan. Peluncuran sekoci harus dilakukan bersama tenaga ahli. Namun sesuai ketentuan SOLAS regulasi III/19.3.3.4, sekoci penolong jatuh bebas harus diluncurkan setiap 6 bulan meskipun hanya berisi awak kapal yang bertugas mengoperasikannya. 149 Gambar 72. Rakit penolong jatuh bebas ketika diluncurkan c) Sekoci Penyelamat (Rescue Boat) Sekoci penyelamat/penolong adalah sekoci yang dirancang untuk menyelamatkan orang dalam keadaan bahaya seperti orang yang jatuh ke laut (Man Over Board) dan membantu sekoci penolong (Survival craft). Gambar 73. Sekoci penyelamat dan lambang sekoci penyelamat 150 Penempatan sekoci penyelamat: Harus dalam keadaan selalu siap untuk diluncurkan dalam waktu maksimal 5 menit. Sekoci penyelamat ditempatkan dalam posisi yang layak untuk peluncuran dan pegangkatan kembali. Penataan sekoci penyelamat tidak merintangi pengoperasian pesawat luput maut lainnya. Suatu sekoci penolong dapat disetujui sebagai sekoci penyelamat dengan ketentuan bahwa sekoci penolong juga memenuhi persyaratan yang berlaku bagi sekoci penyelamat. Gambar 74. Sekoci penolong bermesin Sedangkan syarat umum penyimpanan/penempatan sekoci penolong adalah sebagai berikut: Mudah terlihat Mudah diluncurkan Tidak mengganggu pengoperasian pesawat luput maut lainnya. 151 3) Peralatan Piroteknik a) Cerawat Tangan (Red Hand Flare) Gambar 75. Cerawat tangan Obor tangan atau cerawat tangan (hand flare) adalah sebuah alat yang mengeluarkan cahaya untuk menunjukan posisi orang yang menggunakan. Obor tangan lebih efisien digunakan pada malam hari. Biasanya yang digunakan adalah cerawat tangan dengan warna merah. Beberapa hal yang perlu diketahui tentang obor tangan ini adalah: Tersimpan dalam tabung tahan air. Pada bagian luar tertera petunjuk penggunaan. Memiliki sarana penyulut sendiri. Insensitas cahaya minimal 15.000 x cahaya lilin. Dapat menyala selama minimal 1 menit. Dapat menyala selama 10 detik walaupun berada 100 mm di bawah permukaan air. Dapat terlihat hingga jarak 10 km. 152 Gambar 76. Cerawat tangan ketika sudah dinyalakan Cara menggunakan cerawat tangan adalah sebagai berikut: Buka segel penutup pada tabung bagian atas. Tarik tali untuk mengaktifkan penyalaan. Setelah menyala, angkat obor tinggi-tinggi. Perhatian: Beberapa jenis cerawat tangan dioperasikan dengan cara yang berbeda, perhatikan petunjuk penggunaannya! 153 b) Cerawat Parasut (Parachute Signal) Gambar 77. Cerawat parasut dan lambang cerawat perasut Alat ini digunakan juga untuk memberitahukan posisi pemakai dengan jangkauan pengamatan yang lebih jauh dari pada obor tangan. Pengoperasiannya dengan mengaktifkan pemicu sehingga parasut akan terlontar ke udara yang kemudian secara perlahan-lahan turun dengan mengeluarkan cahaya merah. Beberapa hal yang perlu diketahui adalah: Cerawat parasut tersimpan dalam tabung tahan air. Pada bagian luar tertera petunjuk penggunaan. Memiliki sarana penyulut sendiri. Harus mampu dilontarkan vertikal dengan jarak lontar minimal 300 meter atau dengan sudut 45º dapat mencapai ketinggian 200 meter. Memiliki intensitas cahaya minimal 30.000 candela. Lama menyala minimal 40 detik. Kecepatan turun maksimal 5 m/detik. Dapat terlihat pada jarak 40 km pada malam hari dan 15 km pada siang hari pada hari yang cerah. 154 Gambar 78. Cerawat turun perlahan Petunjuk penggunaan cerawat parasut: Buka segel penutup bagian atas tabung. Buka segel penutup bagian bawah Cabut pin pengunci. Pegang tabung dengan ketat, arahkan lurus ke atas. Tekan picu pengungkit untuk mengaktifkan cerawat. Roket akan meluncur ke atas kemudian menyala dan turun perlahan-lahan. Perhatian: Beberapa jenis cerawat parasut dioperasikan dengan cara yang berbeda, perhatikan petunjuk penggunaannya! 155 Gambar 79. Cara menggunakan cerawat parasut c) Isyarat Asap Apung (Smoke Signal) Gambar 80. Smoke signal dan lambang 156 Alat ini digunakan untuk menunjukkan posisi pemakai dari jarak pantauan yang lebih dekat dari obor tangan. Digunakan untuk siang hari karena tidak memancarkan cahaya. Pengoperasiannya dengan cara mengaktifkan alat ini dan melemparkan ke area di dekat pemakai. Perlu diperhatikan adalah titik pelemparan sedapat mungkin di bawah angin. Hal-hal yang perlu diketahui tentang isyarat asap ini adalah: Mengeluarkan asap yang berwarna menyolok seperti oranye dalam waktu 3 menit. Tersimpan dalam tabung yang tahan air. Pada bagian luar kemasan tertera petunjuk pemakaian. Tidak menimbulkan nyala api atau ledakan ketika digunakan sehingga tidak akan menyebabkan bahaya kebakaran. Terapung di air. Mengeluarkan asap selama 10 detik walaupun berada di dalam air sedalam 100 mm. Dapat terlihat pada jarak 4 km pada siang hari yang cerah. 157 Gambar 81. Asap smoke signal Cara menggunakan smoke signal adalah sebagai berikut: Buka penutup plastik bagian atas tabung. Tarik tali dengan keras untuk mengaktifkan alat. Lemparkan tabung di bawah angin. Gambar 82. Cara menggunakan smoke signal, buka segel dan tarik tali pemicu Perhatian: Beberapa jenis smoke signal dioperasikan dengan cara yang berbeda, perhatikan petunjuk penggunaannya! Next >