< Previous 68 Penilaian Laporan Observasi: No Aspek Skor 4 3 2 1 1 Sistematika Laporan Sistematika laporan mengandung tujuan, masalah, Sistematika laporan mengandung tujuan, , Sistematika laporan mengandung tujuan, masalah, Sistematika laporam hanya mengandung tujuan, hasil 69 hipotesis, prosedur, hasil pengamatan dan kesimpulan. masalah, hipotesis prosedur, hasil pengamatan dan kesimpulan prosedur hasil pengamatan Dan kesimpulan pengamatan dan kesimpulan 2 Data Pengamatan Data pengamatan ditampilkan dalam bentuk table, grafik dan gambar yang disertai dengan bagian-bagian dari gambar yang lengkap Data pengamatan ditampilkan dalam bentuk table, gambar yang disertai dengan beberapa bagian-bagian dari gambar Data pengamatan ditampilkan dalam bentuk table, gambar yang disertai dengan bagian yang tidak lengkap Data pengamatan ditampilkan dalam bentuk gambar yang tidak disertai dengan bagian-bagian dari gambar 3 Analisis dan kesimpulan Analisis dan kesimpulan tepat dan relevan dengan data-data hasil pengamatan Analisis dan kesimpulan dikembangkan berdasarkan data-data hasil pengamatan Analisis dan kesimpulan dikembangkan berdasarkan data-data hasil pengamatan tetapi tidak relevan Analisis dan kesimpulan tidak dikembangkan berdasarkan data-data hasil pengamatan 4 Kerapihan Laporan Laporan ditulis sangat rapih, mudah dibaca dan disertai dengan data kelompok Laporan ditulis rapih, mudah dibaca dan tidak disertai dengan data kelompok Laporan ditulis rapih, susah dibaca dan tidak disertai dengan data kelompok Laporan ditulis tidak rapih, sukar dibaca dan disertai dengan data kelompok 70 Kegiatan Pembelajaran 2. Menganalisis Prosedur Darurat dan SAR A. Deskripsi Kapal sebagai sebuah bangunan terapung yang digunakan untuk berbagai keperluan akan menghadapi problematika yang berasal dari faktor internal dan eksternal. Hal ini tidak saja terjadi pada saat sedang berlayar tetapi juga pada saat berlabuh jangkar atau di dermaga. Faktor internal seperti kelalaian manusia, kerusakan mesin, kegagalan sistem kerja dan lain-lain. Faktor eksternal misalnya angin, gelombang, arus, kapal lain, dan lain-lain. Pada kapal, baik yang digunakan untuk transportasi umum (mengangkut manusia, barang dan lain-lain) atau menangkap ikan berlaku berbagai aturan keselamatan yang dibuat oleh pemerintah setempat dan hukum internasional yang berguna untuk mencegah, menanggulangi bahaya dan akibat bahaya. Sehubungan dengan keadaan darurat, peraturan-peraturan tersebut mengatur tentang: 1. Fasilitas/peralatan keselamatan 2. Prosedur pencegahan bahaya 3. Prosedur penanggulangan bahaya 4. Prosedur penyelamatan 5. Isyarat bahaya 6. Sertifikasi kru kapal Sesuai peraturan yang berlaku, salah satu sertifikasi yang harus dimiliki oleh seorang pelaut adalah Basic Safety Training yang antara lain materinya berisi tentang teknik penyelamatan diri sendiri dan orang lain di laut. Dasar-dasar keselamatan di laut sangat perlu dikuasai dengan baik oleh setiap kru kapal dengan tetap berharap tidak akan mengalami keadaan darurat sebenarnya. 71 Kegiatan pembelajaran ini berisi tentang konsep, prinsip, prosedur dan metakognitif tentang prosedur darurat dan SAR. B. Kegiatan Pembelajaran 1. Tujuan Pembelajaran a. Siswa mampu menganalisis prosedur darurat dan SAR. b. Siswa mampu melakukan prosedur pencegahan bahaya di kapal. c. Siswa mampu menggunakan peralatan dan sarana keselamatan di kapal. 2. Uraian Materi a. Latar Belakang Prosedur adalah suatu cara atau pedoman kerja yang harus diikuti dalam melaksanakan suatu kegiatan agar mendapat hasil yang baik. Sedangkan keadaan darurat adalah keadaan yang lain dari keadaan normal yang mempunyai potensi membahayakan keselamatan manusia, harta benda ataupun lingkungan. Dari definisi tersebut berarti prosedur keadaan darurat adalah tatacara/pedoman kerja dalam menanggulangi suatu keadaan darurat dengan maksud mencegah atau mengurangi kerugian lebih lanjut atau semakin banyak/besar. 72 Bisa dicoba dicari tentang materi seperti yang ada di bawah ini. Tabel 3. Pembagian Tugas Kelompok: Prosedur dan Keadaan Darurat di Kapal NAMA KELOMPOK MATERI KELOMPOK 1 Tentang penyebab dan prosedur keadaan bahaya di kapal KELOMPOK 2 Tentang persiapan keadaan darurat di kapal KELOMPOK 3 Tentang fasilitas keselamatan di kapal KELOMPOK 4 Tentang jenis alat piroteknik KELOMPOK 5 Tentang jenis perlengkapan radio darurat KELOMPOK 6 Tentang sistem EPIRB Kegiatan mengamati . 1. Buatlah teman-teman sekelas menjadi beberapa kelompok! 2. Tiap-tiap kelompok mencari informasi seperti yang tercantum pada tabel di bawah ini! (Dari internet, wawancara dengan pihak industri, dari bahan ajar lain) 73 Sudahkah tiap-tiap kelompok mencari materi seperti tabel di atas? Kalau sudah mari kita lanjutkan kegiatan bertanya, yaitu kegiatan untuk mencari tahu tentang fakta dan menganalisis mengapa harus dilakukan seperti itu!. Setelah masing-masing kelompok mencari data dan mendiskusikan tentang informasi yang didapat, maka sekarang bandingkanlah dengan data yang ada di buku ini! Kegiatan menanya. Diskusikanlah informasi yang didapat dengan teman sekolompok anda! Ingat…kegiatan diskusi dibiasakan diawali dengan doa, harus tertib, semua siswa aktif, tanggungjawab dan kerjasama 74 b. Faktor Penyebab Keadaan darurat yang terjadi di kapal terkadang dapat ditanggulangi sendiri atau perlu bantuan pihak lain bahkan dapat pula mengakibatkan seluruh awak kapal (dan penumpang) harus meninggalkan kapal (evakuasi). Berdasarkan penyebabnya, keadaan darurat disebabkan oleh beberapa faktor yang ada di dalam dan di luar kapal, yaitu: 1) Faktor manusia Dapat dikatakan bahwa sebagian besar keadaan darurat yang terjadi dimana-mana baik di kapal maupun di darat adalah akibat faktor manusia. Faktor manusia dapat dibedakan menjadi karena kelalaian atau kesengajaan. Kelalaian atau keteledoran yang mengakibatkan bahaya misalnya dalam kesalahan dalam menentukan trek pelayaran atau posisi, membuang puntung rokok sembarangan, lupa mematikan kompor atau melalaikan tugas dinas jaga. Sedangkan kesengajaan manusia yang mengakibatkan keadaan darurat antara lain sabotase dan perang. Kegiatan mengumpulkan data/informasi. Kumpulkanlah data dan hasil dari diskusi kelompok anda dengan membandingkan dari data di buku ini! 75 2) Faktor alam Berbagai faktor alam yang dapat mengakibatkan keadaan darurat antara lain badai, petir, gelombang besar, letusan gunung berapi di laut, kabut atau tsunami. Gambar 21. Ombak besar 3) Faktor teknis Faktor teknis yang dapat menyebabkan keadaan darurat antara lain: tidak menyalanya lampu suar, kerusakan alat navigasi atau kesalahan tanda-tanda di peta. Kondisi berbahaya dapat terjadi karena satu atau gabungan dua atau tiga faktor penyebab di atas. c. Jenis Prosedur Keadaan Darurat Terdapat 2 jenis prosedur penanggulangan keadaan darurat yaitu: 1) Prosedur internal (lokal) Prosedur ini merupakan pedoman yang dilakukan masing-masing bagian/departemen di kapal ketika kondisi keadaan darurat yang terjadi masih dapat diatasi oleh bagian yang bersangkutan tanpa melibatkan pihak luar seperti kapal lain, otoritas pelabuhan, Tim SAR, atau pihak lainnya. 76 2) Prosedur Umum Merupalan pedoman perusahaan secara keseluruhan dan telah menyangkut keadaan darurat yang cukup besar yang tidak dapat lagi ditanggulangi oleh kapal itu sendiri, atau memiliki potensi membahayakan pihak lain (kapal lain, lingkungan, dan lain-lain). Dari segi penanggulangannya mungkin melibatkan tenaga yang banyak, tenaga ahli, penguasa, sarana, peralatan atau teknologi khusus. d. Jenis Keadaan Darurat Gangguan faktor internal atau eksternal di atas dapat menyebabkan berbagai keadaan darurat yang mungkin dapat langsung dapat diatasi, perlu mendapatkan bantuan dari pihak tertentu, atau bahkan yang menyebabkan seluruh kru harus meninggalkan kapal. Jenis-jenis keadaan darurat di kapal tersebut antara lain: 1) Tubrukan Tubrukan dapat terjadi antara: a) Kapal dengan kapal Tubrukan antar kapal dapat melibatkan 2 buah kapal atau lebih. Namun sangat jarang sekali terjadi tubrukan antara beberapa kapal. Tubrukan dapat terjadi di perairan sempit (terbatas) seperti di selat, kolam pelabuhan atau terusan maupun di alur pelayaran luas seperti di laut pedalaman atau samudera. Akibat yang ditimbulkan dari tubrukan dapat hanya berupa rusaknya badan kapal (penyok), robek dan tenggelam atau terjadinya tumpahan minyak di laut. 77 Gambar 22. Kapal bertubrukan b) Kapal dengan benda-benda atau bangunan buatan manusia Gambar 23. Bagang, alat penangkap ikan yang ditancapkan di laut Tubrukan dengan benda-benda buatan manusia yang berada di laut seperti pelampung suar, pelampung tanda, bagan dan lain-lain atau tubrukan dengan bangunan seperti dermaga, break water dan lain-lain. c) Kapal dengan benda-benda alam. Next >