< Previous 52 PEMELIHARAAN SASIS SEPEDA MOTOR b) Pelek untuk ban tubeless Pemakaian pelek yang tidak sempurna akan mengakibatkan : a) Posisi kedudukan bead kurang sempurna (tidak melekat dengan baik). Akibatnya, ketika menikung ban mungkin lepas dari pelek. b) Tidak dapat menjaga tekanan angin ban tubeless dengan sempurna. c) Ban dalam mungkin koyak karena terjepit bead pada pelek yang lebih sempit. d) Pada pelek yang lebih lebar, dinding samping ban terlalu tegang (tidak lentur), sehingga pengendaraan menjadi keras. 4) Ban (tyre) Ban adalah satu-satunya bagian kendaraan yang berhubungan permukaan jalan. Ban tidak dapat berdiri sendiri pada kendaraan, akan tetapi harus dipasang pada pelek supaya dapat dipergunakan. Ban mempunyai fungsi sebagai berikut : a) Menahan seluruh berat kendaraan. b) Karena berhubungan dengan permukaan jalan, maka ban akan memindahkan gaya gerak dan gaya pengereman kendaraan ke jalan, dan juga mengontrol start, akselerasi, deselerasi, pengereman dan berbelok. c) Mengurangi kejutan yang disebabkan oleh permukaan jalan yang tidak beraturan. Pada dasarnya ban yang digunakan pada sepeda motor, umumnya terdiri atas dua bagian utama yaitu ban luar dan ban dalam. Konstruksi ban pada umumnya sama, baik ban dengan ban dalam maupun ban tanpa ban dalam. 53 PEMELIHARAAN SASIS SEPEDA MOTOR Keterangan gambar : 1 = Kaki ban ( bead ) 2 = Dinding samping 3 = Bahu 4 = Telapak ban ( Tread ) 5 = Karkas 6 = Garis pelek 7 = Lilitan kawat / inti 8 = Bead Toe 9 = Karet bagian dalam 10 = Sabuk penguat 11 = Sabuk pengaman 12 = Lapisan karet dalam 13 = Karet penguat a) Tread Tread adalah lapisan karet luar yang melindungi carcass terhadap keausan dan kerusakan yang disebabkan oleh permukaan jalan. Ini adalah bagian yang langsung berhubungan dengan permukaan jalan dan menghasilkan tahanan gesek yang memindahkan gaya gerak dan gaya pengereman kendaraan ke permukaan jalan. Pola tread pada sepeda motor di antaranya: (i) Pola Rib Jalur-jalurnya relatif sempit dengan corak yang sesuai dan tepar untuk melayani pengendalian sepeda motor secara aman. Pola tread ini disebut pola rib (rib pattern), biasa dipakai ban depan sepeda motor. Sifat-sifatnya : Getaran dan suara ban halus Tahanan gelinding kecil Kemampuan pada tikungan dan pengereman bagus Stabilitas pengendalian baik 54 PEMELIHARAAN SASIS SEPEDA MOTOR (ii) Pola Lug, sifat-sifatnya: Tidak mudah slip Daya cengkeram (traksi) baik Suara gaduh (iii) Pola Block Jalur-jalurnya dibuat ketat terhadap permukaan jalan. Pola block (block pat-tern) mampu memaksimalkan efisiensi penyaluran tenaga mesin ke permukaan jalan, oleh karena itu pola ini cocok digunakan pada ban belakang sepeda motor. Sifat-sifat ban dengan pola blok antara lain: - Daya cengkeram dan kemampuan di tikungan sangat baik - Tahan slip diatas jalan basah - Pengereman diatas jalan aspal baik b) Carcass (Cassing) Carcass merupakan rangka ban yang keras, cukup kuat untuk menahan udara yang bertekanan tinggi, tetapi harus cukup fleksibel untuk meredam perubahan beban dan benturan. Carcass terdiri dari ply (layer) dari tire cord (lembaran anyaman paralel dari bahan yang kuat) yang direkatkan menjadi satu dengan karet. Cord pada ban sepeda motor biasanya terbuat dari polyester atau nylon. c) Sidewall Sidewall adalah lapisan karet yang menutup bagian samping ban dan melindungi carcass terhadap kerusakan dari luar. Sebagai bagian ban yang paling besar dan paling fleksibel, sidewall secara terus menerus melentur di bawah beban yang dipikulnya selama berjalan. Pada sidewall tercantum informasi tentang ban. 55 PEMELIHARAAN SASIS SEPEDA MOTOR d) Bead Untuk mencegah robeknya ban dari rim oleh karena berbagai gaya yang bekerja, sisi bebas atau bagian samping ply dikelilingi oleh kawat baja yang disebut kawat bead. Udara bertekanan di dalam ban mendorong bead keluar pada rim dan tertahan kuat di sana. Bead dilindungi dari kerusakan karena gesekan dengan pelek dengan jalan memberinya lapisan karet keras yang disebut chafer strip. Flipper : Pembungkus bead wire yang memiliki bentuk sedemikian rupa sehingga cocok dengan bentuk ban pada bead (Memakai karet pengisi bead yang berbentuk segitiga). Bead Toe : Bagian bead sebelah dalam. Bead Heel : Bagian bead yang kontak dengan pelek pada flens. Bead Base : Bagian bead yang datar, yang berada di antara bead toe dan bead heel. Chafer : Lapisan terluar yang membungkus bead untuk mencegah kerusakan karena gesekan dengan pelek. Bead Wire : Kawat baja yang mengandung kadar karbon tinggi menjamin pemasangan ban ke pelek. Klasifikasi ban Klasifikasi ban menurut caranya menyimpan udara: ban dengan ban dalam ( Tube Type) ban tanpa ban dalam (Tubeless). 56 PEMELIHARAAN SASIS SEPEDA MOTOR Ban dengan ban dalam (Tube type) Di dalamnya terdapat ban dalam untuk menampung udara yang dipompakan ke dalam ban. Katup atau pentil (air valve) yang menonjol keluar melalui lubang pelek menjadi satu dengan ban dalam (diistilahkan sebagai tube valve). Ban tanpa ban dalam (Tubeless) Ban Tubeless tidak menggunakan ban dalam. Tekanan udara hanya ditahan oleh lapisan dalam ban, yaitu lapisan karet yang kedap udara. Karena ban tubeless tidak menggunakan ban dalam, maka pentil ( air valve) langsung dipasang pada pelek (diistilahkan sebagai rim valve). Keuntungan ban tubeless dibandingkan dengan ban tubed adalah sebagai berikut: 1. Tidak banyak hambatan di jalan (road delay). Ban tubeless menahan "blow out" oleh karena dinding bagian dalam menutupi segala benda yang menusuk dan menahan kebocoran udara sangat lambat. Ban dalam tersebut teregang dan berada dalam tekanan, jika dipompa dengan tekanan udara maka benda tajam yang menusuk memecahkan ban dalam dan ban akan kempes seketika. Tube type Tubeless 2. Hemat tenaga kerja. Pada saat ban dipasang pada pelek (rim), tidak ada bagian yang lebih sukar dari pada memasang/menyelipkan ban dalam dan lapisan pelindung (flapnya), pemompaan tekanan udara secara bertahap untuk kepentingan memonitor agar flange rim dan ring pengunci 57 PEMELIHARAAN SASIS SEPEDA MOTOR terpasang dengan benar. Waktu yang terpakai untuk mengganti ban bisa dikurangi sampai 50 persen. 3. Keselamatan saat memasang khusus kendaraan penumpang. Karena yang dipakai, adalah pelek (rim) tunggal, maka tidak ada ring pengunci yang harus dipasang dengan benar atau terlepas (fly off) saat pemompaan tekanan udara 4. Jumlah massa komponen yang tidak terbeban pada kendaraan lebih sedikit. Ban tubeless dan sebuah pelek (rim) mempunyai massa yang lebih kecil dibanding dengan ban dengan ban dalam dan terpasang pada pelek yang terdiri dari dua buah komponen atau pelek tipe split (split rim types). 5. Pengoperasian lebih dingin. Panas umumnya tidak merupakan masalah bagi ban tubeless atau ban dengan ban dalam yang berukuran besar. Bahkan ban tubeless hanya menghasilkan panas. yang sedikit sekali karena tidak terdapat gesekan antara ban, ban dalam dengan lapisan pelindung (flaps). Kode Ban Kode ban sepeda motor dituliskan pada bagian sidewall dengan huruf dan angka. Berikut ini merupakan contoh penulisan kode ban dan cara pembacaannya. Tanda ukuran ban dan lokasi. 4.60 – H – 18 4PR menyatakan ukuran dari lebar ban, kode kecepatan, diameter pelek, tanda indikasi jumlah lapisan dan kekuatan ban. lebar dari ban (inchi) 4.60 – H – 18 4PR 58 PEMELIHARAAN SASIS SEPEDA MOTOR Diameter pelek (inchi) 4.60 – H – 18 4PR Kekuatan (jumlah lapisan/ply rating) 4.60-H-18 4PR Ban ini menggunakan lapisan kain dari bahan nilon di dalam carcass, indikasi kekuatan dengan 4 lapisan (ply rating) Aspek Rasio Aspek ratio adalah perbandingan tinggi ( H ) dan lebar ban ( W ) Aspek ratio ( % ) = H ( tinggi ban ) W ( lebar ban ) Besar aspek ratio standar adalah 80 Saat ini aspek ratio telah dibuat sampai 45, tetapi pabrik ban di Indonesia baru memproduksi ratio ban sampai 60. Ketentuan aspek ratio : Aspek ratio rendah Pengendalian kemudi lebih baik Kontak ban lebih besar Kontrol kemudi lebih baik Kurang nyaman Aspek ratio tinggi Pengendalian kemudi kurang baik Kontak ban lebih kecil Kontrol kemudi kurang baik Lebih nyaman x 100 59 PEMELIHARAAN SASIS SEPEDA MOTOR Batas kecepatan Kecepatan maksimum yang diijinkan pada ban 4.60 - H - 18 4PR Kekuatan Pikul 130/90 - 16 - 67 H Beban tertinggi untuk ban dari data pada gambar tersebut adalah: Tekanan angin: 67 psi Beban maksimum: 230 kg67 Berikut ini contoh lain dari kode ban dan cara membacanya: Untuk ban Tube type Tanda Kecepatan maksimum Untuk scooter 100 km/h N 140 km/h S 180 km/h H 210 km/h V > 210 km/h 60 PEMELIHARAAN SASIS SEPEDA MOTOR Untuk ban Tubeless Penyimpanan Ban a) Ban yang belum digunakan harus disimpan secara tegak dengan memberikan penahan (spacer) berupa kertas atau karet di bagian beads. Penyimpanan ban tanpa memberikan penahan pada beads akan menyebabkan jarak beads lebih kecil daripada lebar pelek, sehingga pemasangan ban menjadi lebih sulit. b) Apabila menyimpan roda/ban yang akan dipakai lagi, isilah ban dengan tekanan udara sampai ½ tekanan yang diijinkan. Pastikan katup terpasang dengan baik. c) Jangan menyimpan ban/rim pada daerah-daerah berikut ini: (1) Pada tempat-tempat terjadinya ozon (dekat motor, battery charger), (2) Daerah panas (dekat heater, steam pipe), (3) Dimana oli/gemuk disimpan, atau daerah yang lembab (4) Terkena sinar matahari langsung, 61 PEMELIHARAAN SASIS SEPEDA MOTOR KERUSAKAN BAN a) Keausan ban Keausan ban dapat dilihat dengan melihat indikator keausan ban pada tread. Apabila keausan tread mencapai indikator, hal ini menunjukkan batas keausan ban dan saatnya ban harus diganti. Pengukuran keausan ban Keausan telapak ban yang dijalankan, kira – kira 1 1,6 mm dari permukaan TWI ke permukaan telapak ban. Saat melakukan pengukuran keausan telapak ban, ban harus diisi tekanan angin yang normal. b) Kerusakan luar ban Kerusakan luar dari ban merupakan kerusakan yang dapat diamati secara visual. (1) Rib Tear Ada bagian alur Rib yang robek dan terlepas dari telapak ban. Rib tear disebabkan posisi telapak ban tidak menapak ke permukaan jalan dengan sempurna, sehingga konsentrasi berat hanya bertumpu pada sebagian kecil telapak. Karena beban tidak sesuai dengan kekuatan bagian ban yang memikul, maka terjadi kerusakan. Next >