< Previous 13Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti1. Apa yang menyebabkan terjadinya peritiwa kekeringan dan kebanjiran?2. Apa akibat kekeringan bagi kehidupan makhluk-makhluk?3. Apa yang kamu lakukan jika ada peristiwa banjir melanda di daerah lain?4. Bagaimana cara mengatasi agar tidak terjadi peristiwa banjir?5. Apa dampak banjir bagi kehidupan manusia?MengomunikasikanBuatlah laporan tentang masalah banjir (faktor-faktor penyebab, cara mengatasi banjir secara umum dan pandangan agama Buddha) Komunikasikan hasil laporanmu dengan cara mempresentasikan di depan kelas dan teman yang lain dapat memberikan tanggapan! Materi Diskusi 3. Kehancuran alam semesta karena anginKehancuran alam semesta ini karena munculnya angin yang menerbangkan debu. Akan muncul angin yang menerbangkan pasir, pasir kasar, kerikil, dan batu. Akibat angin kencang, banyak batu besar dan pohon besar tertiup ke angkasa kemudian hancur dan musnah.Setelah itu angin muncul dari bawah permukaan bumi dan membalikkan bumi. Angin melemparkan bumi ke angkasa hingga hancur berkeping-keping dan musnah. Gunung Sineru tercabut ke luar angkasa dan saling berbenturan hingga berkeping-keping lalu lenyap.Angin menghancurkan alam dewa yang dibangun di bumi (di gunung Sineru) dan yang dibangun di angkasa. Kekuatan angin meningkat terus dan menghancurkan keenam alam dewa yang penuh kebahagiaan (dari alam catumaharajika sampai alam paranimitavasavati). Seratus miliar tata surya juga ikut hancur.Angin menghancurkan bumi sampai alam brahma Jhāna ketiga dan berhenti sebelum mencapai alam Vehapphala yang berada pada alam jhāna keempat. Setelah menghancurkan semuanya, angin mereda. Kemudian, angkasa yang 14 Kelas XII SMA/SMK di atas menjadi satu dengan angkasa yang di bawah dalam kegelapan yang mencekam. Alam yang kembali muncul pertama kali adalah alam Brahma Subhakinha.Periode waktu awan besar sampai surutnya angin yang menghancurkan adalah satu kappa. Periode surutnya angin sampai munculnya awan pemulihan adalah satu asarikheyya kappa dan seterusnya. Empat asankheyya kappa ini membentuk satu . Beginilah cara kehancuran yang disebabkan oleh angin.E. Kehidupan Manusia dengan Alam SemestaKehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari alam semesta karena manusia selalu berhubungan dengan lingkungan. Manusia harus memahami sistem lingkungan tempat manusia berada melalui ilmu lingkungan.Manusia juga sebagai makhluk sosial, memiliki akal pikiran yang dapat dikembangkan untuk tetap berinteraksi dengan sesama manusia. Selain itu, manusia juga harus mampu mengembangkan hubungan bermakna dan kepedulian terhadap alam sekitar.Manusia wajib memanfaatkan potensi alam secara seimbang serta menyelesaikan masalah yang mengancam kelangsungan dan kelestariannya. Hendaknya manusia memanfaatkan potensi alam secara seimbang tanpa membawa kerusakan pada alam.Pandangan agama Buddha mengenai lingkungan tercermin dalam kitab Dhammapada Puppha Vagga Gatha 49: “Bagai seekor lebah yang tidak merusak kuntum bunga, baik warna maupun baunya, pergi setelah memperoleh madu, begitulah hendaknya orang bijaksana mengembara dari desa ke desa”. Dalam ekosistem, lebah tidak hanya mengambil keuntungan dari bunga semata, tetapi juga sekaligus membantu penyerbukan bunga. Perilaku lebah memberi inspirasi manusia bagaimana seharusnya menggunakan sumber daya alam secukupnya tanpa dasar keserakahan.Sumber: Dokumen KemendikbudGambar 1.7 Melestarikan lingkungan 15Pendidikan Agama Buddha dan Budi PekertiPemanfaatan lingkungan dalam Kitab Jataka: “Orang yang pandai dan bijaksana akan berusaha meningkatkan kesejahteraan atau mencapai sukses yang sebesar-besarnya hanya dengan menggunakan sumber daya yang minimal, seperti ia meniupkan napasnya membuat api kecil menjadi besar. Ada tiga hal yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, sebagai berikut.a. Mengembangkan pemahaman dan kebijaksanaan untuk kebenaran yang menguasai hubungan antara lingkungan dan manusia.b. Memahami lingkungan dengan suara hati dan pikiran.c. Memahami etika/moral mengenai lingkungan.Pengelolaan lingkungan hidup didasarkan pada sikap mental, merupakan rangkaian hubungan sebab akibat yang saling berkaitan secara utuh.Buatlah tiga pertanyaan tentang kehancuran alam semesta karena air!Mengumpulkan InformasiJawablah pertanyaan yang kamu buat dengan mencari informasi dari berbagai sumber!16 Kelas XII SMA/SMK Sumber: www.antaranews.comGambar 1.8 Kerusakan lingkungan karena anginMari MengasosiasiDiskusikan dengan temanmu untuk memecahkan masalah kerusakan lingkungan karena anginMengomunikasikanKomunikasikan hasil jawaban dari kelompokmu dengan cara mempresentasikan di depan kelas atau kelompok lain untuk mendapatkan tanggapan! 17Pendidikan Agama Buddha dan Budi PekertiVayādhamma Sankhara, Appamadena Sampadetha (Segala sesuatu yang berkondisi akan mengalami kehancuran, Berusahalah dengan tekun) Mahaparinibbana SuttaOrang bijaksana memuji ketekunan dalam melakukan perbuatan yang bermanfaat. Dengan ketekunan akan memperolah kesejahteraan dalam kehidupan sekarang dan kehidupan yang akan datang (Ubhayattha Sutta)RenunganRangkuman1. Alam semesta dalam agama Buddha dikenal dengan loka yang terdiri dari unsur nama dan unsur rupa.2. Ada dua sistem dunia yaitu sistem dunia tunggal dan sistem dunia beragam.3. Terbentuknya alam semesta berawal dari air yang diselimuti kegelapan dan belum ada konstelasi. Dalam pembentukan waktu yang lama timbul sari tanah yang rasanya seperti mentega dan madu lebah. Lalu, berganti munculnya jamur. Dalam waktu yang lama jamur lenyap dan kemudian timbul tanaman merambat. Setelah itu, dalam waktu yang lama muncul tanaman padi (sali) yang masak di tempat terbuka4. Kehancuran alam semesta dapat disebabkan oleh api, air, dan angin.Tulislah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang kamu miliki setelah selesai melaksanakan pembelajaran pada pelajaran ini.1. Pengetahuan baru yang saya miliki: ______________________________________________________2. Keterampilan baru yang telah saya miliki: ______________________________________________________3. Perkembangan sikap yang saya miliki: ______________________________________________________Refleksi18 Kelas XII SMA/SMK 1. Buatlah kliping dari koran, majalah, tabloid, internet, dan lain-lain, mengenai pelestarian lingkungan yang terjadi di masyarakat.2. Berikan catatan dan analisis, misalnya: tempat, dan waktu, bentuk kegiatan, pelaksanaan kegiatan, saran atau komentar kamu atas kegiatan tersebut.3. Diskusikan tindakan apa yang harus kamu lakukan atas berita yang kamu temukan.Uji Kompetensi Keterampilan1. Jelaskan unsur-unsur yang ada di alam semesta dalam pandangan agama Buddha!2. Apa sebab makhluk-makhluk yang lahir di bumi semakin lama terjadi perubahan pada penampilan jasmani sehingga timbul kesombongan?3. Jelaskan tanda-tanda kehancuran bumi setelah munculnya matahari ke empat?4. Apa akibatnya setelah timbul sifat malas untuk mengambil padi (sali) yang masak di alam terbuka setiap mau mengonsumsi!5. Jelaskan tiga hal yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan!Uji Kompetensi PengetahuanTugas Observasi Lakukan pengamatan lingkungan dekat tempat tinggalmu. Tulis contoh perbuatan yang dilakukan warga sekitar dalam melestarikan alam dan juga contoh tindakan yang merusak alam. Carilah penyebabnya sehingga timbul perusakan alam. Dalam membuat laporan perhatikan: kebenaran informasi atau data, kelengkapan data, dan penggunaan bahasanya. Komunikasikan semua tugas dengan orang tua untuk mendapatkan perhatian dan bantuan. 19Pendidikan Agama Buddha dan Budi PekertiDuduk Hening!Duduklah dengan santai, mata terpejam, perhatikan dan sadari napas, dan kamu rasakan dalam hati:“Menyadari … napas masuk”“Menyadari … napas keluar”“Menyadari … napas masuk”“Menyadari … napas keluar”Tahukah Kamu?Kesadaran setiap makhluk di alam kehidupan itu berbeda-beda. Perbedaan kesadaran menentukan kelahiran makhluk di alam yang berbeda. Dalam agama Buddha ada 31 alam kehidupan.1. Apa pengertian alam kehidupan?2. Bagaimana pembagian 31 alam kehidupan?3. Apa sebab-sebab yang mendorong makhluk terlahir di 31 alam kehidupan?Alam Kehidupan BAB II20 Kelas XII SMA/SMK A. Pengertian Alam Kehidupan Alam kehidupan merupakan tempat berdiamnya makhluk-makhluk yang memiliki kesadaran. Kesadaran setiap makhluk di alam kehidupan ini berbeda-beda. Ada makhluk yang kesadarannya masih diliputi nafsu, kebencian, kemarahan dan sebaliknya ada makhluk yang kesadarannya penuh dengan kebahagiaan, dan ketenangan.Dalam agama Buddha ada 31 alam kehidupan yang dikelompokkan menjadi 3 meliputi kāma bhumi, rupa bhumi dan arupa bhumi. Dasar pengelompokan itu sesuai dengan kesadaran makhluk yang mendiami. Mari kita membahas 31 alam kehidupan.Pada pertemuan ini, proses mengamati dengan cara membaca tentang pengertian alam kehidupan, pembagian 31 alam kehidupan dalam bentuk skema dan empat alam yang menderita (Apaya bhumi) untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang belum kalian ketahui.Mengamati 21Pendidikan Agama Buddha dan Budi PekertiB. Pembagian 31 Alam Kehidupan31 Alam KehidupanApaya Duggati Bhumi 4Sugati 27Rupa Bhumi 16Kama Bhumi 7Arupa Bhumi 4Pathama Jhana Bhumi 3Dutiya Jhana Bhumi 3Tatiya Jhana Bhumi 3Catutha Jhana Bhumi 71. Niraya bhumi 2 .Tiracchana bummi 3. Peta bhumi4. Asurakaya Bhumi1. Manussa Bhumi2. Catumaharajika Bhumi3. Tavatimsa Bhumi4. Yama Bhumi5. Tusita Bhumi6. Nimmarnarati Bhumi7. Paranimmita Vasavatti Bhumi1. Brahma Parisajja Bhumi2. Brahma Purohita Bhumi3. Maha Brahma Bhumi1. Brahma Parittabha Bhumi2. Brahma Appamanabha Bhumi3. Brahma Abbasara Bhumii1. Brahma Parittasubha Bhumi2. Brahma Pamanasubha Bhumi3. Brahma Subhakinha Bhumii1. Akasanancayatana Bhumi2. Vinnanancayatana Bhumi3. Akincannayatana Bhumi4. Nevasannanasannayatana Bhummi1. Brahma Vehapphala Bhumi2. Brahma Assanasatta Bhumi3. Brahma Avitha Bhumii4. Brahma Atappa Bhumi5. Brahma Sudassa Bhumi6. Brahma Sudassi Bhumi7. Brahma Akanittha Bhumi1. Kāma bhumi Kāma bhumi adalah alam kehidupan di mana makhluk-makhluknya masih diliputi nafsu indra. Kelompok alam ini terdiri dari 11 alam (4 alam menderita dan 7 alam menyenangkan).a. Empat alam yang menderita (Apaya bhumi) berasal dari tiga kosakata yakni ‘apa’ yang berarti ‘tidak ada’, ‘aya’ yang berarti ‘kebajikan’ dan ‘bhumi’ yang berarti ‘alam, tempat tinggal makhluk hidup. Apaya bhumi adalah suatu alam kehidupan yang tidak ada kesempatan untuk berbuat kebajikan. 22 Kelas XII SMA/SMK b. Alam neraka (niraya bhumi). Alam neraka berasal dari dua kata, yaitu ‘ni’ yang berarti ‘tidak ada’ dan ‘aya’ yang berarti ‘kebajikan, kebahagiaan’. Niraya atau neraka adalah suatu alam kehidupan yang penuh derita atau menyedihkan dan tidak ada kesempatan untuk berbuat kebajikan. Makhluk-makhluk di alam neraka sebagai akibat kekuatan karma buruk masa lalu.c. Alam binatang (tiracchāna bhumi). Alam binatang terbentuk atas dua kata, yaitu ‘tiro’ yang berarti ‘melintang, membujur’, dan ‘acchana’ yang berarti ‘pergi, berjalan’. Binatang adalah suatu makhluk yang umumnya berjalan dengan melintang bukan berdiri tegak seperti manusia. Makhluk yang lahir sebagai binatang karena adanya kekuatan karma buruk masa lampau.Binatang mempunyai banyak jenis, tetapi secara garis besarnya dapat dibedakan menjadi empat, yaitu:1. binatang yang tak berkaki (apada), seperti ular, ikan, cacing, dan lain-lain,2. binatang yang berkaki dua (dvipada), seperti ayam, bebek, burung, dan lain-lain,3. binatang yang berkaki empat (catuppada), seperti gajah, kuda, kerbau, dan lain-lain,4. binatang yang berkaki banyak (bahuppada), seperti kelabang, udang, kepiting, dan lain-lain.d. Alam Setan (peta bhumi). Alam setan terbentuk atas dua kata, yaitu ‘pa’ yang berarti ‘ke depan, menyeluruh’, dan ‘ita’ yang berarti ‘telah pergi, telah meninggal’. Suatu alam disebut peta karena makhluk yang tinggal di alam ini jauh dari kesenangan dan kebahagiaan. Ada empat macam setan:1. Setan yang hidup tergantung dari dana atau pemberian makhluk lain (paradattupajivika peta).Sumber: https_titikdua_Stripdua_upload.wikimediaGambar 2.1 Ilustrasi alam neraka Next >