< Previous 23Pendidikan Agama Buddha dan Budi PekertiSumber: https_titiduastripdua_lh3.googleusercontentGambar: 2.2 Ilustrasi Alam Kamabhumi 2. Setan yang selalu kelaparan dan kehausan (khuppipasika peta).3. Setan yang selalu kepana-san (nijjhamatanhika peta).4. Setan yang berwujud menyeramkan (kalakancika peta).e. Alam raksasa (asurakaya bhumi). Asura berasal atas tiga kata, yaitu ‘a’ yang berarti ‘tidak’ dan ‘sura’ yang berarti ‘cemerlang, gemilang’. Kata Asura dapat diartikan secara harafiah adalah tak cemerlang. Makna tidak cemerlang adalah suatu kehidupan yang makhluk-makhluknya merana dan serba kekurangan sehingga membuat batin tidak berceria. Makhluk yang tinggal di alam ini jauh dari kemuliaan, kebebasan dan kesenangan. Seseorang yang terlahir di alam menderita karena di masa lampau ia melakukan banyak perbuatan yang didasarkan pada kebodohan (moha), kebencian (dosa), dan keserakahan (lobha).Buatlah pertanyaan-pertanyaan yang terkait hasil pengamatan melalui membaca teks/gambar atau hal lainnya tentang pengertian dan pembagian 31 alam kehidupan dan empat alam menderita!MenanyaMenggali informasiCari informasi dari berbagai sumber seperti buku dan internet yang berkaitan dengan kāma bhumi untuk mempertegas jawaban atas pertanyaan yang telah didiskusikan dengan teman-teman kamu.24 Kelas XII SMA/SMK Kisah Peta Pemangsa Lima Putra(Pancaputtakhadakapetavatthuvannana)Di suatu desa yang tidak jauh dari Savatthi, hiduplah satu keluarga yang cukup kaya. Suami dan istri hidup berkecukupan materi tetapi tidak memiliki seorang anak. Sanak saudara dari suami menganjurkan agar mencari istri lain karena istri pertamanya mandul. Akan tetapi, laki-laki ini tidak bersedia karena setia dan menyayangi istrinya.Sebaliknya istrinya menyadari dirinya mandul sehingga ia mengizinkan suaminya untuk menikah lagi agar garis keturunan tidak terputus. Karena dorongan istrinya maka suaminya menikah lagi kemudian selang beberapa tahun istri keduanya hamil.Istri pertamapun mengetahui kehamilan istri kedua. Mengetahui hal ini istri pertama timbul niat dan pikiran buruk dalam dirinya. Dengan diliputi kedengkian dan iri hati, istri pertama berusaha untuk menggugurkan kandungan istri kedua dari suaminya. Ia menyuruh dan memberi imbalan wanita lain untuk mencari cara agar istri keduanya mengalami keguguran. Akhirnya istri keduanya mengalami keguguran, karena kecerdikan wanita yang disuruh oleh istri pertama tadi. Ibu dari istri keduanya menuduh peristiwa keguguran disebabkan oleh istri pertama karena diliputi iri hati atas kehamilannya. Istri pertama menyangkal dan tidak bertanggung jawab sehingga ia bersumpah bohong. Sang istri pertama berkata “Jika saya yang merencanakan atas keguguran ini semoga setelah saya meninggal terlahir di alam penderitaan, dikuasai rasa lapar, haus, setiap pagi dan petang melahirkan lima putra dan memangsanya. Semoga saya selalu berbau busuk dan dikerubuti lalat”Tak lama kemudian dia meninggal dunia terlahir kembali sebagai makhluk Peta Peti yang berpenampilan buruk. Pada saat itu delapan bhikkhu melaksanakan masa vassa dan melakukan perjalanan menuju Savatthi untuk memberikan penghormatan kepada Sang Buddha. Peta Peti itu menampakkan diri di hadapan para bhikkhu sehingga bhikkhu senior bertanya kepada Peta Peti: “Siapakah engkau berdiri di sana dengan berpenampilan buruk dan berbau busuk?” Saya adalah Peta Peti yang terlahir di alam menderita karena telah melakukan perbuatan buruk. Saya melahirkan lima putra setiap pagi dan petang hari kemudian memangsanya tetapi semua masih tidak cukup. Badanku masih membara dan terbakar oleh rasa lapar dan haus,” jawab Peta Peti. 25Pendidikan Agama Buddha dan Budi PekertiSeorang bhikkhu bertanya kembali: “Perbuatan buruk apa yang engkau lakukan lewat tubuh, ucapan, dan pikiran?” “Saya merencanakan perbuatan jahat dengan menggugurkan kandungan pada istri kedua. Janin yang berumur dua bulan mengalir seperti darah. Saya mengucapkan sumpah bohong jika bukan saya melakukan pengguguran kandungan.”Setelah mengemukakan sebab-sebab perbuatannya, Peta Peti memohon kepada para bhikkhu agar menerima dana makanan di rumah laki-laki kaya itu. Peta Peti mohon agar memberitahu agar laki-laki bekas suaminya mempersembahkan makanan atas nama Peta Peti. Atas dorongan belas kasihan, akhirnya para bhikhu menerima dana makanan di rumah laki-laki kaya itu.Para bhikkhu menceritakan peristiwa itu kepada laki-laki kaya itu. Pada saat itu Peta Peti terbebas dari kesakitan dan kesedihan. Setelah memperoleh kemuliaan melalui jasa kebajikan, ia menampakkan dirinya di hadapan laki-laki kaya itu pada malam harinya. Mengasosiasi1. Jelaskan sebab-sebab yang mendorong seseorang terlahir di alam peta!2. Jelaskan hubungan pelaksanaan dana makanan kepada bhikkhu dari suami Peta Peti dengan pahala yang diperoleh dari Peta Peti!MengomunikasikanKomunikasikan hasil jawaban dari kelompokmu dengan cara mem-presentasikan di depan kelas atau kelompok lain untuk mendapatkan tanggapan! RenunganRenungkan isi syair Kitab Itivuttaka berikut ini, kemudian tulislah pesan yang menginspirasi dalam kehidupanmu dari sabda Sang Buddha tersebut!26 Kelas XII SMA/SMK Setelah melakukan tindakan salah melalui tubuh, ucapan, pikiran, dan apapun lainnya yang merupakan kesalahan. Ketika tubuhnya hancur orang bodoh terlahir kembali di alam neraka (Itivuttaka I.64)RenunganPada pertemuan ini, proses mengamati dengan membaca materi tentang tujuh alam yang menyenangkan untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang belum kamu ketahui.MengamatiTujuh Alam Yang menyenangkan a. Alam Manusia (Manussa bhûmi). Kata Manusia berasal dari dua kata yaitu ‘mano’ yang berarti ‘pikiran, batin’ dan ‘ussa’ yang berarti ‘tinggi, luhur, berkembang’. Manussa atau manusia adalah suatu makhluk yang berkembang serta luhur batinnya, yang tahu serta memahami hal yang bermanfaat dan tak bermanfaat, kebajikan serta kejahatan.Buddha dalam Kosala Samyutta mengajarkan empat jenis manusia di dunia terdiri sebagai berikut.1. Manusia yang pergi dari gelap menuju gelap artinya seseorang yang terlahir di keluarga tidak mampu, buruk rupa, cacat fisik, dan terlibat dalam perilaku salah melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan. Manusia yang seperti ini setelah kematian akan terlahir di alam menderita.2. Manusia yang pergi dari gelap menuju terang artinya seseorang yang terlahir di keluarga tidak mampu, buruk rupa, cacat fisik, dan terlibat dalam perilaku baik melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan. Manusia yang seperti ini setelah kematian akan terlahir di alam surgawi.3. Manusia yang pergi dari terang menuju gelap artinya seseorang yg terlahir di keluarga yang kaya berparas elok tampan rupa, mudah memperoleh makanan, dan minuman tetapi terlibat dalam perilaku yang salah melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan. Manusia yang seperti ini setelah kematian akan terlahir di alam rendah. 4. Manusia yang pergi dari terang menuju terang artinya seseorang yang terlahir di keluarga yang kaya berparas elok tampan rupa, mudah 27Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekertimemperoleh makanan, dan minuman terlibat dalam perilaku yang baik melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan. Manusia yang seperti ini setelah kematian akan terlahir di alam surgawi.Kelahiran manusia di alam berhubungan dengan kekuatan perbuatan masa lampaunya. Penyebab dan alasan kelahiran manusia berbeda kondisi menurut Culākammavibhanga Sutta. terdapat dalam tabel berikut.No.Sebab Masa LaluAkibat Masa Mendatang1.Membunuh makhluk hidup, suka berkelahi, dan tidak berbelas kasihan kepada makhluk hidupManusia yang berumur pendek2.Tidak membunuh makhluk hidup, menyebarkan belas kasihan kepada makhluk dan menolong makhluk bila mengalami kesakitanManusia yang berumur panjang 3.Suka melukai, menyiksa, dan menyakiti makhluk hidupManusia yang sakit-sakitan4.Tidak suka melukai, tidak menyiksa dan tidak menyakiti makhluk hidupManusia yang sehat jasmani dan batin5.Mudah marah, tersinggung, bersikap bermusuhan, dan kebencianManusia yang berpenampilan buruk6.Sabar, tidak mudah tersinggung dan hidup rukun Manusia yang berpenampilan cantik dan tampan7.Bersikap iri hati, membenci, mengerutu karena perolehan, pujian dan penghormatan Manusia yang tidak berpengaruh8.Tidak bersikap iri hati, tidak membenci, tidak menggerutu karena perolehan, pujian, dan penghormatanManusia yang mempunyai pengaruh9.Manusia yang kikir, tidak berdana makanan, minuman atau obat-obatan kepada samanaManusia yang miskin10.Manusia yang suka berdana makanan, minuman dan obat-obatan kepada samanaManusia yang kaya 11.Bersikap keras kepala dan sombong dan tidak menghormati kepada orang yang pantas dihormatiKelahiran manusia di kalangan rendah12.Bersikap rendah hati dan menghormati kepada orang yang pantas dihormatiKelahiran manusia di kalangan atas28 Kelas XII SMA/SMK No.Sebab Masa LaluAkibat Masa Mendatang13.Tidak mengunjungi samana untuk memohon nasihat-nasihat kebenaran Manusia yang bodoh14.Suka mengunjungi samana untuk memohon nasihat-nasihat kebenaranManusia yang bijaksana Mari MenanyaSetelah membaca materi tentang alam manusia rumuskan pertanyaan-pertanyaan yang belum kamu pahami. Menggali informasiCarilah informasi melalui mengamati dan membaca buku teks dari berbagai sumber untuk menjawab pertanyaan yang telah kalian rumuskan! Mengasosiasi1. Bagaimana kekuatan karma masa lalu dan akibat pada masa yang akan datang jika menjadi manusia yang kaya tetapi dari mata pencaharian yang tidak baik seperti membunuh makhluk hidup dan korupsi?2. Bagaimana kekuatan karma masa yang akan datang jika orang berbuat buruk seperti berbohong, membunuh dan mencuri tetapi hasil tindakan buruk itu juga diberikan atau didanakan kepada orang yang membutuhkan?Berdasarkan materi di atas, tulislah perbuatan baik yang pernah kamu lakukan dan belum pernah kamu lalukan! 29Pendidikan Agama Buddha dan Budi PekertiMengomunikasikanKomunikasikan hasil jawaban dari kelompokmu dengan cara mem-presentasikan di depan kelas atau kelompok lain untuk mendapatkan tanggapan! Mari merenungkan isi syair Kitab Dhammapada dalam hati, kemudian menulis pesan yang menginspirasi dalam kehidupan sehari-hari dari sabda Sang Buddha tersebut!Sungguh sukar untuk dapat terlahir sebagai manusia, sukar pula hidup dalam ketidakkekalan. (Dhammapada 182)Bila tiba saat akhir hidupmu dan kini engkau berjalan menuju kematian. Tiada lagi tempat untuk bersinggah, padahal sedikit pun bekal tak ada padamu. (Dhammapada 237)RenunganPada pertemuan ini, proses mengamati dengan cara membaca materi tentang enam alam dewa untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang belum kamu pahami.Mengamatib. Alam empat dewa raja (Cātummahārājika) adalah alam para dewa yang menyenangkan daripada alam manusia. Pada alam ini berdiam empat dewa raja yang melindungi empat penjuru cakrawala beserta pengikutnya. Keempat dewa raja adalah:1. Raja Dhataratta penguasa penjuru Timur,2. Raja Virulha penguasa penjuru Selatan,3. Raja Virupakkha penguasa penjuru Barat, danSumber: candasilo2.blogspot.comGambar 2.3 Ilustrasi kembalinya Sang Buddha dari Tavatimsa 30 Kelas XII SMA/SMK 4. Raja Kuvera penguasa penjuru Utara. Para dewa di alam ini ada yang berdiam di gunung, pohon, lautan, dan angkasa.c. Alam tiga puluh tiga dewa (Tāvatimsa). Alam Tāvatimsa dikenal dengan alam tiga puluh tiga dewa karena dahulu ada se kelompok pria yang berjumlah 33 orang yang selalu bekerja sama dalam berbuat kebaikan. Setelah meninggal, dunia semuanya terlahir dalam satu alam dewa.d. Alam Dewa Yama (Yāma). Para dewa di alam ini terbebas dari kesukaran terberkahi dengan kebahagiaan surgawi.e. Alam Kenikmatan (Tusita). Para dewa di alam ini terbebas dari kebencian, yang ada hanya kesenangan dan kenikmatan. Alam Tusita tempat berdiam Bodhisatva sebelum turun dan terlahir ke dunia sebagai manusia dan menjadi Sammasambuddha.f. Alam dewa yang menikmati ciptaanya (Nimmānarati). Para dewa di alam ini menikmati kepuasan indrawi sesuai dengan ciptaannya sendiri.g. Alam dewa yang membantu menyempurnakan ciptaan dewa lain (Para nimmitavasavatti). Para dewa di alam ini di samping menikmati kesenangan indrawi juga mampu menyempurnakan ciptaan dewa lain.Dalam Vatapada Sutta, Sakka Samyutta, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu beberapa nama Sakka pada kehidupan lampaunya saat menjadi manusia. Sakka Raja Dewa, kelahiran yang lampau sebagai seorang pemuda bernama Magha. Pemuda Magha dan tiga puluh dua temannya pergi untuk membangun jalan dan tempat tinggal. Kekuatan dari perbuatan baik masa lampau pemuda Sakka terlahir sebagai Sakka Raja Dewa. Pemuda Magha juga bertekad untuk melakukan tujuh kewajiban yaitu:1. dia akan merawat kedua orang tuanya;2. dia akan menghormati orang yang lebih tua;3. dia akan berkata sopan;4. dia akan menghindari membicarakan orang lain/memfitnah;5. dia tidak akan menjadi orang yang kikir, dia akan menjadi orang yang murah hati (gemar berdana);6. dia akan berkata jujur; dan7. dia akan menjaga dirinya untuk tidak mudah marah. 31Pendidikan Agama Buddha dan Budi PekertiMenanyaBuatlah pertanyaan yang terkait hasil pengamatanmu melalui membaca tentang enam alam dewa yang belum kamu pahami!Menggali informasiCarilah informasi selengkap mungkin dengan mengamati dan membaca buku teks atau buku-buku sumber lain untuk menjawab pertanyaan yang kamu rumuskan! Istana Pemberi Kerak Nasi (Acamadayikavimana)Pada saat Sang Buddha di hutan bambu, Rajagaha, ada keluarga yang baru terjangkit epidemi kolera. Semua anggota keluarga telah meninggal kecuali seorang perempuan. Rasa takut dan khawatir timbul dalam hati perempuan itu. Perempuan itupun pergi meninggalkan rumah dan harta bendanya. Perempuan itu pergi ke rumah keluarga lain dan kemudian tinggal di bagian belakang rumah keluarga tersebut. Keluarga itu merasa kasihan kepadanya dan memberi bubur nasi, nasi rebus, dan kerak nasi serta makanan yang tersisa di dalam periuk nasi.Pada saat Bhikkhu Maha Kassapa telah memasuki pencapaian penghentian selama tujuh hari berpikir, “Hari ini siapa yang pantas memberi dana makanan padaku? Beliau melihat dengan mata batin, ada perempuan yang sudah dekat kematian dan muncul karma pendorong ke alam menderita. Bhikkhu Maha Kassapa berpikir, “Jika saya pergi maka perempuan itu akan memberikan kerak nasi yang telah diterima untuk dirinya. Melalui tindakan berjasa itu dia akan terlahir kembali di alam dewa yang bergembira dalam mencipta (Nimmanarati).”Pada saat itu raja para dewa Sakka menyamar. Beliau menyamar dan menawarkan makanan kepada Bhikkhu Maha Kassapa berupa makanan surgawi dengan berbagai cita rasa dan aneka sup serta kari. Bhikkhu Maha Kassapa mengenalinya dan menolak. Bhikkhu Maha Kassapa berkata:“Kosiya, engkau telah mencapai tindakan-tindakan bajik. Mengapa engkau bertindak demikian? Janganlah menghancurkan keberuntungan bagi manusia miskin yang tidak bahagia!”Bhikkhu Maha Kassapa datang serta berdiri di hadapan perempuan itu. Perempuan itu ingin menawarkan sesuatu kepada bhikkhu Maha Kassapa, namun dia berpikir: Di sini tidak ada apa pun yang pantas diberikan kepada 32 Kelas XII SMA/SMK Thera dengan keagungan yang besar itu. Maka dia berkata: “Silahkan pergi ke tempat lain Thera, tidak ada makanan yang pantas untukmu”. Bhikkhu Maha Kassapa mundur selangkah, tetapi tidak menerima apapun dari perempuan itu. Memahami bahwa Sang Thera ingin membantunya, perempuan itu lalu memberikan kerak nasi. Setelah perempuan itu berdana kerak nasi, ia meninggal pada malam harinya. Perempuan itupun terlahir di antara para dewa yang bergembira dalam mencipta karena telah berdana kepada Bhikkhu Maha Kassapa.Mengasosiasi1. Jelaskan kekuatan perbuatan masa lalu yang mengakibatkan perempuan itu terlahir di alam dewa!2. Apa sebabnya dewa Kosiya akan menghalangi Bhikkhu Maha Kassapa untuk tidak menerima dana dari perempuan itu?3. Jelaskan faktor-faktor yang membawa kesempurnaan dalam berdana atau berbagi sehingga membawa pahala yang besar! MengomunikasikanKomunikasikan hasil jawaban dari kelompokmu dengan cara mem-presentasikan di depan kelas atau kelompok lain untuk mendapatkan tanggapan! Renungan Kitab Suci Itivuttaka Peserta didik merenungkan isi syair Kitab Itivuttaka dalam hati, kemudian peserta didik diminta mengingat kembali perbuatan baik yang pernah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.Setelah memberikan makanan sebagai persembahan, kepada mereka yang amat pantas menerima persembahan, para pemberi akan masuk surga, saat meninggalkan kehidupan sebagai manusia. Di alam surga akan bersuka cita menikmati kesenangan di sana (Itivuttaka I.26)Menyimak materi Rupa Bhumi dengan saksama dan cermat!Next >