< Previous 43Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekertipenghasilan/pendapatan, siswa mengunjungi guru ketika guru bermeditasi, aktivitas kesibukan sehari-hari, berpergian jauh sehingga tak meditasi, kerabat yang datang ketika melakukan meditasi, sakit, beban pekerjaan, dan kesibukan dalam pencapaian kemampuan batin (abhinna).2. Pengembangan pandangan terang (vipassana bhāvanā)Vipassana terdiri dari dua suku kata yaitu vi dan passana. Vi berarti lebih dari satu, beraneka ragam sedangkan passana berarti mengamati, mengetahui, memperhatikan, menyadari. Vipassana berarti menyadari, mengamati setiap timbul dan lenyapnya jasmani dan batin secara berkesinambungan.Makna secara mendalam Vipassana melihat ke dalam diri secara jernih atau terang, melihat setiap unsur sebagai sesuatu yang berbeda dan terpisah, serta menembus se-hingga memahami realitas. Esensi vipassana bhāvanā adalah melihat sesuatu apa adanya bukan apa nampak-nya.Vipassana bhāvanā dapat dimaknai sebagai pengemba ngan batin untuk mencapai pandangan terang. Pandangan terang merupakan kondisi batin yang bersih dari kekotoran batin yang menyebabkan seseorang terlahir kembali. Dalam melaksanakan vipassana bhāvanā kekotoran batin dapat dibasmi sampai ke akarnya sehingga dapat melihat hidup ini dengan sewajarnya. Kehidupan manusia pada dasarnya bersifat tidak kekal (anicca), menderita (dukkha), dan tanpa aku (anatta) atau tiga corak universal (tilakkhana).Ada tiga jenis vipassana yang berhubungan dengan Tilakkhana.1. Menyadari semua fenomena alam termasuk jasmani dan batin selalu berubah atau mengalami ketidakkekalan (Anicca Vipassana). 2. Menyadari semua fenomena alam termasuk jasmani dan batin diliputi penderitaan (Dukkha Vipassana).3. Menembus dan menyadari sifat sejati yang tidak memiliki ‘diri’ atau ‘inti’ (Anatta Vipassana). Sumber: nofearmanju.weebly.comGambar 3.1 Bhikkhu meditasi di alam terbuka44 Kelas XII SMA/SMK Menanya Bertanya Setelah membaca pengertian dan macam meditasi rumuskan beberapa pertanyaan yang kamu belum jelas!1. ______________________________________________________ ?2. ______________________________________________________ ?3. ______________________________________________________ ?Menggali informasiCarilah informasi dengan membaca buku-buku dari berbagai sumber lain dan dapat juga melalui wawancara untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah kamu buat! RenunganRenungkan isi syair Kitab Anggutara Nikaya berikut ini, kemudian tulislah pesan yang menginspirasi dalam kehidupan anda dari sabda Sang Buddha tersebut!Sang Buddha berpesan kepada para siswa: Ada dua hal yang membawa pada pengetahuan sejati. Ketenangan dan pandangan terang. Ketenangan dikembangkan membawa pikiran berkembang, pikiran berkembang ditingkatkan membawa kepadaman nafsu. Kepadaman nafsu membawa pada kebijaksanaan, kebijaksanaan berkembang membawa pada segala kegelapan batin ditinggalkan.Kita harus bermeditasi setiap hari, di pagi hari dan malam hari. Kita bermeditasi di pagi hari agar kita dapat menghadapi hari yang penuh polusi. Kita bermeditasi di malam hari agar kita terlindungi dan berada dalam kedamaian di malam hari dan dengan demikian kita dapat mencuci atmosfer yang terkontaminasi di siang harinya.” (Maha Guru Ching Hai)Inspirasi 45Pendidikan Agama Buddha dan Budi PekertiC. Syarat-syarat Meditasi Pandangan TerangSebelum melaksanakan meditasi perlu memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut.1. Kesehatan jasmani. Seorang meditator harus menjaga kesehatan fisiknya sebelum dan selama meditasi. Sakit jasmani dapat menggangu pelaksanaan meditasi.2. Bertekad menjaga kemurnian sila. Seorang meditator berbicara, berbuat, dan melakukan pekerjaan dengan benar. 3. Guru (kalyanamitta). Seorang meditator pemula harus mencari guru meditasi yang berpengalaman. Berkat guru akan mendapatkan bimbingan dan penunjuk meditasi benar. 4. Tempat Dalam melaksanakan vipassana sebaiknya mencari tempat yang tenang dan tidak banyak gangguan seperti nyamuk, semut, dan binatang lainnya.5. Waktu. Meditasi sebenarnya dapat dilaksanakan setiap waktu, tetapi bagi pemula dapat menentukan waktu di pagi hari. Pada waktu pagi hari kondisi badan segar dan kondisi batin lebih jernih.Latihan soal1. Jelaskan perbedaan meditasi benar dan meditasi yang salah!2. Jelaskan akibat jika seseorang melaksanakan meditasi yang salah! 3. Jelaskan esensi meditasi pandangan terang (Vipassana bhāvanā) 4. Jelaskan tiga macam Vipassana bhavana! MengasosiasiLakukanlah diskusi dengan temanmu untuk menganalisis tentang perbedaan konsep meditasi ketenangan batin dan meditasi pandangan terang. 46 Kelas XII SMA/SMK MengomunikasikanKomunikasikan hasil jawaban dari kelompokmu dengan cara mempresentasikan di depan kelas atau kelompok lain untuk mendapatkan tanggapan! Pada pertemuan ini, proses mengamati dengan cara membaca materi tentang objek meditasi, rintangan, dan kekeliruan meditasi pandangan terang.Mengamati D. Objek Meditasi Pandangan TerangObjek Vipassana Bhavana adalah nama dan rupa (batin dan materi), atau pancakhandha (lima kelompok faktor kehidupan). Meditasi Vipassana bhāvanā dilakukan dengan memperhatikan gerak-gerik nama dan rupa, sehingga dapat melihat dengan nyata bahwa nama dan rupa itu dicengkeram oleh anicca (ketidak-kekalan), dukkha (derita), dan anatta (tanpa aku).Pancakhanda dalam hubungannya dengan meditasi pandangan terang disebut juga dengan empat landasan perhatian atau empat perenungan (satipatthana) berikut.1. Perenungan terhadap badan jasmani (kaya nupassana). Menyadari setiap gerak gerik tubuh. Tujuan dari menyadari tubuh adalah mengetahui sifat sejati tubuh bahwa tubuh terdiri dari unsur-unsur yang selalu berubah sehingga tidak melekati pada tubuh.Terdapat beberapa jenis teknik pengembangan vipassana untuk melatih pikiran. Anapanasati bhavana sebagai teknik dasar untuk pelaksanaan vipassana. Anapanasati bhavana berarti mengingat dan memperhatikan saat napas masuk dan napas keluar. Tahap awal yang dilakukan sehubungan dengan tubuh adalah mengamati napas dengan cara tertentu. Kita mencatat setiap jenis napas yang ada dan menganalisis sebagaimana adanya napas panjang, napas pendek, napas halus, napas cepat, dan napas lambat. 47Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti2. Perenungan terhadap perasaan (Vedana nupassana). Menyadari segala perasaan batin dan badan yang muncul. Merenungkan perasaan yang sedang dialami secara objektif, baik perasaan senang, perasaan tidak senang, maupun perasaan yang acuh tak acuh. Merenungkan keadaan perasaan yang sebenarnya bagaimana timbul, berlangsung, dan lenyap.Perasaan harus dikendalikan oleh akal dan kebijaksanaan agar perasaan itu tidak membangkitkan bermacam-macam bentuk emosi. Apabila perasaan telah dapat diatasi dengan cepat maka batin menjadi bebas, tidak terikat oleh apa pun di dalam dunia ini.3. Perenungan terhadap pikiran (Citta nupassana). Menyadari muncul, berlangsung, dan lenyapnya pikiran. Jika ada pikiran tamak, iri hati, benci dan sedih dengan menyadarinya. Citta nupassana adalah merenungkan segala gerak-gerik pikiran. Apabila pikiran sedang dihinggapi hawa nafsu maka harus disadari. Pikiran harus diarahkan pada kenyataan hidup saat ini. Masalah-masalah yang telah lewat atau hal-hal yang akan datang tidak boleh dipikirkan pada saat ini. 4. Perenungan terhadap fenomena (Dhamma nupassana). Dhamma disini meliputi fenomena lima unsur kehidupan, enam landasan indra, tujuh faktor pencerahan, dan empat kebenaran mulia. Cara merenungkan bentuk-bentuk pikiran dari lima unsur kehidupan dengan menyadari bahwa ini bentuk jasmani, ini bentuk perasaan, ini bentuk penyerapan, ini bentuk pikiran dan ini kesadaran.Cara merenungkan bentuk-bentuk pikiran dari enam landasan indriya dalam dan luar ialah dengan menyadarinya. Misalnya, inilah mata dan objek bentuk, ini telinga dan obyek suara, ini hidung dan objek bau, inilah lidah dan objek kecapan, inilah badan dan objek sentuhan, dan inilah pikiran dan objek pikiran. Cara merenungkan bentuk-bentuk pikiran dari tujuh faktor penerangan agung (satta bojjhanga) adalah apabila di dalam diri orang yang bermeditasi timbul kesadaran dan penyelidikan Dhamma yang mendalam (dhammavicaya). Selain itu, timbul pula semangat (viriya), kegiuran (piti), ketenangan (passaddhi), pemusatan pikiran (samadhi), dan keseimbangan batin (upekkha) pikiran harus disadari. 48 Kelas XII SMA/SMK Cara merenungkan bentuk-bentuk pikiran dari empat kebenaran mulia (cattari ariya saccani) adalah dengan menyadari bahwa inilah penderitaan, inilah asal mula dari penderitaan, inilah lenyapnya penderitaan, inilah jalan menuju lenyapnya penderitaan.Menggali informasiSetelah membaca obyek meditasi pandangan terang rumuskan beberapa pertanyaan yang kamu belum jelas!1. _____________________________________________________ ?2. _____________________________________________________ ?3. _____________________________________________________ ?E. Rintangan dan Kekeliruan dalam Meditasi Pandangan TerangAda sepuluh rintangan (vipassanupakilesa) dalam meditasi pandangan terang yaitu sebagai berikut. 1. Sinar-sinar yang gemerlapan (obhasa) yang bentuk dan keadaanya bermacam-macam yang kadang-kadang sebagai pemandangan yang menyenangkan.2. Kegiuran (piti) yang merupakan perasaan yang nyaman dan nikmat.3. Ketenangan batin (passadi) yang seolah-olah yang telah mencapai penerangan sejati.4. Perasaan yang berbahagia (sukha) yang seolah-olah orang telah bebas dari penderitaan.5. Keyakinan yang kuat (saddha) dan harapan agar setiap orang juga seperti dirinya.6. Usaha yang terlalu giat (paggaha) yang lebih daripada semestinya.7. Ingatan yang tajam (upatthana) yang sering timbul dan mengganggu perkembangan kesadaran karena tidak memperhatikan saat yang sekarang ini.8. Pengetahuan (Nyana) yang sering timbul dan menggaggu jalannya praktik meditasi.9. Keseimbangan batin (upekkha) di mana pikiran tidak mau bergerak untuk menyadari proses-proses yang timbul.10. Perasaan puas (nikanti) terhadap objek-objek. 49Pendidikan Agama Buddha dan Budi PekertiEmpat Macam Vipallasa DhammaVipallasa Dhamma berarti kekeliruan yang berkenaan dengan paham yang menganggap suatu kebenaran sebagai suatu kesalahan dan kesalahan sebagai suatu kebenaran. Vipallasa Dhamma ada empat macam dan dapat dibasmi dengan melaksanakan empat macam satipatthana.1. Kekeliruan dari pencerapan, pikiran, dan pandangan yang menganggap sesuatu yang tidak cantik sebagai yang cantik (subha vipallasa). Subha Vipallasa ini dapat dibasmi dengan melaksanakan kaya nupassana.2. Kekeliruan dari pencerapan, pikiran, dan pandangan yang menganggap sesuatu yang menderita sebagai yang bahagia (sukha vipallasa). Sukkha Vipallasa ini dibasmi dengan melaksanakan vedana nupassana.3. Kekeliruan dari pencerapan, pikiran, dan pandangan yang menganggap sesuatu yang tidak kekal sebagai yang kekal (nicca vipallasa). Nicca Vipallasa ini dapat dibasmi dengan melaksanakan citta nupassana.4. Kekeliruan dari pencerapan, pikiran, dan pandangan yang menganggap sesuatu yang tanpa aku sebagai aku (atta vipallasa). Atta Vipallasa ini dapat dibasmi dengan melaksanakan Dhammanupassana.Menggali informasiCarilah informasi tentang rintangan dan kekeliruan dalam melaksanakan meditasi pandangan terang dengan membaca buku-buku dan sumber lain atau dapat juga melakukan wawancara dengan orang yang pernah melakukan meditasi pandangan terang.MengasosiasiLakukan diskusi dengan temanmu untuk menganalisis tentang rintangan meditasi pandangan terang hasil dari wawancara dan hasil dengan membaca buku-buku!50 Kelas XII SMA/SMK MengomunikasikanPresentasikan jawabanmu di depan kelas. Kelompok yang lain dapat memberikan masukan dan tanggapan.Aktivitas Harian Kerjakan tabel “Aktivitas Harian” berikut ini dengan memberi tanda centang ( √ ) pada kolom pilihan “Selalu”, “Sering”, “Kadang-kadang”, dan “Tidak Pernah” sesuai keadaan kamu yang sebenarnya.No.PertanyaanJawabanSelaluSeringKadang-KadangTidak Pernah1.Setelah pulang sekolah saya belajar dengan perhatian dan konsentrasi.2.Saya melakukan puja bhakti dengan konsentrasi.3.Saya menjelang tidur melatih pikiran yang baik dengan mem-baca paritta, sutra, mantra.4.Saya bisa tidur dengan tenang dan bahagia.5.Waktu pagi hari saya berangkat sekolah dengan bahagia.6.Saya berangkat ke sekolah dengan berhati-hati 7.Saya mengikuti pelajaran dengan penuh perhatian8.Saya mengerjakan tugas dengan hati senang dan bahagia 51Pendidikan Agama Buddha dan Budi PekertiJika jawaban kamu masih banyak “tidak” atau “kadang” maka kamu harus terus berlatih memperbaiki diri. Jika jawaban kamu sudah banyak “Selalu” atau “Sering” maka selamat, kamu telah melatih pikiran. Kembangkan terus agar kamu tetap hidup tenang dan bahagia.Mari merenungkan isi syair dalam hati, kemudian menulis pesan yang menginspirasi dalam kehidupan sehari-hari.Batin hanya hening apabila ia mengerti geraknya sendiri, yakni pikiran dan perasaannya. Untuk mengerti gerak pikiran dan perasaan ini tak boleh ada unsur menyalahkan dalam hal mengamatinya. (J Krishnamurti)RenunganPada pertemuan ini, proses mengamati dengan cara membaca materi tentang tahap persiapan dan praktik meditasi pandangan terang yang diawali dengan samatha bhavana.Mengamati F. Praktik Meditasi Pandangan Terang1. Tahap Persiapan Pengetahuan dasar sebelum kita melaksanakan meditasi pandangan terang adalah mampu memahami bahwa batin dan jasmani berproses tidak kekal (anicca), tidak memuaskan (dukkha), dan tanpa aku (anatta). Dalam melaksanakan Vipassana dukkha mudah sekali dilihat kemunculannya seperti mengantuk, rasa capek, pusing dan kaki kesemutan. Kemudian bentuk-bentuk pikiran timbul seperti ingat rumah, pelajaran, teman, dan hobi keseharian. Proses silih berganti timbul dan lenyapnya objek-objek itu dalam tubuh dan batin itu disebut anicca. Sedangkan anatta adalah tidak ada aku yang kekal. Jasmani dan batin selalu berproses menuju kelapukan, ketidakkekalan serta tidak ada inti dalam setiap unsur.Tiga syarat yang harus dipatuhi oleh siswa dalam melaksanakan meditasi pandangan terang sebagai berikut.a. Ia harus berdiam di tempat pelatihan di bawah bimbingan seorang guru (Upanissaya).52 Kelas XII SMA/SMK b. Ia harus menjaga ketajaman enam indriya sehingga berada dalam keadaan baik (Arakkha).c. Ia harus menjaga pikirannya supaya terkonsentrasi pada empat macam perenungan (Upanibhandha).Kegiatan yang harus dihindari oleh para siswa sebagai berikut.a. Menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan (kammaramata).b. Banyak tidur sehingga mengendorkan usaha (niddaramata).c. Banyak bicara, mengobrol dengan teman-teman sehingga kurang menyadari gerak-gerik jasmani dan pikiran (bhassaramata).d. Merasa senang dengan orang banyak, dan bukan dalam kesunyian (samganikaramata).e. Tidak mengendalikan dengan baik enam pintu indria (aguttadvarata).f. Makan berlebihan, kurang bisa mengurangi makan sehingga menimbulkan kantuk dan kemalasan (bhojane amattanutta).g. Gagal untuk menyadari kegiatan pikiran sewaktu pikiran sedang berada di dalam satu gagasanTidak banyak bicara dan sedikit tidur (yathavimuttam cittam na paccavekkhanti).MenanyaRumuskan beberapa pertanyaan untuk mengetahui hal-hal yang belum jelas tentang materi tahap persiapan dan praktik meditasi pandangan terang yang diawali dengan samatha bhāvanā.2. Praktik Meditasi Pandangan Teranga. Praktik meditasi pandangan terang yang diawali dengan samatha bhāvanā (Samattha yanika).Seorang yang akan melaksanakan meditasi pandangan terang dan telah memenuhi syarat dan persiapan pergi ke tempat pelatihan meditasi. Di tempat latihan, ia akan mendapatkan bimbingan dan petunjuk dari guru meditasi. Tahap awal meditasi pandangan didahului dengan meditasi samatha. Selanjutnya, ia akan mengambil objek anapanasati (meditasi pernapasan) sebagai kaya nupassana (perhatian terhadap tubuh). Berikut ini adalah tata cara melakukan praktik meditasi pandangan terang.Next >