< PreviousPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 1771) Gerakan RecoveryGerakan recovery lengan adalah gerakan lengan pada saat akhir dayungan sampai dengan pada saat permulaan dayungan. Gerakan recovery ini sebagai berikut.Setelah kedua tangan keluar dari air tangan mulai dilemparkan ke depan pada posisi yang rendah dalam bentuk parabola yang datar. Gerakan ini dilakukan dengan rileks. Kedua tangan masuk ke dalam air pada titik sedikit diluar garis bahu. Gerakan recovery lengan ini dilakukan secara serempak dan simetris antara lengan kiri dan lengan kanan.2) Gerakan MendayungGerakan menarik (pull) dan gerakan mendorong (push). Setelah tangan masuk ke dalam air, maka mulailah dengan lengan ke arah lurus kemudian gerakan berubah arah dengan memutar ke arah dalam. Pada saat berputar ke dalam lengan di tekuk ±135 derajat pada sudut siku. Gerakan ke dalam ini masih dalam gerakan tarikan. Gerakan selanjutnya tangan berubah arah yaitu memutar keluar. Gerakan lengan memutar keluar ini merupakan gerakan dorongan dari lengan. Akhir dari dorongan apabila kita perhatikan gerakan dari telapak tangan gaya kupu-kupu pada saat mendayung adalah sebagai berikut.Setelah telapak tangan masuk ke dalam air mulailah gerakan ke arah luar kemudian ke dalam dan selanjutnya keluar lagi sampai selesai gerakan mendayung. Kedua telapak tangan akan membuat gerakan seperti bentuk lubang kunci (key hole). Selama dayungan telapak tangan menyesuaikan dengan gerakannya, pada gerakan keluar telapak tangan menghadap keluar, pada saat putaran ke dalam telapak tangan menghadap kedalam dan pada gerakan memutar keluar maka telapak tangan memutar kembali menjadi menghadap keluar. Kecepatan gerakan dari arah pelan kearah keras, sehingga pada saat dorongan harus dilakukan sekeras-kerasnya. Bila kita perhatikan gerakan lengan dari gaya kupu-kupu sebenarnya hampir sama dengan gerakan lengan pada gaya bebas baik pada gerakan recovery maupun pada gerakan mendayung. Bedanya pada gaya kupu-kupu dilakukan 178 Kelas XII SMA secara serempak dan simetris antara lengan kanan dan lengan kiri sedangkan gaya bebas gerakan lengan dilakukan secara bergantian antara lengan kanan dan lengan kiri.Urutan gerakan lengan pada gaya kupu-kupu sebagai berikut.1) Lengan pada saat akhir dayungan untuk persiapan recovery.2) Lengan pada saat pelaksanaan recovery dengan melemparkan lengan ke arah samping permukaan air.3) Lengan pada akhir recovery dimana kedua tangan masuk ke dalam air di depan kepala pada garis bahu.4) Kedua lengan masuk ke dalam air dengan sikap tunduk.5) Kedua lengan mulai melakukan tarikan ke arah luar6) Kedua lengan mulai bergerak ke arah dalam masih dalam tarikan menekuk lengan pada persendian siku.7) Kedua lengan mulai dengan dorongan ke arah dalam.8) Kedua lengan pada akhir dayungan, dimana kedua ibu jari menyentuh paha.d. PernapasanPernapasan pada gaya kupu-kupu dilakukan dengan mengangkat kepala ke depan seperti pada gaya dada. Pengangkatan kepala dilakukan pada saat akhir dari tarikan dan memulai dari dorongan lengan, naiknya kepala dari permukaan air diusahakan sedikit mungkin asal mulut telah keluar dari permukaan air dan dapat melaksanakan pernapasan. Pengambilan napas dilakukan dengan cepat, dengan cara menarik napas lewat mulut secara meledak (cepat), secepatnya setelah mengambil napas kepala segera diturunkan lagi untuk menghindari bertambahnya tahanan depan. Pengeluaran udara dilakukan dalam air di saat kepala akan keluar dari permukaan air. Pengeluaran udara dilakukan lewat hidung secara meledak (cepat).e. Koordinasi GerakanPada gaya kupu-kupu harus ada persesuaian gerakan antara gerakan lengan dan gerakan kaki. Persesuaian tersebut terutama dalam hubungan sikap badan yang naik turun secara vertikal dan meliuk-liuk seperti halnya ikan dolphin yang sedang berenang. Pada satu kali putaran lengan terjadi putaran kaki dua kali, keras dan lemah. Pada saat permulaan tarikan dilakukan tendangan kaki yang pertama (keras) pada saat dorongan lengan dilakukan tendangan kaki yang kedua (lemah).Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 179Gambar 8.10. Gerakan renang gaya kupu-kupuf. Aktivitas Belajar SiswaCobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak renang gaya kupu-kupu berikut ini.1) Peserta didik saling berkelompok dengan anggota 3-5 orang atau secukupnya.2) Lakukan tahap demi tahap gerakan keterampilan renang gaya kupu-kupu dari gerakan tangan, gerakan kaki, gerakan ambil napas, serta gerakan keterampilan kombinasi ketiganya.3) Peserta didik menganalisa gerak renang gaya kupu-kupu dengan benar dan memperhatikan kesesuaian gerak dalam rangkaian tahapan-tahapannya.4) Kalian dapat melakukan bagian gerakan renang gaya kupu-kupu tersebut dengan waktu tertentu atau tergantung dengan penguasaan gerak yang anda kuasai.5) Peserta didik yang melakukan gerakan renang maupun yang menganalisa gerak melakukannya itu dengan sunguh-sungguh dengan menerapkan nilai kerja sama, sportivitas, toleransi, santun, dan displin.6) Pergantian peran yang melakukan gerakan dan yang menganalisa dapat dilakukan untuk memberikan kesempatan pada semuanya.7) Lakukan diskusi tentang kegiatan yang baru saja dilakukan. Evaluasi hasil diskusi bersama guru.8) Tujuannya adalah penekanan pada analisa gerak renang gaya kupu-kupu dengan benar. Perhatikan gambar.180 Kelas XII SMA Sumber: belajarberenangbandung.comGambar 8.11. Aktivitas belajar siswa menganalisis renang gaya kupu-kupu.9) Awalnya mungkin siswa hanya kuat 1/2 lebar kolam, teruskan belajar. Jangan khawatir karena memang penguasaan gaya-gaya dalam renang awalnya terasa berat. Semakin sering siswa belajar dan berlatih dengan koreksi yang benar, maka siswa akan semakin bisa menguasai gerakan ini. Bila dirasa terlalu berat, siswa bisa memulai belajar dengan melakukan 2 set gerakan kaki, baru kemudian diikuti 1 set gerakan tangan. Atau yang dirasa paling mudah.10) Mulailah untuk tiap gaya dalam renang mempelajarinya dari masing-masing bagian gerak (tangan, kaki, ambil napas, koordinasi geraknya). Setelah menguasai secara benar tiap bagian tersebut dilanjutkan kombinasi lebih dari satu gerakan yang sudah dikuasai.11) Setelah cukup lancar, maka mulai perbaikilah gaya tersebut dengan memperbaiki gerakan demi gerakan. Untuk gaya kupu-kupu kepala ditekuk agak ke bawah (dagu agak menempel ke dada) dan gerakkan pinggul lebih dulu, sehingga kaki terangkat dan lecutkan/tendangkan kaki dengan posisi lurus sejauh mungkin ke belakang. Gerakan kaki jangan dilakukan secara berlebihan. Setelah itu baru gerakkan tangan.12) Berikutnya, gerakan kaki selalu dimulai dari pinggul. Untuk membantu gerakan pinggul agak naik ke atas, kepala bisa ditekuk ke bawah (dagu agak ditempelkan ke dada).13) Posisikan tubuh selalu di permukaan air, jangan terlalu dalamPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 18114) Agar lebih cepat dan gerakan lebih stabil, lakukan 2-3 set gerakan kaki dan tangan baru kemudian menaikkan kepala untuk mengambil napas.15) Kesempatan kepala untuk naik ke atas permukaan air sangatlah sedikit dan sebentar (tidak seperti gaya dada), karena itu manfaatkanlah sebaik mungkin.16) Ketika kepala sedang tidak ke atas permukaan air untuk bernapas, pastikan posisi dagu agak menempel ke dada. Ini akan menambah daya luncur gaya kupu menjadi lebih kuat.17) Seringkali sewaktu tangan berada di dalam air, gerakan tangan membentuk seperti huruf S. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan yang lebih kuat ke depan. Tetapi ada juga guru yang mengajarkan gerakan tangan biasa saja, sehingga gerakan tangan bisa lebih cepat dan kuantitas gerakan tangannya lebih banyak. Ini terserah siswa.B. Menganalisis Keterampilan Penyelamatan Kegawatdaruratan di AirKeterampilan pertolongan di air merupakan bagian dari keselamatan di air. Artinya jika siswa ingin mempelajari pertolongan di air, siswa wajib memahami terlebih dahulu keselamatan di air.Seorang penolong harus dibekali dengan beberapa keahlian dasar keselamatan di air. Meliputi kemampuan mengenal potensi bahaya dan bagaimana mengatasinya, memahami teknik pertolongan. Mulai dari yang paling aman sampai yang beresiko tinggi. Berikut beberapa hal terkait kegawatdaruratan di air.1. Kegawatdaruratan Korban Tenggelama. Arti Tenggelam Yang dimaksud dengan tenggelam adalah suatu istilah dari suatu keadaan yang disebabkan karena seseorang menghirup air atau cairan ke paru-paru sehingga menghambat/mencegah udara yang mengandung oksigen untuk sampai dan berhubungan dengan bagian depan permukaan alveolus di paru-paru, dimana bagian ini merupakan bagian penting yang berfungsi untuk pertukaran gas di paru-paru dan proses oksigenisasi darah.182 Kelas XII SMA b. Penyebab 1) Terganggunya kemampuan fi sik akibat pengaruh obat-obatan2) Ketidakmampuan akibat hipotermia, syok, cedera, atau kelelahan3) Ketidakmampuan akibat penyakit akut ketika berenangc. Klasifi kasi Tenggelam1) Berdasarkan Kondisi Paru-Paru Korbana). Typical DrawningYaitu keadaan dimana cairan masuk ke dalam saluran pernapasan korban saat korban tenggelam.b). Atypical Drawning(1). Dry Drowning Yaitu keadaan dimana hanya sedikit bahkan tidak ada cairan yang masuk ke dalam saluran pernapasan.(2). Immersion Syndrom Terjadi terutama pada anak-anak yang tiba-tiba terjun ke dalam air dingin (suhu < 20°C).(3). Submersion of the Unconscious Sering terjadi pada korban yang menderita epilepsy atau penyakit jantung khususnya coronary atheroma, hipertensi atau peminum yang mengalami trauma kepala saat masuk ke air.(4). Delayed Dead Yaitu keadaan dimana seorang korban masih hidup setelah lebih dari 24 jam setelah diselamatkan dari suatu episode tenggelam.2) Berdasarkan Kondisi Kejadiana). TenggelamYaitu suatu keadaan dimana penderita akan meneguk air dalam jumlah yang banyak sehingga air masuk ke dalam saluran pernapasan dan saluran napas atas tepatnya bagian epiglotis akan mengalami spasme yang mengakibatkan saluran napas menjadi tertutup serta hanya dapat dilalui oleh udara yang sangat sedikit.b). Hampir TenggelamYaitu suatu keadaan dimana penderita masih bernapas dan membatukkan air keluar.Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 1832. Penatalaksanaan Korban TenggelamPenanganan pada korban tenggelam dibagi dalam tiga tahap, yaitu sebagai berikut.a. Bantuan hidup dasarSebelumnya dalam pedoman pertolongan pertama, kita mengenal ABCD: Airway, Breathing, Circulation (Chest Compression) yaitu buka jalan napas, bantuan pernapasan, dan kompresi dada. Jika ketiga langkah sudah dilakukan, periksa apakah korban mengalami defi sit pada tubuhnya semisal memeriksa kesadaran korban. Langkah ini disebut memeriksa/Disability. Dalam pedoman yang baru, prioritas utama adalah Circulation baru setelah itu tatalaksana difokuskan pada Airway dan selanjutnya Breathing. Satu-satunya pengecualian adalah hanya untuk bayi baru lahir, karena penyebab tersering pada bayi baru lahir yang tidak sadarkan diri dan tidak bernapas adalah karena masalah jalan napas. Langkah berikutnya adalah membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan dokter.b. Pada tahap ini yang dilakukan yaitu sebagai berikut.Sebelumnya dengan tahapan seperti ini (look; yaitu melihat adanya pergerakan dada, listen; yaitu mendengarkan suara napas, feel; yaitu merasakan ada tidaknya hembusan napas), namun seiring dengan perkembangan sekarang tidak lagi. Alasannya, kunci utama menyelamatkan seseorang dengan henti jantung adalah bertindak bukan menilai. Telepon ambulan segera saat kita melihat korban tidak sadar dan tidak bernapas dengan baik. Percayalah pada nyali Anda. Jika Anda mencoba menilai korban bernapas atau tidak dengan mendekatkan pipi anda pada mulut korban, itu boleh-boleh saja. Tapi tetap saja sang korban tidak bernapas dan tindakan look, listen dan feel ini hanya akan menghabiskan waktu. Namun, pemberian kompresi intrinsik untuk mengeluarkan cairan tidak disarankan, karena tidak terbukti dapat mengeluarkan cairan dan dapat berisiko muntah dan aspirasi.c. Bantuan hidup lanjutBantuan hidup lanjut pada korban tenggelam yaitu pemberian oksigen dengan tekanan lebih tinggi, yang dapat dilakukan dengan BVM (Bag Valve Mask) atau tabung oksigen. 184 Kelas XII SMA 3. Teknik Menolong di Air Dalam melakukan pertolongan, kecepatan bukanlah segalanya. Ketepatan yang didasari oleh keselamatan adalah unsur yang harus diutamakan. Satu hal yang perlu diingat, menolong korban di air tidak perlu menjadi basah. Prinsip utamanya adalah menolong dengan teknik se-aman mungkin bagi penolong maupun korban.Apa yang harus kita lakukan bila melihat kecelakaan di air?a. Pastikan keselamatan Anda terlebih dahulu. Abaikan orang lain jika Anda sendiri sedang dalam posisi yang membahayakan diri Anda.b. Pastikan keselamatan orang-orang di sekitar Anda.c. Perhatikan potensi bahaya susulan yang mungkin bisa menimpa anda atau orang-orang di sekitar Anda.d. Kenali karakteristik korban yang akan Anda tolong.e. Lakukan pertolongan menggunakan teknik pertolongan yang paling aman dan efektif.f. Jika terdapat banyak korban, tolonglah yang terdekat dan termudah terlebih dahulu.g. Setelah korban di tepi, lakukan pertolongan sesuai dengan cidera yang terjadi.h. Selimuti korban untuk mencegah kedinginan/hypothermia.i. Segera bawa korban ke pelayanan medis terdekat. Penanganan lebih lanjut mungkin saja diperlukan.Berikut di bawah ini beberapa teknik menolong orang di air dari mulai yang paling aman.a. RaihIni adalah teknik yang paling aman sehingga dapat dilakukan oleh yang tidak bisa renang sekalipun. Dengan cara menggunakan tongkat sehingga dapat mencapai korban dan menariknya ke tepi.Kelemahan: Hanya dapat menggapai korban yang berada di dekat tepi air.Perhatian: Jika tarikan korban/arus air terlalu kuat sehingga anda merasa tertarik ke arah air, maka lepaskanlah tongkat tadi. INGAT keselamatan diri anda yang paling utama.Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 185b. LemparJika tidak dapat menemukan tongkat yang cukup panjang untuk mencapai korban, maka carilah bahan yang bisa mengapung (ringbuoy/ban pelampung, jerigen, dll), bisa juga menggunakan tali. Lemparkan bahan tadi ke arah korban. Jika anda berada di kolam renang umum, maka gunakanlah ringbuoy (ban pelampung) yang ada di tepi kolam.Gambar 8.12. Pertolongan dengan menggunakan banTeknik: panggil korban terlebih dahulu sebelum melempar. Hal ini berfungsi supaya korban melihat benda dan arah lemparan kita. Mengkombinasikan pelampung dengan tali sangat berfungsi saat lemparan kita tidak tepat.Kelemahan: kadang lemparan kita tidak pas pada korban, sehingga sering kali pelampung yang kita lempar menjadi sia-sia.Perhatian: kadang lemparan terlalu dekat sehingga kita terpancing untuk mengambil pelampung itu kembali. tindakan ini sangat membahayakan kita terutama bagi yang tidak bisa renang. Lebih baik cari pelampung yang lain untuk dilempar. Tali lempar, tidak boleh diikatkan di tubuh penolong, karena akan membahayakan bila arus sangat deras atau tarikan korban terlalu kuat.c. DayungJika Anda sedang di perahu (terutama jenis kano/kayak) berhati-hatilah saat mendekati korban. Kekuatan korban saat panik sangat berbahaya dan dapat membalikkan perahu yang anda tumpangi.Teknik: Dekati korban dari ujung yang berlawanan dengan tempat kita duduk. Hal ini dimaksudkan apabila perahu terbalik, posisi kita agak jauh dari korban sehingga mengurangi resiko tertangkap korban.186 Kelas XII SMA Perhatian: jika Anda menggunakan perahu kecil, Anda tidak bisa berenang dan tidak menggunakan jaket pelampung, maka lebih baik tidak berusaha untuk mendekati korban.d. RenangBerenang mendekati korban adalah pilihan terakhir jika cara lain tidak memungkinkan untuk dilakukan.Teknik: tentunya bagi yang sudah mahir berenang dan menguasai teknik menolong.Kelemahan: sangat berbahaya bagi penolongPerhatian: Pastikan kemampuan renang anda baik, jangan renang jika kondisi air berarus (sungai arus deras, banjir bandang).4. Karakteristik KorbanPengetahuan kita tentang karakteristik korban yang sedang tenggelam akan sangat menentukan teknik yang dipilih saat melakukan pertolongan. Tentunya disesuaikan dengan karakteristik korbannya.Secara umum, korban yang sedang tenggelam dibagi menjadi 4 tipe berikut.a. Bukan seorang perenang.Gambar 8.13. Korban tenggelamNext >