< PreviousPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 187Pada tipe ini, korban memiliki karakteristik berikut.1) Posisi badan terlihat tegak lurus dengan permukaan air (vertikal)2) Gerakan kasar dan cenderung tidak berpola3) Wajah terlihat sangat panik4) Arah tatapan tidak jelas5) Hanya fokus untuk mengambil napas6) Saat ditolong mungkin akan berusaha untuk meraih penolong7) Tidak dapat mengikuti perintah atau tidak dapat komunikasi8) Selalu ingin dalam posisi vertikal sehingga cenderung panik jika ditolong dalam keadaan horisontal.9) Selalu berusaha kepala dan dada berada di atas permukaan air10) Yang di perhatikan penolong11) Korban tipe ini sangat berbahaya bagi penolong12) Sebisa mungkin hindari pertolongan dengan menggunakan teknik contact rescue/tow.b. Perenang yang cidera Gambar 8.14. Korban tenggelam188 Kelas XII SMA Pada tipe ini, korban memiliki karakteristik berikut.1) Posisi badan mungkin terlihat agak aneh tergantung dari bagian tubuh yang cidera2) Gerakan terbatas disebabkan oleh cidera3) Wajah terlihat cemas, bahkan mungkin terlihat kesakitan4) Bisa terjadi panik 5) Saat ditolong mungkin tidak merespon perintah karena lebih fokus terhadap rasa sakitnya6) Berusaha mempertahankan posisi karena biasanya memegangi area yang cideraBerikut yang diperhatikan penolong.1) Kemungkinan akan membawa korban dalam posisi yang agak aneh (sesuai cideranya)2) Perhatikan cidera yang dialamic. Perenang yang kelelahanGambar 8.15. Korban tenggelamPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 189Pada tipe ini, korban memiliki karakteristik berikut.1) Terlihat pola kayuhan yang lemah2) Posisi badan biasanya membentuk sudut dengan permukaan air3) Wajah memandang ke tepian atau perahu yang di dekatnya4) Kepala kadang tidak terlihat5) Dapat melambai untuk meminta bantuan6) Wajah mungkin terlihat lelah atau cemas saat ditolong7) Merespon perintah penolong dengan baik8) Kooperatif saat ditawarkan bantuan9) Bisa ditopang dalam keadaan terlentangBerikut yang diperhatikan penolong:1) Dapat ditolong menggunakan teknik contact rescue2) Lebih mudah untuk ditolongd. Tidak sadar (pasif)Gambar 8.16. Korban tenggelamPada tipe ini, korban memiliki karakteristik berikut.1) Terlihat tidak bergerak.2) Mungkin hanya terlihat sebagian punggung.3) Mungkin hanya terlihat puncak kepala saja.4) Wajah biasanya menghadap ke dasar.190 Kelas XII SMA 5) Saat ditolong tidak kooperatif.6) Mungkin akan cukup sulit untuk melakukan manuver terhadap tubuh korban.Berikut yang diperhatikan penolong.1) Biasanya korban sangat bervariasi2) Membutuhkan pertolongan dengan teknik contact rescue3) Perhatikan pernapasan korban, jika tidak bernapas lakukan sesegera mungkin bantuan napas4) Penggunaan alat bantu apung (pelampung) akan sangat membantu dalam pemberian napas. Kadang terjadi keadaan yang disebut pasif-aktif, yaitu keadaan dimana korban terlihat pasif (tidak bergerak) namun saat di sentuh berubah menjadi aktif. Ini sangat membahayakan penolong. Oleh karena itu, lakukan teknik mendekati korban dengan benar.5) Selain karakteristik korban tadi, juga diperlukan kemampuan untuk memperkirakan daya apung/buoyancy dari korban dengan melihat postur tubuh terutama saat melakukan contact tow. Korban yang gemuk cenderung akan mudah mengapung, namun akan lebih berat saat menariknya ke tepi. Sebaliknya korban yang kurus cenderung akan mudah tenggelam, namun akan lebih ringan saat menariknya ke tepi.5. Penanganan Kegawatan Daruratan yang Lain (Kram) Kram memang bukan sebuah masalah besar jika kita berada di darat, tapi bila kita sedang di air yang dalam maka kram akan mengancam jiwa kita. Penyebab utama tenggelamnya seorang perenang akibat kram adalah kegagalan dalam mencegah terjadinya panik.Sering kita lihat ketika perenang mengalami kram, dia akan langsung berusaha ke tepi, sehingga akan terlihat gerakan yang tidak teratur dan laju renangnya pun lambat. Gerakan yang tidak teratur ini disebabkan oleh rasa sakit dan kepanikan perenang. Jika di kolam renang, langsung berusaha ke tepi sesaat terjadi kram mungkin menjadi solusi yang bagus, namun bila sedang berenang di open water (danau, sungai, laut) jelas ini bukan solusi yang baik.a. PenyebabKram adalah kejang otot yang bersifat mendadak dan terasa sangat sakit. Kram dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain sebagai berikut.1) Otot yang kelelahan.2) Penggunaan otot yang berlebihan.Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 1913) Kurangnya elektrolit tubuh (Ca dan K) karena keluar melalui keringat.4) Penumpukan asam laktat (hasil metabolisme di otot).5) Terganggunya oksigenisasi jaringan otot.6) Terganggunya sirkulasi darah ke jaringan otot.Pada perenang kram sering terjadi di bagian berikut.1) Otot tungkai bawah bagian belakang (otot betis).2) Otot punggung kaki : biasanya terjadi karena gerakan yang tidak sempurna saat renang menggunakan fi n (sepatu katak).3) Otot tungkai atas (paha) bagian depan maupun belakang.b. Langkah-Langkah PenangananPenanganan kram di darat maupun di air sebenarnya memiliki prinsip yang sama yaitu lakukan peregangan. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi kram.1) Bersikap tenang dan jangan berusaha ke tepi.2) Tarik napas dalam dan tahan.3) Lakukan peregangan dan pemijatan pada otot yang kram.4) Jangan lakukan gerakan apapun kecuali peregangan (walaupun badan kita tenggelam).5) Tarik napas lagi, kemudian lakukan peregangan lagi.6) Ulangi sampai nyerinya reda.7) Setelah reda barulah berenang ke tepi, usahakan tidak menggerakkan/menggunakan otot yang tadi kram.8) Setelah di tepi lakukan kembali peregangan sampai otot terasa nyaman.Ada dua posisi utama untuk peregangan di air (untuk otot-otot di ekstremitas bawah), yaitu sebagai berikut.1) Posisi 1 : tekuk lutut ke arah dada, dan tarik jari kaki dan telapak kaki ke arah punggung kaki. Posisi ini untuk mengatasi kram pada otot betis dan otot paha bagian belakang.2) Posisi 2 : tekuk paha ke belakang, tekuk lutut, tarik jari kaki dan punggung kaki ke arah telapak kaki. Posisi ini untuk mengatasi kram pada otot punggung kaki dan otot paha bagian depan.Latihlah teknik penanganan kram di air ini, karena pada saat terjadi kram yang kita butuhkan adalah gerakan spontan tanpa berpikir sehingga dapat terhindar dari panik.192 Kelas XII SMA c. Penanganan kram.Dalam olahraga renang, sering kita mengalami kejang otot atau yang sering kita sebut kram (cramp). Oleh sebab itu pengetahuan tentang prinsip penanganan kram adalah wajib bagi seorang perenang, karena masih sering kita jumpai kesalahan dalam penanganannya.Prinsip dasar penanganan kram adalah meregangkan otot berlawanan dengan arah kejang. Ditambah dengan pijatan pada otot yang kram untuk membantu pelemasan otot sehingga sirkulasi oksigen, elektrolit dan zat metabolik menjadi lancar. Peregangan otot yang kram dilakukan secara perlahan, jika sakit jangan di kendurkan tapi pertahankan posisi. Jika nyeri hilang tambah lagi peregangannya. Lakukan sampai nyeri hilang.Contoh posisi penanganan sebagai berikut.1) Otot betis: luruskan lutut, tekan telapak dan ujung kaki ke arah punggung kaki. Lakukan pemijatan pada otot betis.Gambar 8.17. Penanganan kram otot betis2) Otot punggung kaki: tekan punggung kaki dan jari kaki ke arah telapak kaki (sehingga seperti penari balet). Lakukan pemijatan pada otot punggung kaki.3) Otot Paha belakang: luruskan lutut, angkat tungkai bawah dan lakukan pemijatan.4) Otot paha depan: tekuk lutut dan lakukan pemijatan.Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 193Gambar 8.18. Penanganan kram d. Pencegahan1) Lakukan pemanasan dan peregangan sebelum memulai olahraga.2) Tidur cukup.3) Cukup minum sebelum, saat dan setelah olahraga, jika perlu yang mengandung elektrolit (misal oralit).Gambar 8.19. Pencegahan kram194 Kelas XII SMA 6. Aktivitas Pembelajaran Siswa Menganalisis Keterampilan Penyelamatan Kegawatdarutan di Air.Cobalah kalian baca dan pelajari materi yang telah disajikan di atas, mulai dari menganalisis Keterampilan Penyelamatan Kegawatdarutan di Air (tenggelam dan kram), kemudian lakukan aktivitas belajar berikut ini.a. Buatlah kelompok 5-6 orang.b. Tentukanlah ketua kelompok secara demokratis.c. Amati dan carilah segala sesuatu yang berhubungan dengan tenggelam, kram dari berbagai sumber, baik di internet, buku, majalah, surat kabar dan sebagainya.d. Diskusikan dengan teman satu kelompok tentang tenggelam dan kram. Usahakan setiap anggota kelompok memberikan pendapatnya/pengalamannya.e. Peserta didik berdiskusi dengan menerapkan nilai kerja sama, toleransi, santun, dan displin.f. Peserta didik berkelompok dan berdiskusi tentang kegiatan yang baru saja dilakukan. Evaluasi hasil diskusi bersama guru.g. Presentasikan hasil diskusi Anda, usahakan ditambahkan foto atau video mendidik yang berhubungan.h. Presentasikan hasil diskusi tersebut di depan kelas dengan mengikuti pentunjuk yang ditentukan guru.Sumber: belajarberenangbandung.comGambar 8.20. Menganalisis Keterampilan Penyelamatan Kegawatdarutan di AirPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 195C. RingkasanHal-hal yang harus diperhatikan dalam renang sebagai berikut.a. Aktivitas yang harus dilakukan sebelum berenang.1) Melakukan pemanasan untuk mencegah terjadinya kejang-kejang otot pada saat berenang. Pemanasan senam bisa dilakukan dengan cara menggerak-gerakan badan (senam kecil) atau dengan berlari–lari kecil.2) Mandi pada air pancuran yang tersedia sebelum masuk ke kolam renang. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa tubuh dalam keadaan bersih dan tubuh dapat menyesuaikan dengan suhu air.3) Memakai pakaian renang yang berwarna (tidak putih) karena air kolam dapat menyebabkan pakaian berwarna putih berubah menjadi kekuning-kuningan (mangkak).4) Mengamati/mencari tahu tentang kedalaman kolam renang dan menyesuaikannnya dengan kemampuan diri sendiri.5) Jangan berenang dalam keadaan perut kosong atau terlalu kenyang. Karena dalam berenang diperlukan banyak tenaga dan apabila perut terlalu kenyang maka beban tubuh menjadi lebih berat.b. Aktivitas yang harus dilakukan sesudah berenang.1) Membasuh mata agar bersih dari kotoran. Hal ini perlu dilakukan karena air di dalam kolam renang biasanya kurang baik untuk kesehatan mata dan mengandung kaporit.2) Jika telinga kemasukan air, diusahakan air bisa keluar kembali sambil loncat-loncat atau dengan cara yang lain.196 Kelas XII SMA D. Penilaian1. PengetahuanPenilaian berupa pertanyaan yang bersifat tulisan dalam bentuk soal ataupun lisan dalam bentuk pertanyaan pada saat pembelajaran berlangsung dan penugasan (perorangan/kelompok).PertanyaanJawaban12341. Apa pengertian PPPK air?2. Bagaimana cara melakukan PPPK air yang baik?3. Apa pengertian kram, bagaimana cara penanganan cedera?JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12 Keterangan: 1. Kurang, 2. Cukup, 3. Baik, 4. Baik SekaliJumlah skor yang diperolehPenilaian Pengetahuan=×100Jumlah skor maksimal2. Sikap (Bisa Dilakukan dengan Observasi, Penilaian Diri, Penilaian Antar Teman, Jurnal Catatan Guru)a. Pengamatan sebelum proses pembelajaran berlangsung b. Pengamatan saat selama proses pembelajaran berlangsungc. Pengamatan sesudah proses pembelajaran berlangsungd. Lembar Observasi Sikap SosialNo Perilaku yang diharapkanKualitas jawaban 12341Disiplin 2Menghargai teman saat pelajaran3Menjalankan perintah dari guru4Toleransi dan mau berbagi dengan teman Jumlah skor maksimal = 16Next >